Biar Anak Tumbuh Baik dan Diterima Lingkungan Sosial, Ajari Soal Etika Sejak Dini

Biar Anak Tumbuh Baik dan Diterima Lingkungan Sosial, Ajari Soal Etika Sejak Dini

Claudia Jessica Official Writer
482

Apakah Anda pernah merasa kesal ketika menghadapi seseorang yang tidak memiliki etika? Misalnya ketika ada orang lain yang meminta Anda melakukan sesuatu tanpa meminta tolong dan mengatakan terima kasih setelahnya? Terlihat sepele namun hal tersebut bisa menentukan bagaimana seseorang akan bersikap kepadanya.

Tentu Anda tidak ingin anak Anda nantinya tidak disukai oleh orang-orang di sekitarnya bukan?

Tidak ada alasan terlalu dini untuk mengajarkan anak-anak tentang etika sopan santun. Tidak perlu menunggunya dewasa untuk mengajarkan tentang etika. Sejatinya mengajari anak sejak usia dini adalah lebih mudah daripada mengajarinya ketika sudah dewasa. Hal ini dikarenakan anak usia dini lebih mudah dibimbing daripada anak yang sudah beranjak dewasa.

Psikolog David Lowry, Ph.D mengatakan, “Ajarkan etika pada balita dengan cara yang sederhana dan mudah dimengerti. Orang tua juga harus memiliki ekstra kesabaran ketika mengajarkan etika pada anak, karena waktu yang dibutuhkan juga tidak sebentar.”

Mari luangkan waktu Anda dan mulai ajari anak-anak Anda mengenai etika.

1. Ramah kepada semua orang

Salah satu budaya Indonesia yang terkenal adalah keramahan warganya. Hal ini juga wajib ditanamkan pada anak sejak kecil. Mereka harus diajarkan untuk murah senyum dan menyapa orang-orang sekitar yang mereka jumpai.

Jika semua orang tua menanamkan pengajaran ini kepada setiap anak-anaknya, maka budaya dari bangsa kita ini tidak akan pudar.

2. Ajarkan tentang 3 magic words

Tolong, terima kasih, dan maaf adalah tiga kata penting dalam etika sosial. Tak hanya itu, ketiga kata ini disebut sebagai magic words karena dapat membawa keajaiban dalam hidup kita.

Kata tolong yang digunakan saat meminta bantuan, dan terima kasih yang mengungkapkan rasa syukur dapat membuat orang lain merasa lebih dihargai. Kata maaf yang diperuntukan untuk mengungkapkan penyesalan atau kesalahan, bisa juga digunakan sebagai meminta perizinan.

 

BACA JUGA: Hentikan Berkata 'JANGAN' dan 'TIDAK' Pada Anak

 

3. Meminta izin ketika ingin meminjam barang orang lain

Drama yang sering terjadi pada anak-anak seperti rebutan mainan ternyata bisa terjadi juga saat sudah dewasa. Pernahkah Anda merasa kehilangan suatu barang, namun ternyata barang tersebut dipinjam oleh saudara Anda atau mungkin rekan kerja? Itulah pentingnya meminta izin sebelum meminjam barang. Jika si pemilik tidak memberikan izin, kita harus memberi pengertian kepada anak bahwa mainan tersebut bukan hak dia, jadi dia tidak berhak untuk memakainya sesukanya.

 

BACA HALAMAN SELANJUTNYA -->

Sumber : berbagai sumber
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami