4 Cara Efektif Mendisiplinkan Anak Tanpa Membentak dan Melakukan Kekerasan Fisik

4 Cara Efektif Mendisiplinkan Anak Tanpa Membentak dan Melakukan Kekerasan Fisik

Contasia Christie Official Writer
627

Dahulu, memukul anak di pantat ketika mereka nakal merupakan salah satu metode untuk mendidik anak. Tetapi saat ini kekerasan semacam itu sudah tidak banyak berlaku di masyarakat, karena tidak hanya memunculkan luka fisik pada anak, mereka juga terluka secara batin ataupun psikologis. Orang tua zaman sekarang lebih memilih memakai konsep “time-out”( tidak boleh melaksanakan kegiatan yang anak sukai) dan bentuk hukuman yang lain yang tidak bersifat fisik.

Kemudian bagaimana dengan “membentak anak”? Di beberapa negara, memukul anak dianggap ilegal lho. Terdapat beberapa negara yang menjatuhkan hukuman pada orang tua yang melaksanakan kekerasan pada anaknya walaupun dengan maksud mendidik mereka.

Nah bagaimana sekarang kata Alkitab terkait dengan hal ini?

Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan” (Efesus 6:4).

Kemudian apa yang harus dilakukan orangtua supaya anak dapat memiliki karakter baik tanpa harus membentaknya?

1.       NILAI- NILAI BAIK DALAM BINGKAI ALUR DONGENG YANG INDAH AKAN MEMBUAT ANAK MEMPEROLEH BANYAK MANFAAT

Siapa yang tidak suka dengan dongeng? Nyaris seluruh anak kecil menyukai dongeng. Hal inilah yang dapat Anda manfaatkan untuk mendidik anak. Dalam dongeng terdapat banyak sekali nilai- nilai baik yang dapat Anda sampaikan kepada anak, mulai dari perilaku saling menolong, berbakti kepada kedua orangtua, saling mencintai, serta ajaran baik lainnya.

Tidak hanya bisa mengarahkan sesuatu yang baik, dongeng juga dapat meningkatkan kualitas komunikasi antara Anda dengan buah hati, bisa jadi anak sulit menurut pada ibu dan bapaknya karena minimnya komunikasi yang terjalin.

 

2.       FOKUS BERDIALOG DENGAN ANAK. PEGANG KEDUA TANGANNYA SERTA TATAP MATANYA, BARU NASEHATI DIA

Saat anak dianggap melaksanakan suatu kenakalan maka sikapilah kenakalannya itu dengan tenang. Hentikan seluruh kegiatan yang lagi Anda jalani seperti bermain gadget, memasak, membersihkan rumah, dan sebagainya. Upayakan Anda sedang tidak melaksanakan kegiatan apa pun kecuali fokus untuk menasehati anak. Pegang kedua tangannya serta tatap matanya lalu nasehati ia. Hal ini penting untuk dilakukan supaya anak merasa menemukan perhatian dari Anda.

 

 

Sumber : Superbook Indonesia
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami