5 Efek Long Covid Ini Umum Dialami Saat Terpapar Covid-19, Begini Cara Penanganannya…

5 Efek Long Covid Ini Umum Dialami Saat Terpapar Covid-19, Begini Cara Penanganannya…

Lori Official Writer
570

Long Covid-19 adalah efek berkepanjangan yang ditimbulkan oleh virus Covid-19 terhadap para penderitanya. 

Efek ini sendiri dialami oleh setiap penderita yang terpapar Covid-19 secara beragam. Dimana ditemukan 1 dari tiap 10 pasien Covid-19 bisa mengalami efek Long Covid ini hingga 12 minggu pasca sembuh.

Berikut 5 efek Long Covid yang biasa dialami oleh penderita.

1. Hilang Indra Penciuman atau Anosmia

Kehilangan penciuman atau anosmia seringnya disadari oleh penderita Covid-19 bahkan sejak awal terpapar hingga pasca sembuh.

Dalam kondisi ini, anosmia bisa bertahan cukup lama bagi sebagian penderita. Seperti dialami rekan terdekat penulis, mengakui jika anosmia yang dialaminya bertahan hingga dua minggu pasca sembuh.

Anosmia ini umumnya disebabkan oleh pembengkakan atau penyumbatan di rongga hidung yang membuat atau aroma tertentu tidak bisa terdeteksi oleh saraf di dalam hidung. Sampai saat ini, anosmia diyakini terjadi karena virus menyerang sistem saraf penciuman di dalam hidung.

Penanganan:

Untuk mengembalikan fungsi indra penciuman pasca sembuh sangat disarankan untuk melatih kembali penciuman dengan berbagai aroma. Setidaknya mulailah mengendus atau menikmati makanan beraroma yang berbeda selama dua kali dalam sehari.

Lakukan secara konsisten hingga indra penciuman memungkinkan untuk kembali mencium beragam aroma.

 

Baca Juga: Ini Panduan Cara Isolasi Mandiri Pasien OTG Hingga Sedang Dari Satgas Covid-19

 

2. Gangguan Tidur atau Insomnia

Sulit tidur atau insomnia juga bisa jadi efek Long Covid. Sama halnya dengan anosmia, gangguan tidur ini juga bisa muncul sejak awal terinfeksi virus Covid-19.  

Pada umumnya, penderita akan sulit memejamkan mata di jam-jam tidur malam. Sehingga kelelahan akibat kurang tidur pun terjadi. 

Penanganan:

Cara terbaik untuk mengatasi gangguan tidur adalah dengan menjaga pikiran tetap rileks, tidak stress dan cemas. Pola makan juga dinilai bisa mempengaruhi gangguan tidur. Karena itu disarankan untuk mengkonsumsi makanan seimbang selama masa pemulihan serta berolahraga dengan cukup serta terpapar sinar matahari setiap hari.

Namun jika kondisinya sudah terbilang parah dan berlangsung setiap hari, ada baiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

 

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Sumber : Jawaban
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami