Merenungkan Kembali Hubungan Kita dengan Tuhan
Kalangan Sendiri

Merenungkan Kembali Hubungan Kita dengan Tuhan

Claudia Jessica Official Writer
      1138

Yosua 1:8

Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.

 

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 36; Kisah Para Rasul 8; Keluaran 21-22

Martin Luther seringkali dikaitkan oleh banyak orang yang mengatakan, “Saya memiliki banyak hal yang harus dilakukan hari ini sehingga saya akan menghabiskan 3 jam pertama dalam doa.”

Baik dalam hal pernikahan, pelayanan, kita selalu memiliki kecenderungan untuk mengesampingkan doa daripada menunda aktivitas. Kita perlu meninjau kembali fondasi hubungan kita bersama Tuhan. Kita terlalu sibuk untuk membangun hubungan dengan-Nya.

Setelah Israel mengalahkan Kanaan, mereka memiliki banyak lahan lain untuk ditaklukkan dan mungkin dapat menggunakan momentum untuk maju dengan cepat. Hal itu terlihat seperti strategi militer yang logis bukan?

Namun Yosua menyuruh mereka datang ke Gunung Ebal (Sekitar 20 mil jauhnya, bukan tugas yang mudah untuk memimpin lembih dari satu juta orang), membangun mezbah, mempersembahkan korban kepada Tuhan, dan membaca kembali Hukum Taurat. Inilah yang telah Tuhan perintahkan dalam kitab Ulangan. Yosua memberi kita tujuan di balik hal ini:

Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. (Yosua 1:8)

Tuhan tidak ingin hukum taurat dipelajari karena Dia adalah pemberi perintah yang tegas, namun agar jalan Israel menjadi makmur dan berhasil. Kita dan saya hidup bawah perjanjian yang lebih baik, dan hukum yang lebih baik (Hukum Kristus). Tuhan masih ingin kita meninjau kembali perjalanan iman kita, sekalipun harus menunda aktivitas kita. Faktanya, Firman Tuhan menunjukkan bahwa kita sering kali harus meninggalkan hal-hal lain dengan iman untuk memprioritaskan Tuhan. Ini yang Dia harapkan dari kita:

Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.” (Matius 16:24-25)

Tuhan bisa saja membersihkan tanah perjanjian-Nya sendiri dengan mudah seperti yang dia lakukan ketika menumpahkan bumi dengan air bah. Tapi Dia tidak melakukannya.

Penting bagi kita untuk meluangkan waktu dan mengingatkan diri kita sendiri tentang apa yang telah Allah katakan dan janjikan, serta apa yang Dia harapkan dari kita dan apa yang dapat kita harapkan dari-Nya. Hal ini memberikan kita petunjuk arah, kekuatan, dan fokus untuk melangkah ke pertempuran yang telah menanti di depan.

Dengan cara yang sama, Israel mencerminkan Tuhan ketika mereka memelihara hubungan perjanjian, jadi kita mencerminkan Kristus ketika kita melakukan hal yang sama. Ketika kita meluangkan waktu untuk memelihara hubungan perjanjian, kita berada dalam posisi untuk dipakai dan diberkati oleh Tuhan karena hidup kita akan mencerminkan kemuliaan-Nya bagi dunia.

Salah satu hal terkuat yang dapat dilakukan oleh pasangan menikah adalah membaca ulang sumpah pernikahan mereka. Situasi ini memperbaharui kita dalam perspektif baru serta memperbaharui kasih.

 

Hak Cipta © 2017 Jonathan Santiago. Digunakan dengan izin.

Ikuti Kami