#FaktaAlkitab: Nyaris Punah! Kaum Yahudi Selamat dari Pembunuhan Massal Karena Tokoh Ini

#FaktaAlkitab: Nyaris Punah! Kaum Yahudi Selamat dari Pembunuhan Massal Karena Tokoh Ini

Claudia Jessica Official Writer
491

Kontroversi Kitab Ester 

Kitab Ester merupakan satu dari Kitab Perjanjian Lama yang termasuk dari kitab-kitab sejarah, yakni kitab-kitab yang memberikan gambaran perjalanan bangsa Israel. Kitab ini merupakan kitab yang unik dalam seluruh Perjanjian Lama.

Pertama kitab ini menggunakan nama perempuan, dan yang kedua kitab ini tidak menyebutkan kata “Tuhan” satu pun di dalamnya. Ketiadaan kata “Tuhan” di dalam kitab Ester memang cukup menjadi kontroversi tersendiri apakah kitab ini layak masuk dalam daftar Alkitab Perjanjian Lama. 

Meskipun nama “Tuhan” tidak muncul dalam kitab ini namun kitab ini mau menunjukkan kepada bangsa Yahudi bahwa dalam situasi yang kelam, “Tuhan” berkarya di belakang layar. Dalam kitab ini, Tuhan berkarya melalui iman dan keberanian Ester saat bertahan dalam pergumulan dengan mengucap syukur dan mengutamakan manfaat berdoa dan berpuasa.

Ester merupakan gambaran perempuan beriman dan bagaimana Tuhan bekerja di dalam dirinya. Keseluruhan karya Tuhan yang tersembunyi dalam kisah Ester ini menunjukkan bahawa Tuhan tidak diam dalam situasi apa pun.

 

Lokasi pemakaman Ester 

Alkitab tidak menjelaskan bagaimana kematian Ester dan lokasi pemakamannya. Namun pemerintah Iran mengklaim bahwa kubur Ester terletak di wilayahnya. Tempat makam Ester dan juga Mordekhai terletak di wilayah Hamedan, Iran. Hal ini juga diakui oleh Israel dan kaum Yahudi dunia mengingat Persia modern kini terletak di wilayah Iran. Bahkan lokasi makam keduanya diakui sebagai situs sejarah di Iran.

 

 

Kisah Ester dan konteks sejarah 

Ketika raja Persia bernama Koresh memperluas kerajaannya dengan menaklukan Babel, ia memerintahkan orang-orang Yahudi yang dibuang oleh raja Nebukadnezar di masa Kerajaan Babel untuk kembali ke Yerusalem. Namun tidak semua orang Yahudi meninggalkan Babel, sehingga ada komunitas orang Yahudi yang masih tinggal di kerajaan tersebut sampai pada saat pemerintahan raja Ahasyweros. 

Raja ini kemungkinan adalah Xerxes yang memerintah di Persia dari tahun 485 sampai 465 Sebelum Masehi dan dikalahkan pada saat berusaha untuk menjajah Yunani. 

BACA JUGA: Ini Alasan Kenapa Bangsa Israel Itu Istimewa di Mata Tuhan

Ester adalah teladan tentang bagaimana kekuasaan yang diperolehnya digunakan untuk kepentingan yang mulia, yakni mencegah pembantaian massal bangsa Yahudi.

Ester adalah perempuan Yahudi yang setia kepada Allahnya dan tradisi bangsanya meskipun berada di tengah-tengah pergaulan lingkungan istana Persia yang kerlip-gemerlap, megah dan mewah, namun penuh persaingan dan intimidasi.

Kekuasaan dan peluang yang dimilikinya tidak membuatnya “lupa daratan” dan “mabuk”, atau dimanfaatkan untuk memperkaya diri dan memuaskan kesenangannya pribadi.

Sebaliknya, ia memperjuangkan hak untuk hidup bermartabat, termasuk dalam menjalankan imannya bersama orang-orang Yahudi yang memilih menetap di Persia, bangsa yang tidak mengenal Allah.

 

Part I

Part II

Sumber : jawaban.com
Halaman :
123Tampilkan Semua

Ikuti Kami