Lewat Penderitaan Tuhan Mau Hidupmu Berubah

Lewat Penderitaan Tuhan Mau Hidupmu Berubah

Lori Official Writer
      1048

1 Petrus 3: 17

Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, dari pada menderita karena berbuat jahat.

 

 

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 13; Matius 13; Kejadian 25-26

Penderitaan bukanlah topik renungan harian yang sering kita dengar. Karena biasanya kita ingin memulai atau mengakhiri hari kita dengan pujian, atau jauh lebih baik memuji Tuhan daripada hanya fokus pada rasa sakit dan masalah kita.

Tapi intinya, saat kita merenungkan tema hari ini yaitu penderitaan, sejujurnya kita semua pasti pernah mengalami rasa sakit dan masalah. Baik itu orang percaya maupun yang tidak percaya. Orang Kristen yang sudah dewasa rohani maupun bayi rohani. Merah dan kuning, hitam dan putih. Semua orang, sejak dilahirkan, telah berjuang, mencoba, gagal, terluka, berdosa, salah paham dan bereaksi. 

Umat manusia mengalami persaudaraan sejati karena penderitaan, walaupun penderitaan yang dialami setiap orang kadarnya relatif. Maksudnya, masalah seseorang mungkin terdengar simpel, bahkan dianggap sepele oleh orang lain. Seperti ada banyak yang berkata, 'Masalahmu tidak seberapa dibanding dengan masalah yang harus aku tanggung!’

Tapi kita bisa merasakan kesedihan dan kesulitan itu dengan nyata. Itu adalah salah satu alasan kenapa aku tidak mendukung orang-orang yang berkata bahwa hidup mereka bukanlah ‘dunia nyata’. Mereka berpikir jika tempat dimana mereka berada kebal dari masalah apapun.

Penderitaan itu begitu nyata. Tidak ada alasan bagi orang Kristen manapun berharap terhindar dari masalah. Karena kita hidup mengikuti ‘Penderitaan Kristus’. Bilur-bilur-Nya sudah menyembuhkan kita dan kadang-kadang kita merasakannya, sebagaimana kita pantas menerimanya melebihi Dia. 

Jika kita setuju bahwa tak seorangpun yang mampu menghapus dosa kecuali Tuhan, tak peduli dimana mereka berada atau seberapa berat atau sulitnya yang mereka hadapi, lalu berapa banyak dari kita yang setuju bahwa tak seorangpun yang bisa terhindar dari penderitaan?

Perhatikan, apa pesan Petrus melalui ayat hari ini? Dia menyampaikan bahwa “lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, dari pada menderita karena berbuat jahat.” Sebagai tambahan, sebagian masalah dalam hidupmu mungkin adalah akibat dari pilihanmu sendiri. Sementara rasa sakit lainnya mungkin secara alami adalah risiko dari imanmu. Kebenaran membuatmu merasa sakit ketika menyaksikan ketidakadilan dan kesulitan di sekitarm. Atau karena iman, kamu dianiaya dan dunia bahkan memandangmu rendah.

Penderitaanmu adalah cara Tuhan untuk mendidik dan membantumu untuk mengarungi perjalanan hidup. Kamu mungkin membencinya, tapi penderitaan adalah bagian dari hidup. Dia akan selalu ada baik ketika kamu melakukan yang benar ataupun yang buruk. Tapi tentu saja hasilnya akan berbeda.

Sekalipun kita bisa memilih menghindari penderitaan dengan cara tidak melakukan apa-apa atau memilih memisahkan diri dari kehidupan dan semua rasa sakit. Bagaimanapun, kita pasti akan menghadapinya. Tidak ada kepompong yang memilih tetap menjadi kepompong untuk selamanya. Ada waktunya, dia tumbuh menjadi dewasa dan siap menghadapi dunia. 

Selama kita hidup, kita akan melewati setiap tingkatan perjuangan yang berbeda-beda. Karena jika serangga tumbuh tanpa melalui hambatan, dia akan menjadi binatang yang tidak bisa terbang. Jadi, angkatlah penderitaanmu hari ini. Percayalah bahwa penderitaan membantumu berubah menjadi lebih baik. 

Lewat penderitaan, kita merasakan ikatan persaudaraan di dalam Kristus dan menaruhkan rasa empati di hati kita terhadap keadaan di sekitar kita.

 

Hak cipta Shawn McEvoy, disadur dari Crosswalk.com

Ikuti Kami