Salah Besar! Kebiasaan Orangtua Suka Membantu Justru Bikin Anak Terjerumus!

Salah Besar! Kebiasaan Orangtua Suka Membantu Justru Bikin Anak Terjerumus!

Claudia Jessica Official Writer
1339

Menurut penelitian yang dilakukan oleh salah satu penulis di focusonthefamily, orang tua terlalu banyak melindungi anak. Terlalu sering membantunya, sebenarya bisa menjadi dampak buruk bagi masa depan anak lho.

Beliau juga melakukan penelitian lalin, salah satu diantaranya adalah dengan mengajukan pertanyaan seperti:

“Jika kamu bisa kembali ke masa lalu dan mengubah hanya satu hal dari pengasuhanmu terhadap anak, apa yang akan kamu lakukan?”

Kemudian dia mengumpulkan banyak jawaban dan memperhatikan beberapa orang yang mengatakan:

“Aku harap aku tidak akan terlalu takut.”

“Aku akan lebih sedikit mengajar dan lebih banyak mendengar.”

“Aku akan berhenti melihat ke bawah dan mencoba menyelamatkan mereka dari setiap kemungkinan atas bahaya yang akan mencobai mereka.”

 

Baca juga: Lagi Ngetren, Kenapa Orangtua Mulai Terapkan Organic Parenting?

 

Ikut Campur

Salah satu penyesalan yang banyak ditemukan adalah terlalu banyak “ikut campur.” Bukan jahat ataupun egois, justru sebaliknya. Orang tua cenderung ikut campur karena mereka sangat peduli, dan mereka tidak mau melihat anak-anaknya menderita.

Karena hal ini, akhirnya orang tua ikut mengatur setiap aspek kehidupan mereka. Salah seorang ibu berkata “Jika saya bisa mengulang waktu maka saya berharap saya bisa sedikit lebih membantu dan membiarkan anak-anak saya mengalami konsekuensinya. Saya pikir saya telah membantu mereka, ternyata saya merampok kehidupan nyata mereka.”

 

Panik

Setiap orang yang diajukan pertanyaan tentang penyeselasan pengasuhan anak, kebanyakan dari mereka mengatakan frasa yang sama untuk menggambarkan tindakan mereka: panik, takut.

Sebagai orang tua tentu kita tidak mau melihat anak kita menderita bukan? Kemudian kita cenderung melangkah untuk menyelamatkan mereka dari kemungkinan tragedi apa pun. Inilah salah satu hal yang seharusnya tidak kita lakukan begitu saja.

 

Baca juga: Menghadapi Anak Saat Mereka Bertengkar Memang Tidak Mudah, Begini Caranya Biar Adil

Suatu hari terjadi sesuatu antara pasangan suami-istri, jonathan dan istrinya. Jonatahan berpikir bahwa anak-anaknya perlu belajar suatu prinsip. Dia pikir dia perlu memasukkan dirinya ke dalam situasi tertentu dan menunjukkan kesalahan cara mereka.

Namun Istirnya, Lori berkata “Jonathan, biarkan saja.”

Namun Jonathan tidak bisa melakukannya. Hingga akhirnya sesuatu terjadi dan “Aha!” sebuah momen yang sebenarnya.

 

Ketika bantuan yang kita berikan sama sekali tidak menolong, apa yang harus kita lakukan?

Suatu hari, Jonathan bersama keluarganya dan keluarga temannya, Tom dan Christy beserta dengan putrinya pergi tamasya bersama. Ketika mereka sedang tertawa bersama, kemudian putri Tom dan Christy datang kepada kami dengan menundukkan kepala.

Christy segera menghampirinya dan merespon dengan cara pengasuhannya.

“Halo sayang, apa kamu baik-baik saja?”

“Aku tidak ingin main seluncuran lagi.”

“Tidak apa-apa. Ambil waktu sebanyak yang kamu butuhkan”

 

Baca juga: Gimana Sih Cara Ngobrol yang Baik Sama Anak?

 

Kemudian putrinya bercerita bahwa beberapa anak nakal telah memotong antriannya dan mengintimidasinya. Saya berpikir Christy akan merespon dengan membela putrinya seperti “Dimana mereka? Biarkan aku beri mereka pelajaran.”

Tetapi kenyataannya berbanding terbalik. Christy justru membiarkan putrinya menyelesaikan masalahnya sendiri. “Jadi, apa yang kamu lakukan?” katanya.

Jonathan berpikir, bagaimana seorang gadis 12 tahun mengetahui apa yang harus dilakukannya? Namun begitulah cara Christy cara mengasuh anaknya.

Anak-anak nakal yang disebutkan tadi bukanlah satu-satunya orang jahat yang akan ditemui oleh putrinya. Ada banyak orang dengan tipe berbeda di luar sana yang berkeliaran dengan bebas.

Selain itu, yang lebih penting gadis ini harus bisa mengambil keputusan sendiri ketika dia sudah besar nanti. Tidak perlu menunggunya dewasa, bahkan dia harus bisa menentukan kemana dia akan melanjutkan pendidikannya.

 

Baca juga: Anak Sering Menghabiskan Waktu Dengan Nonton YouTube? Ini Channel yang Aman Untuknya

 

Terkadang sebagai orang diperlukan sikap ‘kerelaan hati’ melihat anak-anak kita menghadapi masalahnya. Kita bisa bersamanya dengan mendukung dan membantunya. Namun bukan kita yang harus maju untuk menyelesaikan masalahnya.

Biarkan mereka menghadapi masalahnya, dan biarkan mereka berada dalam proses pembentukan karakternya melalui hal-hal seperti ini. Bukan berarti kita ‘tega’ melihatnya dalam masalah, tapi biarkan momen ini sebagai ‘bekal’ hidup mereka di masa depan.

Sumber : focusonthefamily
Halaman :
1

Ikuti Kami