Cucu Billy Graham: Dosa Itu Menyenangkan Tapi Hidup Dalam Kristus Lebih Menyenangkan

Cucu Billy Graham: Dosa Itu Menyenangkan Tapi Hidup Dalam Kristus Lebih Menyenangkan

Lori Official Writer
736

Cucu Billy Graham, Will Graham mengatakan kepada ratusan orang yang berkumpul untuk berdoa dan beribadah selama akhir pekan di Lowa bahwa ‘dosa itu memang menyenangkan, tetapi kepuasan melakukannya akan hilang dan banyak orang akan mencari kepuasan dan tujuan yang kekal dalam hidup’.

“Dosa itu menyenangkan, tetapi Anda harus mengulanginya lagi dan lagi untuk mempertahankannya. (Semua itu akan) Hilang. Lalu Anda akan menyadari bahwa hal itu tidak memberikan kepuasan. Tetapi, ketika Anda memberikan hidup Anda kepada Kristus, (kepuasan itu) tidak akan pernah hilang,” ungkap Graham.

Dia menegaskan bahwa setiap orang yang dia temui mengatakan tidak pernah menyesal memilih hidup di dalam Tuhan.

“Saya tidak pernah bertemu dengan orang yang menyesal karena menyerahkan hidup mereka kepada Tuhan. Saya lebih senang menjadi orang Kristen daripada tidak menjadi orang Kristen,” ungkapnya.

 

Baca Juga: Amazing! Kabarkan Injil, Cucu Billy Graham Ini Tobatkan 1000 Orang Skotlandia

 

Dia menegaskan bahwa saat seseorang mengikut Yesus, dia akan mengalami lebih banyak hal menyenangkan dan bermakna daripada yang lainnya. 

“Percayalah, ketika Anda mengikut Kristus, Anda akan mengalami banyak kesenangan, hidup yang lebih bermakna dan memiliki kepuasan yang tidak pernah Anda temukan sebelumnya,” terang pemimpin dari Pusat Pelatihan Billy Graham ini.

Menurutnya, ada banyak orang merasa tidak bahagia dengan hidup mereka karena tidak tahu tujuan dan pekerjaannya. Akibatnya, mereka sering marah, bertengkar dan merasa tidak puas.

Graham menekankan bahwa Tuhan merancang setiap orang dengan tujuannya untuk hidup di dalam Tuhan. Karena manusia berasal dari Tuhan dan bukan dari dunia ini.

“Tujuan Anda bukan pekerjaan. Tujuan Anda bukan sesuatu yang Anda lakukan di bumi. Bukan soal menghasilkan pendapatan. Anda tidak bisa membeli tujuan. Pendidikan Anda tidak bisa mencapai tujuan itu,” terangnya.

Sebagai pencipta, Tuhan sendiri menetapkan tujuan kepada ciptaan-Nya. Seperti seorang pelukis yang memiliki tujuan untuk lukisannya. Atau tukang bangunan punya tujuan atas bangunannya.

“Tuhan memberi tujuan. Dan teman-teman, Anda bisa memahami tujuan Anda. Tujuan Tuhan membawa pemenuhan,” terangnya.

 

Baca Juga: Franklin Graham Ajak Amerika Doa Puasa Untuk Pemilu Pada Hari Minggu Nanti

 

Graham menggambarkan bagaimana Tuhan menetapkan tujuan yang mulia bagi dunia sejak karya penciptaan yang pertama. Ketika Dia membangun hubungan dengan Adam dan Hawa dan mendapati mereka jatuh dalam dosa.

“Tuhan memanggil Adam dan Hawa, (tetapi) Tuhan tahu di mana mereka berada. Ini seperti ketika Anda bermain petak umpet dengan anak-anak Anda. Anda bertanya kepada mereka dimana mereka berada. Anda tahu dimana mereka berada karena Anda bisa melihat kaki mereka di balik tirai. Tapi kami mengatakan hal itu untuk memanggil mereka kembali kepada kami,” ungkapnya.

Bahkan ketika Adam dan Hawa tidak taat, katanya, Tuhan mengejar mereka. “Dan teman-temanku, Tuhan mengejar Anda malam ini. Itulah bukti betapa Dia mengasihimu.” 

 

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Sumber : Christianpost.com
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami