Anak Tersesat Dalam Pergaulannya? Bawa Mereka Kembali Dengan Cara yang Alkitabiah Ini

Anak Tersesat Dalam Pergaulannya? Bawa Mereka Kembali Dengan Cara yang Alkitabiah Ini

Claudia Jessica Official Writer
560

Banyak orang tua yang hidupnya dipenuhi kekhawatiran karena perilaku anak mereka yang nakal. Mungkin Anda salah satunya?

Ini adalah situasi yang tidak menyenangkan bahkan cenderung menakutkan karena membuat para orang tua merasa tidak berdaya. Jika Anda berada pada situasi seperti ini, ketahuilah bahwa Anda tidak sendiri.

Ada ratusan ibu yang berbagi rahasia mereka dalam mempertahankan harapan untuk anak-anak mereka yang nakal sekalipun situasinya terlihat mustahil dan membuat Anda merasa putus asa.

Jawaban mereka sama. Harapan mereka ada pada Tuhan, bukan pada anak mereka. Mereka percaya Tuhan mampu mengembalikan hati anak-anak mereka. Untuk itu, berdoalah demikian untuk anak Anda yang tersesat:

1. Perkatakan Firman Tuhan untuk anak

Seorang ibu bernama Janice menceritakan bagaimana dia menyaksikan putrinya merusak dirinya sendiri dengan narkoba dan gaya hidup berbahaya selama beberapa tahun dan Tuhan mengembalikkan hari putrinya.

Janice bercerita, satu-satunya penghiburan selama musim pemberontakan putrinya adalah memperkatakan Firman Tuhan untuk putrinya. Yesaya 49:16,

“Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku.”

Ayat ini sebenarnya mengacu kepada bekas paku di tangan Yesus. Hal itu melambangkan bahwa Yesus tahu dia akan mati untuk setiap anak-Nya yang terukir di tangan-Nya.

“Sungguh melegakan mengetahui bahwa nama putri saya terukir di tangan Yesus,” kata Janice.

2. Berdoa dengan fokus pada karakter Tuhan

Seorang ibu yang putranya menjalani wajib militer dan harus mengalami desersi (pergi tanpa izin dan dilakukan dengan tanpa tujuan kembali) mengatakan bahwa ia menemukan penghiburan dan harapan dalam Firman Tuhan, terutama ayat-ayat yang berbicara tentang karakter Tuhan.

“Salah satu Firman Tuhan paling umum yang saya doakan untuk putra saya adalah Mazmur 139, betapa damai mengetahui bahwa Tuhan ada bersamanya dalam kegelapan, dalam terang, bangun, tidur.

Dari Mazmur 139 saja kita didorong untuk mengetahui bahwa Allah adalah pribadi yang:

- Menyelidiki kami dan mengenal kami dari dalam ke luar (ayat 1)

- Mengetahui setiap tindakan dan pikiran kita (ayat 2-3)

- Mengetahui apa yang akan kita katakan sebelum kita mengatakannya (ayat 4)

- Mengikuti kami kemanapun kami pergi (ayat 8-12)

- Membentuk kami dan menjaga kami sejak kami dalam kandungan (ayat 13-15)

- Menulis kisah hidup kami dalam kitab-Nya bahkan sebelum kita menjalaninya (ayat 16)

- Memikirkan pikiran kita yang tak terhitung banyaknya (ayat 17-18)

- Mengetahui kecemasan kita (ayat 23)

- Menghukum kami atas pelanggaran kami dan menuntun kami ke arah yang benar (ayat 24)

Mazmur itu mengingatkan kita bahwa Tuhan lebih akrab dengan anak kita dan Dia lebih tahu keberadaan anak-anak kita daripada diri kita sendiri.

BACA JUGA: 2 Ayat Penting Bagi Orangtua, Sebuah Pengingat Untuk Terus Mengasihi & Mengampuni

3. Berdoalah agar anak mengenali suara Tuhan

Seorang ibu dari enam anak mengatakan demikian, “Saya selalu berdoa agar Tuhan bersuara dengan kepada anak-anak saya.”

