Bukan Cuma Covid-19, KKB Ikut Jadi Ancaman. Bagaimana Persiapan PON XX Oktober di Papua?

Bukan Cuma Covid-19, KKB Ikut Jadi Ancaman. Bagaimana Persiapan PON XX Oktober di Papua?

Lori Official Writer
324

Pekan Olahraga Nasional XX akan digelar sejak 2-15 Oktober 2021. Pembukaan ajang olahraga empat tahunan ini akan dilakukan secara langsung oleh Presiden Joko Widodo pada 2 Oktober 2021 pukul 19.00 WIT bertepat di Stadion Utama Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura.

Lalu bagaimana persiapan PON XX ini menjelang pembukaan tersebut? Apakah kondisi Papua dianggap aman mengingat ancaman pandemi Covid-19 yang masih berlangsung dan juga serangan KKB yang terjadi baru-baru ini?

 

Cegah Penularan Covid-19 Dengan Prokes Ketat

Sebagaimana disampaikan oleh Ketua Harian Pengurus Besar PON XX Papua Yunus Wonda. Perayaan kegiatan olahraga ini akan dilangsungkan dengan mengutamakan kesehatan dan keselamatan.

Untuk menjamin pencegahan penularan virus Covid-19, panitia telah menetapkan protokol kesehatan yaitu wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebagai sarana skrining untuk memasuki arena PON XX.

Pemerintah menegaskan bahwa meski digelar di tengah pandemi, namun pelaksanaan PON XX akan digelar dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Kegiatan apapun yang melibatkan banyak orang, tentu memiliki risiko penularan Covid-19. Hal ini yang kita waspadai bersama. Karena itu, untuk penyelenggaraan PON XX Papua, kita harus melakukan upaya mitigasi secara matang guna menekan kemungkinan penyebaran virus,” terang Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate.

Selain melakukan skrining, kapasitas penonton juga akan dibatasi menjadi maksimal 25 persen dari kapasitas gedung. Para penonton juga ditetapkan memenuhi syarat wajib vaksinasi jika ingin menyaksikan kompetisi secara langsung di arena.

 

Baca Juga: Bukan Hanya Olahraga, Rusun PON XX Papua Juga Diizinkan Untuk Kegiatan Keagamaan Lho…

 

Polri dan TNI Siapkan Rencana Keamanan Ketat

Dua minggu belakangan ini Papua tampak terus dibayangi oleh serangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di beberapa wilayah di Papua. Hal ini tentu saja meningkatkan ketegangan di tengah pelaksanaan PON XX di awal bulan Oktober 2021 mendatang.

Sebagaimana diketahui, pada Selasa, 21 September 2021, kelompok kriminal bersenjata (KKB) kembali melakukan baku tembak dengan aparat TNI di bandara Kiwi, Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang. 

Akibat dari adu tembak ini, seorang prajurit TNI tewas tertembak saat hendak mengawal proses evakuasi jemazah Nakes Gabriella Meilani yang meninggal dunia saat baku tembak di Puskesmas Kiwirok.

Pihak KKB telah mengkonfirmasi melakukan penyerangan dan pembakaran sejumlah fasilitas publik, termasuk layanan kesehatan di Pegunungan Bintang. 

Penyerangan tersebut mendapat kecaman dari sejumlah pihak termasuk Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Mereka meminta aparat fokus mengamankan nakes yang bekerja di seluruh wilayah di Papua.

“Kami meminta kepada pemerintah daerah provinsi Papua beserta TNI/Polri untuk menjamin keamanan dan keselamatan tenaga kesehatan yang bertugas di seluruh wilayah Papua,” ungkap Ketua IDI Wilayah Papua Donald Aronggear.

 

Baca Juga: Ikut Ibadah Natal, Simon dan Joni Lolos dari Pembantaian KKB di Nduga. Begini Ceritanya…

 

Terkait serangan membabi buta ini, pihak kepolisian menegaskan sudah membuat rencana pengamanan yang ketat dari serangan terrorisme saat penyelenggaraan PON XX mendatang.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono menyampaikan bahwa pihaknya sudah memetakan berbagai kemungkinan terkait pelaksanaan PON XX di Papua.

“Dalam rangka PAM POM XX di Papua, Polri bersama TNI dan instansi lainnya telah menyiapkan rencana pengamanan dari kegiatan tersebut. Telah diidentifikasi berbagai hal-hal yang kemungkinan akan muncul. Salah satunya adalah gangguan dari KKB. Itu sudah teridentifikasi,” terang Rusdi.

Sementara untuk api abadi PON akan dibawa dari Sorong pada 26 September mendatang menuju Biak dan akan bermalam di kota tersebut sebelum diterbangkan lagi ke Timika pada 28 September. 

Setelah itu api PON akan diarak di kota Mimika dan diterbangkan kembali keesokan harinya ke Wamena, Jayawijaya. Dari sana, api PON akan digiring ke Wamena ke Merauke dan akan tiba di Bandara Sentani, Jayapura dan diarak keliling kota hingga diantar ke kediaman Gubernur Papua Lukas Enembe di Gedung Negara Jayapura.

Setekah bermalam di Gedung Negara Jayapura, api PON akan diserahkan kembali kepada Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano untuk diteruskan ke Bupati Jayapura Mathius Awotiauw. Kemudian api PON akan dibawa melintasi Danau Sentasi dengan menggunakan perahu tradisional menuju Kalkote.

Mari berdoa supaya pelaksanaan empat tahunan ajang olahraga ini bisa berjalan dengan baik dan aman. Perlindungan dan penjagaan Tuhan juga ada atas Polri dan TNI, para peserta dari 34 provinsi Indonesia serta seluruh masyarakat Papua.

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami