Salah satu pimpinan Forum Kerukunan Umat Beragama, Pendeta Manuel Esau Raintung mengatakan, untuk mengusahakan perdamaian dan kesejahteraan di Indonesia, Gereja-gereja perlu membuat “tembok yang transparan”, dalam arti kiprah, kegiatan dan tindakannya dapat tampak dan dirasakan oleh masyarakat.
“Gereja itu salahsatunya misinya adalah perdamaian. Dinding gereja harus transparan, karena gereja mengajarkan perdamaian dan juga keadilan. Maka gereja harus tampak di masyarakat,” ujar Raintung dalam program Pilihan Orang Percaya, di RPK FM, Senin (25/10/2021).
Raintung menambahkan salah satu kunci agar Gereja dapat terasa dan menjadi berkat untuk masyarakat adalah dengan pembenahan pola pikir dari internal gereja dan jemaat untuk memajukan kebersamaan dan mengusahakan kerjasama bersama-sama dengan masyarakat lainnya.
“Perdamaian itu memang harus dimulai dari sendiri, dan harus dinyatakan dalam kehidupan sehari-hari. Yang diajarkan oleh Tuhan Yesus tentang perdamaian memang tidak mudah, sekalipun mungkin ada orang yang mengecewakan atau memusuhi kita. Damai ini harus timbul dari ketulusan hati. Nah proses membangun perdamaian itu memang harus terus dijalankan oleh setiap gereja, peace building harus dimunculkan. Saling menerima dan saling mengakui, lalui perdamaian itu harus dibangun dengan bekerjasama.”
Sumber : Daniel Tanamal - Jawaban.com
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”