Berkat Doa Istri, Aku Bertobat Jadi Debt Collector -  Gotlif Andro Bastian

Berkat Doa Istri, Aku Bertobat Jadi Debt Collector - Gotlif Andro Bastian

Lori Official Writer
472

Nama saya Gotlif Andro Bastian. Pekerjaan saya sehari-hari itu adalah di jalanan untuk mencari motor-motor yang angsurannya belum lunas dibayar. 

Bekerja sebagai debt collector membuat saya bertindak kejam. Tak peduli orangnya menangis atau bagaimana, saya akan mengambil motornya dengan paksa.

Selama saya bekerja sebagai debt collector, uang yang saya hasilkan biasanya dihabiskan untuk minum-minuman, main perempuan dan hura-hura. Saya bahkan tidak pernah ingat istri dan anak di rumah. Prinsipnya adalah ‘yang penting saya senang’.

Setiap kali pulang ke rumah, saya akan memberikan sisa uang yang saya punya. Istri bahkan tidak boleh bertanya soal apa yang saya lakukan. Alasannya karena saya yang cari duit. Kalau saya bentak dia sekali, ya sudah dia pasti diam.

Saya berpikir bahwa uang yang saya dapatkan lebih baik saya habiskan dengan teman-teman saya.

 

Baca Juga: Usaha Laris Karena Jimat Rumah Tangga Malah Rusak – Arman Wahyudi

 

Tak Ada Pilihan Selain Jadi Debt Collector

Saya melakukan pekerjaan sebagai debt collector karena memang saya tidak punya pekerjaan lain. Salah memilih melakukannya demi menyambung kehidupan saya dengan keluarga di Jakarta.

Kami sering melakukan sistem 86 dijalan. Terkadang kami tidak punya hati nurani saat menghadapi korban-korban kami. Biasanya kami akan minta uang dan ketika orangnya memberi uang, kami akan suruh dia pergi. 

 

Bertemu Seorang Hamba Tuhan

Suatu kali, saya bertemu dengan seorang hamba Tuhan. Pertemuan pertama dia mengajak saya ke gereja. 

Kemudian dia membagikan tentang pertobatan kepada saya. Saat saya mendengar hal itu, saya merasa bersalah.

 

Baca Juga: Saat Melayani Tuhan Sebagai Pendeta, Aku Malah Ditangkap Polisi - Bastian

 

Sampai akhirnya, saya kembali menemui beliau dan mulai belajar mengenal Tuhan lebih dalam. Ada satu ayat yang membuat saya yakin untuk meninggalkan semua hal yang sudah saya lakukan. Dikatakan dalam Yohanes 3: 16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” 

Sejenak saya mengingat semua perbuatan saya dan saya benar-benar menyesal. Menurut saya Tuhan sendiri sangat benci dengan semua yang saya lakukan tersebut.

Saya juga memilih untuk meminta maaf kepada istri saya atas semua kata-kata kasar dan tindakan kekerasan yang sudah saya lakukan. Syukurnya, istri saya mau memaafkan saya.

 

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Sumber : Solusi TV | Jawaban.com
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami