Lumajang Darurat Erupsi, Indonesia Bersatu Untuk #PrayforSemeru. Bantu Doa Yuk…

Lumajang Darurat Erupsi, Indonesia Bersatu Untuk #PrayforSemeru. Bantu Doa Yuk…

Lori Official Writer
373

Pada Sabtu, 4 Desember 2021 siang, Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur mengalami erupsi secara tiba-tiba. Akibatnya, kampung-kampung di sekitar gunung berapi ini ditimbun oleh lahar vulkanik panas setinggi rumah. 

Akibat dari erupsi ini, sebanyak lebih kurang 14 warga dinyatakan meninggal tertimbun lahar, 56 warga mengalami luka bakar di tubuh akibat semburan lahar panas. Sementara sebanyak 1300 orang berhasil mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Bencana erupsi inipun mendadak viral dan membuat masyarakat Indonesia mengirimkan simpati terhadap para korban di Lumajang. 

Cuitan #PrayforSemeru pun terus dikobarkan para netizen. Sembari mendorong masyarakat untuk turun tangan membantu secara material. Hingga berita ini diturunkan, lahar panas telah menimbun daerah-daerah sekitar gunung Semeru dan Tim Tanggap Darurat Bencana mulai melakukan penyisiran untuk mencari warga yang masih dinyatakan hilang.

 

Baca Juga: Keluarga Ini Bersyukur Bantuan Dari OBI Bisa Menyambung Hidup Selama Banjir

 

Sementara Bupati Lumajang telah menetapkan status Komando Tanggap Darurat Bencana Awan Panas dan Guguran Gunung Semeru pada Minggu, 5 Desember 2021 kemarin.

“Bupati Lumajang menetapkan status Komando Tanggap Darurat Bencana Awan Panas dan Guguran Gunung Semeru yang dipimpin oleh Komandan Distrik Militer 0821 Lumajang,” kata Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Pusdatinkom) BNPB Abdul Muhari.

Berdasarkan pengamatan Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Eko Budi Lelono, erupsi mendadak ini diyakini terjadi karena faktor eksternal seperti curah hujan tinggi, yang menyebabkan bibir lava runtuh dan sehingga mengakibatkan erupsi dini.

“Kelihatannya memang ada kaitan dengan curah hujan tinggi, sehingga menyebabkan runtuhnya bibir lava itu sehingga memicu adanya erupsi, atau ada guguran awan panas,” ungkap Eko, Sabtu (4/12).

Sementara erupsi Gunung Semeru masih terus berlangsung hingga Senin (6/12). Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Semeru kembali mengeluarkan awan panas pada pukul 07.53 WIB. Juga disertai dengan letusan dengan amplitude 13 mm selama 80 detik. 

Di penghujung tahun 2021 ini, Indonesia tidak hanya diperhadapkan dengan kesulitan hidup akibat pandemic Covid-19, tetapi juga bencana alam yang terus menerus silih berganti, mulai dari banjir bandang di Malang, di Sintang, Kalimantan Bara serta ibu kota Jakarta dan kini erupsi Gunung Semeru.

 

Baca Juga: Tim OBI Sudah Salurkan Bantuan Anda ke Korban Banjir Sintang, Meski Sesulit Ini…

 

Di tengah kesulitan ini, mari berdiri bagi bangsa ini. Mari bersatu dalam doa dan meminta pemulihan terjadi atas bangsa kita.

Yuk perkatakan ayat firman ini juga dalam doa-doa Anda.

“Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan Tuhan terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang Tuhan terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu. Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu.” - Yesaya 60:1-3

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami