#FaktaAlkitab: Nyaris Punah! Kaum Yahudi Selamat dari Pembunuhan Massal Karena Tokoh Ini

#FaktaAlkitab: Nyaris Punah! Kaum Yahudi Selamat dari Pembunuhan Massal Karena Tokoh Ini

Claudia Jessica Official Writer
529

Upaya pemusnahan seluruh Yahudi 

Beberapa waktu kemudian Ahasyweros menunjuk Haman, seorang yang terkemuka di kerajaan, untuk memegang jabatan khusus sebagai pembesarnya. Ahasyweros memerintahkan bahwa setiap hamba harus tunduk dan menyembah kepada Haman.

Namun Mordekhai tidak mau sujud di hadapan Haman. Mordekhai hanya akan sujud di hadapan Tuhan. Hal ini membuat Haman marah dan bermaksud untuk membunuh Mordekhai. Namun Haman menganggap bahwa dirinya terlalu hina jika hanya membunuh Mordekhai saja. Jadi Haman mencari ikhtiar untuk memusnahkan semua orang Yahudi, yakni bangsanya Mordekhai di seluruh kerajaan Persia. 

Dalam Ester 3:1 dituliskan bahwa Haman berasal dari Agag. Agag adalah nama raja Amalek (1 Sam. 15:8) yang dibunuh oleh raja Saul atas perintah Tuhan melalui nabi Samuel. Asal Haman dari Agag dituliskan dengan maksud untuk mempertemukan Haman dengan Mordekhai, dimana Mordekhai berasal dari suku Benyamin, sama seperti raja Saul yang juga dari Benyamin, yang telah membunuh Agag.

Haman kemudian memberi tahu raja Ahasyweros bahwa orang-orang Yahudi tidak mematuhi hukum raja, dan memberi usul agar orang Yahudi dibinasakan di seluruh kerajaan Persia. Raja Ahasyweros lalu memberikan kuasa kepada Haman dengan memberikan cincin meterainya (Ester 3:10). 

Oleh kuasa yang diberikan raja dengan lambang cincin meterai yang ada pada Haman, maka Haman kemudian menyusun aturan baru yakni ditetapkannya suatu hari khusus untuk membunuh dan memusnahkan semua orang Yahudi serta merampas seluruh harta mereka (Ester 3:9, 13). 

Perintah tersebut ditulis dalam kertas yang kemudian digulung dan ujungnya ditutup dengan lelehan lilin yang ditekan dengan cincin meterai. Pola cincin itu tertinggal di lilin dan menjadi tanda bahwa raja yang mengesahkan surat itu.

Segel raja itu adalah seperti tanda tangan yang dipakai di dokumen dan surat sekarang. Jika raja memberi cincin itu kepada orang lain, seperti kepada Haman (Ester 3:10-11), berarti orang itu juga bisa mengeluarkan titah apa saja dengan kuasa raja. 

Surat titah yang sudah ditulis dan dicap cincin meterai raja lalu disebarkan ke seluruh daerah wilayah kerajaan Persia, dari India hingga Etopia. Jika raja sudah mengeluarkan titah, maka titah itu sama sekali tidak bisa ditarik kembali (Ester 8:8).

 

Tindakan Ester 

Ketika Mordekhai mendengar orang Yahudi di seluruh kerajaan akan dibunuh, ia lalu mengenakan kain kabung dan abu. Di jaman itu kain kabung merupakan simbol dukacita atau pertobatan. Mordekhai lalu pergi memberitahukan berita ini kepada Ester. Mordekhai mengingatkan Ester bahwa bukan tidak mungkin Allah menjadikan Ester sebagai ratu di negeri Persia untuk tujuan ini. Ia lalu meminta Ester untuk berbicara kepada raja agar raja mengubah hukum Haman dan menyelamatkan orang-orang Yahudi.

Namun Ester takut, sebab terkadang raja membunuh orang yang datang untuk berbicara kepadanya tanpa undangan, kecuali raja mengulurkan tongkat emasnya dan itu tandanya orang yang berbicara padanya tidak dihukum mati.

Ester lalu meminta semua orang Yahudi dan hamba-hambanya untuk berpuasa bersamanya selama tiga hari. Setelah masa puasa selesai, Ester pergi menghadap raja, dan saat ia mendekati raja, tiba-tiba raja mengulurkan tongkatnya. Ini artinya raja senang bertemu dengan Ester dan Ester pun luput dari hukuman mati.

Lalu raja menanyakan apa yang dia inginkan, dan Ester memberi tahu bahwa bangsanya dalam bahaya karena hukum Haman yang isinya ia dan seluruh orang Yahudi dalam kerajaan akan dibunuh. 

Mendengar hal itu raja marah dan memberikan hukuman mati kepada Haman. Raja lalu membuat hukum baru yang melindungi orang-orang Yahudi. Yakni hukum dimana orang-orang Yahudi diizinkan untuk membela diri mereka jika ada yang mencoba untuk menyakiti mereka. Hal ini terkait dengan perintah sebelumnya yang tidak bisa dibatalkan (Ester 8:8).

BACA JUGA: 3 Pelajaran yang Bisa Kita Petik Soal Menjadi Istri yang Bijak dari Ester

Walaupun Haman berniat untuk membinasakan bangsa Yahudi, kisah ini berakhir dengan bangsa Yahudi mengalahkan semua musuh yang akan menyerang mereka. Sehingga orang-orang Yahudi yang berada di Persia luput dari Pembantaian.

Iman Ester kepada Tuhan dan keberaniannya untuk berbicara kepada raja berhasil menyelamatkan ia dan bangsanya. Alih-alih mendapatkan kesengsaraan dan pembantaian, bangsa Yahudi justru luput dari kemusnahan dan berpesta besar yang diperingati sebagai hari perayaan Purim, yakni hari pembebasan bagi orang Yahudi dari kekaisaran Persia yang hendak membunuh mereka. Perayaan Purim terus dirayakan setiap tahunnya hingga saat ini.

Kontroversi Kitab Ester 

 

Baca halaman selanjutnya -->

Sumber : jawaban.com
Halaman :
123Tampilkan Semua

Ikuti Kami