Kemenhub Usulkan Kenaikan Tarif Baru KRL Commuter Line di Bulan April 2022

Kemenhub Usulkan Kenaikan Tarif Baru KRL Commuter Line di Bulan April 2022

Aprita L Ekanaru Official Writer
176

Pengguna KRL Commuter Line selama ini disubsidi negara, hal ini dipaparkan oleh PT Kereta Commuter Indonesia (KCI). Tercatat di tahun 2021 pemerintah telah menggelotarkan subsidi tiket pengguna Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek sebesar Rp 1,99 triliun.

Pemerintah harus menanggung Rp 11.981 untuk sekali perjalanan yang dilakukan satu orang, hal tersebut dikatakan oleh Direktur Operasi dan Pemasaran PT KCI, Wawan Arianto.

Dikabarkan pada April 2022 tiket KRL Jabodetabek akan mengalami kenaikan harga. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah membahas rencana kenaikan tarif tersebut. Direktur Sarana Perhubungan Darat Kemenhub Risal Wasal mengatakan, hingga saat ini telah dilakukan kajian terkait kemampuan membayar masyarakat atau ability to pay (ATR) dan willingness to pay (WTP) terhadap kenaikan tarif KRL Commuter tersebut.

 

BACA JUGA: Viral Wahana 'Ngopi In The Sky' Yogyakarta, Kini Ditutup Pemda

 

Kedepannya tarif bayar akan dibedakan, untuk penumpang yang mampu secara finansial akan membayar harga normal sesuai dengan kajian ATP dan WTP. Risal juga menuturkan, adanya kenaikan tarif KRL Commuter Jabodetabek dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan layanan dan fasilitas KRL Commuter.

"Nantinya, operator kereta harus bisa bersaing memberikan pelayanan terbaik kepada para pengguna," cetus Risal. Selain itu, kenaikan tarif ini juga untuk menyesuaikan dengan tarif moda transportasi massal, seperti Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta, Lintas Rel Terpadu (LRT) Jabodebek, dan Transjakarta. Pasalnya, sejak tahun 2016, KRL Commuter juga belum pernah melakukan penyesuaian tarif. Hingga kini, KRL Commuter bahkan masih menjadi moda transportasi massal termurah dengan tarif terendah Rp 3.000 dan tarif tertinggi Rp 13.000 dengan total 105 stasiun dalam jangkauan 543,4 kilometer. "Jadi ada harga ada barang. Makanya, para operator harus mengedepankan dari sisi pelayanan. Dengan begitu, masyarakat juga akan menilai bahwa kenaikan tarif ini wajar dan sesuai," tuntas Risal.

Diusulkan tarif KRL untuk 25 km pertama akan dikenakan biaya Rp 5.000 dari tarif semula Rp 3.000, atau naik sebesar Rp 2.000 pada tanggal 1 April 2022. Untuk tarif 10 km selanjutnya, tarifnya diusulkan sama, yakni Rp 1.000 per orang. Kenaikan ini dimaksudkan untuk dapat mengurangi subsidi yang diberikan pemerintah selama ini.

“Ini dari hasil survei tadi, sebenarnya masih dalam tahap diskusi, kita akan mengusulkan penyesuaian tarif, kurang lebih Rp 2.000 untuk 25 kilometer pertama. Jadi yang semula berdasarkan Peraturan Menteri tadi, tarif semula kurang lebih Rp 3.000 untuk 25 kilometer pertama,” ujar Kasubdit Penataan dan Pengembangan Jaringan DJKA Kemenhub Arif Anwar  dalam diskusi publik virtual yang diadakan Instan, Rabu (12/1).

 

BACA JUGA: Sambut MotoGP Mandalika Maret 2022, Pemerintah Adakan Tinjauan Persiapan

Sumber : Berbagai Sumber
Halaman :
1

Ikuti Kami