Anak-anak dapat mendengar suara kita namun mereka mungkin mencoba menutup suara itu jika hari mereka mengeras. Namun, anak-anak akan mendengar suara teman, dan suara musuh yang berusaha menyesatkan mereka. Namun kita ingin agar suara Tuhan, Roh Kudus-Nya lebih nyaring dari suara lain.

Sebutlah nama anak Anda ketika berdoa dan minta Tuhan agar anak-anak peka terhadap perkataan Tuhan dan kembali kepada jalan yang lurus.

 

Baca halaman selanjutnya -->

4. Minta hikmat kepekaan untuk mengetahui kapan harus bicara dan kapan harus diam

Akan tiba saatnya ketika kata-kata Anda tidak didengarkan, tetapi Tuhan tidak akan pernah melakukannya. Berdoalah untuk hikmat sehingga Anda tahu kapan harus berbicara, dan apa yang harus diucapkan, dan kapan harus diam agar Tuhan dapat berbicara.

5. Pujilah Tuhan untuk apa yang belum Anda lihat

Ada tiga ayat dalam Alkitab yang dengan jelas menguraikan kehendak Tuhan bagi kita sebagai individu, sebagai orang tua, dan sebagai anak-anak Tuhan.

1 Tesalonika 5:16-18 - “Bersukacitalah senantiasa. Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.”

Bergembira, selalu berdoa, mengucap syukur kepada Tuhan untuk semua keadaan bukan hanya ketika Anda merasa nyaman.

Bersyukurlah kepada Tuhan untuk sesuatu dalam hidup anak Anda yang tidak biasanya disyukuri, sebagai cara untuk mempercayai pekerjaan-Nya dalam hidup anak Anda. Ini adalah cara mengakui bahwa Tuhan memegang kendali dan cara nyata untuk menunggu dengan penuh harapan bahwa Tuhan akan bertindak.

6. Berdoalah agar mereka segera Kembali

Ketika Anda beroda, sebutkanlah nama anak Anda dan sisipkan beberapa Firman Tuhan ini:

Mazmur 51:12 tentang menahirkan hati dan memperbarui semangat yang ada di dalam dirinya.

Mazmur 71: 20, katakan bahwa Tuhan akan menghidupkan kembali setelah badai.

BACA JUGA: Ini Alasan Orangtua Dilarang Ucapkan Kata Negatif ke Anak

7. Berdoalah untuk melembutkan hati Anda sendiri

Alkitab berkata bahwa kita semua seperti domba yang tersesat (Yesaya 53:6). Ketika kita memeriksa padang rumput lainnya, kita mengembara dan tidak sadar bahwa kita telah pergi terlalu jauh. Kita tersesat dan serigala tengah mengintai kita di semak-semak dan menunggu waktu yang tepat untuk melahap kita. Tetapi Yesus menceritakan kisah yang menyamakan Allah kita sebagai Bapa yang pemaaf mengawasi jalan, menunggu kita pulang, dan kemudian berlari menyambut kita (Lukas 15).

Berdoalah agar Anda menjadi orang tua yang nantinya akan menyambut kepulangan anak Anda dengan hangat, dengan pengampunan serta dengan kemurahan hati.

Saat kita menyerahkan anak-anak kita kepada Tuhan melalui doa, kita dapat percaya bahwa mereka ada di tangan-Nya dan Dia akan melakukan pekerjaan apapun yang Dia ingin lakukan di dalam diri mereka untuk kemuliaan-Nya.

Kita bisa khawatir atau kita bisa berdoa. Kita bisa stres atau kita bisa percaya. Kita dapat tidak tidur dengan mencoba mengendalikan setiap langkah mereka atau kita dapat beristirahat di dalam Dia yang sudah mengendalikan hidup mereka, apakah mereka bertindak seperti itu atau tidak.

Kekuatan manusia tidak mampu mengubahkan hati seseorang, termasuk anak sendiri. Namun, semua hal akan berubah jika Tuhan telah campur tangan. Jangan lupa bahwa kita memiliki kekuatan yang mampu mengalahkan setiap permasalahan kita. Libatkan Tuhan dalam setiap aspek kehidupanmu.

Matius 21:22 "Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya."

Sumber : iBeleve
Halaman :
Tampilkan per Halaman

Ikuti Kami