Kisah Penginjil Satu Abad yang Setia Melayani Tuhan Hingga Akhir Hayat

Kisah Penginjil Satu Abad yang Setia Melayani Tuhan Hingga Akhir Hayat

Budhi Marpaung Official Writer
4899

Pastor Otis Clark adalah contoh hidup dari orang hidup karena kekuatan Roh Kudus. Ia memiliki pengalaman lebih dari setengah abad dalam memberitakan kabar baik kepada orang-orang yang belum mengenal Tuhan.

Clark, penginjil tertua di dunia, dikenal sebagai anggota gereja dari Azusa Street Mission di California dan bahkan ia dibaptis di gereja dimana ia melayani sampai dia meninggal pada 21 Mei 2012.

Sejak pertobatannya hingga memasuki usia 107 tahun, Clark tetap setia melayani Tuhan. Bahkan, dalam sebuah wawancara dengan CBN NEws, pria berusia lebih dari seabad ini mengaku terbuka untuk melakukan penginjilan bersama-sama dengan penginjil-penginjil muda di dunia semasa hidupnya.

 

Baca Juga: Tepat Berusia 99 tahun, Ini Harapan Billy Graham Untuk Dunia Yang Lebih Baik Lagi

 

Sejarah Hidup

Clark lahir pada tahun 1903, di Oklahoma yang saat itu belum merupakan negara bagian AS. Pada tahun 1921, ia pindah ke California untuk melarikan diri dari kerusuhan antara ras di Tulsa.

Selama di Los Angeles, Clark menjalani hidup duniawi. Mabuk dan dunia malam adalah kesehariannya. Hingga pada usia menginjak 25, ia harus menerima kenyataan di penjara karena kebiasaan mabuk menegak wiski.

Di saat inilah akhirnya Clark menerima Kristus. Tidak lama setelah lepas dari penjara ia pun mencari gereja, dan ternyata Tuhan membawanya ke Gereja Azusa. Di Gereja Azusa lah Clark memberi diri untuk dibaptis dan melayani.

Pada saat Azusa Street Mission sedang terjadi, pria ini berada di dalamnya. Bahkan setelah cukup lama berkecimpung di dalamnya, Clark diberikan kesempatan sebagai pemimpin dalam kegerakan yang menjadi asal muasal lahirnya gereja-gereja Pantekosta.

 

Baca Juga: Meninggal Diusia 99 Tahun, Billy Graham Tinggalkan Warisan Abadi Untuk Orang Percaya

 

Hidup Kuat

Walaupun sudah lama berkeliling memberitakan injil, baru pada usia 103 Clark dapat melayani di Afrika dimana satu tahun kemudian ia pun pulang ke AS. Setelah itu, dia berencana melanjutkan misi penginjilannya ke Jamaika.

Semasa hidupnya, Tuhan mengarunia umur panjang hingga mencapai 100 tahun. Uniknya, sampai usia uzurnya Clark tidak mengonsumsi obat dan tidak pernah berhenti mencari teman. Ia terus memberitakan injil ke seluruh dunia dan mengatakan kepada setiap orang yang diajaknya berbicara bahwa sumber kekuatan manusia terletak pada kehidupan doa yang mereka bangun setiap hari.

Mari mengenang Pastor Otis Clark sebagai penginjil yang patut kita teladani. Meskipun sudah tiada, kiranya semangat penginjilan yang sama bisa menular kepada orang-orang percaya di zaman ini.

 


Kamu diberkati dengan artikel-artikel kami? Mari dukung kami untuk terus menghasilkan konten-konten terbaik di website ini dengan menjadi mitra Jawaban.com. 

Buat kamu yang tergerak untuk bergabung yuk.

 

DAFTAR DI SINI

Sumber : cbn.com
Halaman :
1

Ikuti Kami