Mengejutkan! Pendeta Perancis Lecehkan 330000 Anak Selama Ini

Mengejutkan! Pendeta Perancis Lecehkan 330000 Anak Selama Ini

Lori Official Writer
502

Berdasarkan hasil sebuah penyelidikan ditemukan bahwa pendeta gereja Katolik di Perancis telah melakukan pelecehan seksual terhadap anak sejak tahun 1950.

Kepala tim penyelidik dan pembuat laporan ini Jean-Marc Sauve menyampaikan bahwa puncak pelecehan seksual ini terjadi pada tahun 1950-1970. Sepanjang tahun ini, tim peneliti memperkirakan terdapat sekitar 216.000 anak yang menjadi korban pelecehan seksual para pendeta gereja ini. Namun jumlah ini bisa mencapai 330.000 anak jika dihitung dari pelecehan anak yang dilakukan oleh anggota gereja.

Secara mengejutkan Sauve mengungkapkan bahwa pelaku pedofil yang melibatkan pemuka agama gereja Katolik Perancis mencapai sekitar 2900-3200 orang selama 70 tahun terakhir.

 

Baca Juga: Gereja Katolik Kembali Digoncang, Jaksa Di Washington Umumkan Usut Kasus Pelecehan Seksual

 

Francois Devaux, salah satu korban pelecehan gereja sekaligus pendiri asosiasi korban La Parole Liberee dengan tegas menyebut para pelaku pedofil sebagai aib bagi kemanusiaan.

“Di neraka ini terlah terjadi kejahatan massal yang keji…tetapi ada yang lebih buruk lagi, pengkhianatan kepercayaan, pengkhianatan moral, pengkhianatan terhadap anak-anak,” ungkapnya seperti dikutip dari Reuters.com.

Berdasarkan hasil penyelidikan, sebagian besar korban merupakan anak laki-laki berusia antara 10-13 tahun. Laporan inipun menjadi salah satu kasus yang mengguncang Gereja Katolik Roma setelah serangkaian skandal pelecehan seksual oleh para pemuka gereja Katolik di seluruh dunia.

Ketua Konferensi Waligereja Perancis Eric de Moulins-Beaufort, mengaku malu dengan hasil laporan tersebut. Dia bahkan menyebutnya sebagai serangan ‘bom’ bagi gereja Katolik dan sekaligus meminta maaf serta berjanji akan menyelesaikan kasus ini.

 

Baca Juga: Mengerikan, Pendeta Ini Lakukan Pelecehan Seksual Pada Anak-anak, Bahkan Pada Putrinya

 

Sementara Sauve mengingatkan bahwa kasus pelecehan seksual di lingkungan gereja masih terus berlanjut. Bahkan di tahun 2000-an, gereja Katolik menunjukkan ketidakpeduliannya kepada para korban dan baru mulai memberikan perhatian sejak tahun 2015 silam menyusul terkuaknya kasus-kasus pelecehan seksual di gereja Katolik.

Tim penyidik pun mendesak gereja Katolik untuk bertanggung jawab atas apa yang terjadi dan memastikan laporan tersebut diteruskan ke lembaga hukum di negara itu. Mereka juga mendesak gereja untuk memberikan kompensasi secara materi kepada para korban untuk menjalani perawatan demi memulihkan trauma pelecehan seksual yang mereka alami.

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Sumber : Reuters.com | Bbc.com
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami