Viral Wahana 'Ngopi In The Sky' Yogyakarta, Kini Ditutup Pemda

Viral Wahana 'Ngopi In The Sky' Yogyakarta, Kini Ditutup Pemda

Aprita L Ekanaru Official Writer
165

Yogyakarta memang memiliki daya tarik tersendiri bagi para wisatawan lokal maupun mancanegara. Selain katrena wisata alamnya yang cantik, banyaknya pilihan kuliner yang ditawarkan juga sangat memikat.

Salah satunya adalah obyek wisata yang baru-baru ini viral di media sosial. Teras Kaca Pantai Nguluran, Kabupaten Gunung Kidul baru saja menawarkan sensasi minum kopi tak biasa, yaitu di tempat tinggi. Tepatnya di ketinggian 30 sampai 40 meter dengan pemandangan pesisir Pantai Nguluran.

Dilansir dari detikCom, CEO Teras Kaca Nur Nasution menjelaskan, bahwa ide 'Ngopi in The Sky' terinspirasi tempat ngopi yang ada di luar negeri dengan menawarkan sensasi di ketinggian. Terlebih, Teras Kaca memiliki pemandangan yang indah dan cocok untuk merealisasikan ide tersebut.

Secara teknis, untuk gondola sendiri, Nur mengaku memilih yang berbentuk limasan. Nantinya, gondola tersebut diangkat menggunakan crane agar berada di ketinggian.

Nur menyebut, saat mencapai ketinggian puncak sekitar 30 sampai 40 meter gondola dihentikan. Pada saat ini, pramusaji memberikan minuman pembuka dan crane lalu diputar ke sisi selatan lalu makanan dan minuman utama disajikan.

"Minuman inti serta biskuit disiapkan dalam nampan kecil. Nantinya pengunjung bebas memilih, kopi hitam, latte atau teh," ujar Nur.

"Ini pertama di Indonesia. Kami sebut Ngopi in the Sky atau ngopi di atas awan dan ini memang dibuat khusus di Gunung Kidul," imbuhnya.

Namun sayangnya wahana 'Ngopi In The Sky' ini banyak menuai respon dari warganet mengenai keamanannya. Karena polemik diberbagai kalangan semakin merebak, maka peninjauan langsung wahana tersebut dilakukan oleh Dinas Pariwisata (Dispar).

Namun, Pemda DIY akhirnya menutup Wahana Ngopi In The Sky, Kamis (6/1). Pasalnya setelah melihat sisi keamanan yaitu mobile crane yang digunakan diperuntukkan untuk mengangkut barang, bukan untuk mengangkut manusia.

Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji mengungkapkan, meskipun ide dan kreativitas yang dilahirkan oleh pengelola sangat bagus. Namun, safety menjadi poin utama yang harus dipatuhi. Apabila tidak memenuhi persyaratan yang dibuktikan dengan terbitnya izin, maka wisata tersebut tidak bisa dilanjutkan.

Halaman :
1

Ikuti Kami