Jangan Mau Terus-terusan Terjebak dalam Hubungan Toxic! Cari Tahu Dampak & Jalan Keluarnya

Jangan Mau Terus-terusan Terjebak dalam Hubungan Toxic! Cari Tahu Dampak & Jalan Keluarnya

Claudia Jessica Official Writer
288

Saya yakin tidak ada satu pun orang yang ingin berada dalam toxic relationship.

Toxic relationship atau hubungan beracun adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan hubungan yang tidak sehat dan berdampak buruk terhadap kondisi fisik maupun mental seseorang.

Jika Anda merasa selalu direndahkan, diperlakukan tidak adil, menjadi sasaran amarah dari pasangan (bisa juga dari orang lain seperti teman, keluarga, dan lainnya) hal tersebut dapat dikategorikan dalam toxic relationship. Hubungan yang toxic tidak bisa membuat Anda bahagia.

Namun tidak sedikit orang yang memilih untuk bertahan dalam keadaan seperti ini. Biasanya orang yang terikat dalam toxic relationship cenderung kesulitan dalam mendapatkan kebebasan karena 3 faktor. Yaitu tingkat kepuasan, kurangnya alternatif, dan banyaknya investasi dalam hubungan.

1. Tingkat kepuasan dalam berhubungan atau seberapa jauh rasa puas Anda dalam menjalin hubungan bersama seseorang. Hal ini dapat dilihat dari perbandingan antara perasaan positif dan negatif yang Anda dapatkan. Semakin banyak mendapatkan hak positif, maka rasa puas dalam hubungan akan semakin tinggi, begitu pula sebaliknya. Jika Anda lebih banyak merasa stres, tidak bahagia, artinya tingkat kepuasan dalam hubungan Anda rendah.

2. Kurangnya alternative. Penilaian terhadap suatu hal atau orang lain yang bisa memenuhi kebuthan Anda yang dapat menggantikan peran pasangan. Misalnya, apakah ada orang yang dapat memberikan kasih sayang dan dukungan kepada Anda ketika membutuhan sosok tersebut. Jika tidak ada, artinya kualitas alternatif yang Anda miliki rendah sehingga komitmen terhadap pasangan menjadi lebih besar.

3. Besaran investasi terdiri dari usaha, waktu, dan uang. Semakin banyak investasi yang Anda berikan, maka komitmen Anda dalam hubungan akan semakin tinggi dan Anda akan semakin sulit untuk lepas dari hubungan tersebut. Rasanya semua investasi yang diberikan akan sia-sia jika hubungan berakhir.

 

BACA JUGA: Kamu Harus Tahu 5 Tanda Toxic Relationship Ini Bisa Menghancurkan Dirimu

Meski tingkat kepuasan rendah, sering kali kekurangan alternatif atau sudah memberikan investasi dalam hubungan terlalu banyak sehingga orang-orang terjebak dalam toxic relationship. Hasil penelitian Carl Rusbult dan John Mortz menunjukkan bahwa perempuan yang telah berinvestasi besar dalam hubungan namum tidak memiliki alternatif, cenderung akan bertahan dalam toxic relationship sekalipun sudah masuk ke dalam kategori abusive.

Berdasarkan tiga hal yang dijelaskan di atas, ada dua cara yang bisa dicoba untuk melepaskan diri dari hubungan yang toxic.

1. Tingkatkan keberadaan alternatif

Pertama-pertama Anda bisa membuat beberapa daftar mengenai dampak dari hubungan yang Anda jalani saat ini ke dalam kehidupan Anda. Tujuannya adalah untuk meyakinkan diri Anda dan mencari alternatif lain. Setelahnya Anda bisa mulai daftar alternatif yang Anda tulis, misalnya seperti membangun hubungan dengan teman atau lingkungan sekitar agar menjadi tempat alternatif dalam mendapatkan hubungan apa bila hubungan Anda telah berakhir.

2. Exit strategi

Rencana tentang hal apa yang akan Anda lakukan seandainya hubungan toxic Anda sudah berakhir. Misalnya fokus untuk mengembangkan diri, mempererat hubungan dengan teman atau keluarga, atau mencoba membuka hati kepada orang baru.

3. Investasi pada diri sendiri

Hubungan toxic sedikit banyak merusak gambar diri Anda. Cintai dirimu dan ketahuilah bahwa Anda layak dicintai, Anda diciptakan sempurna segambar dengan Allah (Kej. 1: 27), Allah mengasihi Anda apapun kondisinya (Yoh. 3: 16).

Anda juga bisa mengembangkan kebiasaan baru atau hal-hal yang menjadi passion Anda. Hal tersebut akan membuat Anda lebih puas terhadap diri sendiri dan lebih mudah untuk keluar dari toxic relationship.

BACA JUGA: Pernah Alami Toxic Relationship, Kierra Sheard Kini Telah Dapatkan Jawaban Doanya

Masalah toxic relationship memang tidak mudah untuk diatasi. Rasa sakit dari perpisahan adalah perasaan yang nyata. Namun pada akhirnya, Anda akan menyadari bahwa Tuhan sedang bekerja. Tuhan mampu menggunakan krisis untuk mengajari kita apa yang perlu diketahui tentang diri sendiri, cinta, dan kehilangan.

Tuhan dapat menyediakan kekuatan yang Anda butuhkan, karena Dia benar-benar menginginkan yang terbaik untuk hidup Anda (Yes. 41: 10). Mendekatlah kepada-Nya setiap hari saat Anda bekerja melalui rasa sakit karena melepaskan, percaya bahwa Dia akan membawa Anda melewatinya (Roma 8: 28). Entah bagaimana, Tuhan dapat menenun pelajaran yang sulit dan air mata yang pahit menjadi berkat yang luar biasa.

Sumber : berbagai sumber
Halaman :
1

Ikuti Kami