Anak Tersesat Dalam Pergaulannya? Bawa Mereka Kembali Dengan Cara yang Alkitabiah Ini

Anak Tersesat Dalam Pergaulannya? Bawa Mereka Kembali Dengan Cara yang Alkitabiah Ini

Claudia Jessica Official Writer
455

4. Minta hikmat kepekaan untuk mengetahui kapan harus bicara dan kapan harus diam

Akan tiba saatnya ketika kata-kata Anda tidak didengarkan, tetapi Tuhan tidak akan pernah melakukannya. Berdoalah untuk hikmat sehingga Anda tahu kapan harus berbicara, dan apa yang harus diucapkan, dan kapan harus diam agar Tuhan dapat berbicara.

5. Pujilah Tuhan untuk apa yang belum Anda lihat

Ada tiga ayat dalam Alkitab yang dengan jelas menguraikan kehendak Tuhan bagi kita sebagai individu, sebagai orang tua, dan sebagai anak-anak Tuhan.

1 Tesalonika 5:16-18 - “Bersukacitalah senantiasa. Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.”

Bergembira, selalu berdoa, mengucap syukur kepada Tuhan untuk semua keadaan bukan hanya ketika Anda merasa nyaman.

Bersyukurlah kepada Tuhan untuk sesuatu dalam hidup anak Anda yang tidak biasanya disyukuri, sebagai cara untuk mempercayai pekerjaan-Nya dalam hidup anak Anda. Ini adalah cara mengakui bahwa Tuhan memegang kendali dan cara nyata untuk menunggu dengan penuh harapan bahwa Tuhan akan bertindak.

6. Berdoalah agar mereka segera Kembali

Ketika Anda beroda, sebutkanlah nama anak Anda dan sisipkan beberapa Firman Tuhan ini:

Mazmur 51:12 tentang menahirkan hati dan memperbarui semangat yang ada di dalam dirinya.

Mazmur 71: 20, katakan bahwa Tuhan akan menghidupkan kembali setelah badai.

BACA JUGA: Ini Alasan Orangtua Dilarang Ucapkan Kata Negatif ke Anak

7. Berdoalah untuk melembutkan hati Anda sendiri

Alkitab berkata bahwa kita semua seperti domba yang tersesat (Yesaya 53:6). Ketika kita memeriksa padang rumput lainnya, kita mengembara dan tidak sadar bahwa kita telah pergi terlalu jauh. Kita tersesat dan serigala tengah mengintai kita di semak-semak dan menunggu waktu yang tepat untuk melahap kita. Tetapi Yesus menceritakan kisah yang menyamakan Allah kita sebagai Bapa yang pemaaf mengawasi jalan, menunggu kita pulang, dan kemudian berlari menyambut kita (Lukas 15).

Berdoalah agar Anda menjadi orang tua yang nantinya akan menyambut kepulangan anak Anda dengan hangat, dengan pengampunan serta dengan kemurahan hati.

Saat kita menyerahkan anak-anak kita kepada Tuhan melalui doa, kita dapat percaya bahwa mereka ada di tangan-Nya dan Dia akan melakukan pekerjaan apapun yang Dia ingin lakukan di dalam diri mereka untuk kemuliaan-Nya.

Kita bisa khawatir atau kita bisa berdoa. Kita bisa stres atau kita bisa percaya. Kita dapat tidak tidur dengan mencoba mengendalikan setiap langkah mereka atau kita dapat beristirahat di dalam Dia yang sudah mengendalikan hidup mereka, apakah mereka bertindak seperti itu atau tidak.

Kekuatan manusia tidak mampu mengubahkan hati seseorang, termasuk anak sendiri. Namun, semua hal akan berubah jika Tuhan telah campur tangan. Jangan lupa bahwa kita memiliki kekuatan yang mampu mengalahkan setiap permasalahan kita. Libatkan Tuhan dalam setiap aspek kehidupanmu.

Matius 21:22 "Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya."

Sumber : iBeleve
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami