Mengapa 666 Disebut Sebagai Tanda Binatang?

Mengapa 666 Disebut Sebagai Tanda Binatang?

Claudia Jessica Official Writer
1111

Kitab Wahyu menyebutkan jumlah Antrikristus, yaitu 666. Angka ini disebutkan dalam Alkitab terjemahan Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS), “Di sini perlu ada hikmat. Orang yang bijaksana dapat menghitung arti dari angka binatang itu, sebab angka itu adalah nama seorang manusia. Angkanya ialah 666.”

Enam adalah numerologi alkitabiah yang berarti kurang sempurna karena kesempurnaan diwakili oleh angka tujuh. Enam adalah angka yang mewakili manusia, sedangkan tujuh adalah angka yang mewakili kesempurnaan. Jadi 666 merujuk pad humanis klasik.

Kitab Wahyu memberitahu kita bahwa angka 666 adalah tanda Antikristus, akan dicap pada tangan dan dahi setiap orang di dunia selama pemerintahan Antikristus.

Dahi mewakili keinginan dan kemauan kita, sedangkan tangan mewakili aktivitas yang kita kerjakan. Entah bagaimana, Antikristus akan mendapatkan jejaknya pada setiap orang dimanapun mereka berada, mendatangkan mereka, melalui kehendak dan tindakan mereka untuk melayani dia.

 

Saat ini sudah ada Teknik dimana sebuah jejak dapat dibuat di tangan dan dahi manusia. Jejak ini dapat dibaca oleh laser dan menunjukkan semua informasi seseorang seperti kredit, golongan darah, kota tempat tinggal, dan informasi penting lainnya.

BACA JUGA: Apa Yang Dimaksud Dengan Angka 666 Dalam Kitab Wahyu?

Kecanggihan teknologi di zaman sekarang ini dapat digunakan untuk mengontrol populasi, kredit, hingga pergerakan seseorang. Ada sesuatu yang disebut dengan “kartu pintar”, memiliki microchip kecil yang di dalamnya berisikan data biografi, informasi kredit yang dapat direvisi, dan microchip ini dapat ditanamkan di bawah kulit.

Setiap kali seseorang melakukan pembelian, “kartu pintar” dapat mengurangi jumlah dari saldo kredit, dan setiap kali orang tersebut menyetor uang, dapat ditambahkan ke saldo kredit. Catatan setiap orang kemudian dapat disimpan dalam system computer raksasa yang saling terhubung.

Tidak terlalu mengada-ada untuk berpikir bahwa Antikristus dapat memaksakan kontrol populasi dengan tanda yang sama. Dalam kitab Wahyu disebutkan, “Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya, dan tidak seorang pun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya.” (Wahtu 13: 16-17)

Alkitab memperingatkan kita bahwa jika kita memiliki tanda dari Binatang itu, maka kita akan mengalami nasib buruk dari Binatang itu (lihat Wahyu 14:11 ).

Jika kita menganggap dahi sebagai pusat kehendak dan tangan sebagai simbol dari apa yang kita lakukan, tampaknya tanda itu lebih dari sekadar jejak laser komputer. Apa yang sebenarnya kita bicarakan di sini adalah siapa yang mendapatkan kesetiaan kita.

Akankah kita memberikan kepada Antikristus pikiran dan pekerjaan kita? Jika kita setia kepada Tuhan, kita tidak akan melayani Antikristus, dan kita tidak akan mengambil tandanya atas kita.

Kutipan diambil dari Answers to 200 of Life's Most Probing Questions, Hak Cipta 1984 oleh Pat Robertson.

BACA JUGA: Ditawari Nomor 666, Atlet SMA Pilih Mundur dari Lomba

Sumber : CBN
Halaman :
1

Ikuti Kami