Berjalan Bersama Tuhan Harus Menggunakan Iman
Kalangan Sendiri

Berjalan Bersama Tuhan Harus Menggunakan Iman

Claudia Jessica Official Writer
      1408

Roma 4:3

“Lalu percayalah Abraham kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.”

 

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 35; Kisah Para Rasul 7; Keluaran 19-20

Perjalanan kita bersama Tuhan adalah dengan iman, bukan dengan melihat melalui mata. Jadi jika kita ingin terus bersama Tuhan, kita harus berhenti melihat segala sesuatu dengan mata jasmani kita. Hal-hal spiritual hanya dapat dipahami dengan wawasan spiritual.

Ingatlah Abraham. Roma 4:3 mengatakan, “Lalu percayalah Abraham kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.”

Kita tidak memiliki kebajikan sama sekali. Kita tidak mungkin bisa menjaga hukum. Kita hanya percaya Tuhan. Yesus memberitahu kita dalam Yohanes 3:16:

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Iblis ingin membuat kita merasa kecil hari dan menghentikan kita untuk bergerak maju. Jadi, ketika melewati masa-masa sulit, sangat penting bagi kita untuk mengingat kembali bagaimana kita telah melewati masa lalu bersama Tuhan, dan kita dapat yakin bahwa Dia akan melakukannya lagi.

Saya ingat betapa ketatnya anggaran kami di CBN Asia di Manila sehingga kami harus berdoa keras untuk memenuhi setiap gaji karyawan kami. Namun semua itu berubah setelah kami mengadakan penjangkauan di Varanasi, India. 50.000 orang datang 5.000 orang mengisi kartu untuk berkomitmen bahwa mereka benar-benar ingin menjadi orang percaya.

Untuk membimbing semua orang percaya baru yang tidak tahu apa-apa tentang kekristenan ini, kami ingin membuat pusat pelatihan pastoral. Itu adalah ide yang bagus, namun saya tidak memiliki dana untuk melakukan hal itu. Kemudian saya berkomitmen untuk memberikan $5.000, tapi saat itu saya tidak memiliki uang satu sen pun.

Keesokan harinya, istri saya menelpon dari Manila. Dia begitu diliputi dengan emosi hingga saya tidak bisa memahaminya. Seorang donatur anonim baru saja mengirim cek senilai $500.000 ke rekening manajer bank yang ditarik di sebuah bank di bagian utara New York yang dikirim langsung ke kantor kami di Filipina. Itu adalah keajaiban yang luar biasa. Kami menabur benih, dan 24 jam kemudian Tuhan memberikan peningkatan 100 kali lipat. Kami memiliki waktu untuk mengucap syukur!

Saat ini, Tuhan memberikan kami banyak pintu terbuka untuk membawa Injil ke dunia, Dia ingin kita mengambil langkah iman itu dan berjalan melaluinya.

Kami memiliki jaminan bahwa Tuhan telah berbicara. Ketika kita melakukan apa yang Dia inginkan, dan ketika kita melakukannya dengan cara Tuhan, kita tahu bahwa Tuhan ada di dalamnya. Kita hanya perlu mengatakan, “Ya dan Amin!”

Tuhan memberkati Anda.

 

Hak cipta oleh Gordon Robertson, digunakan dengan izin.

Ikuti Kami