Konflik Israel-Palestina Kian Memanas, Gereja-gereja Dunia Doakan Terjadi Perdamaian

Konflik Israel-Palestina Kian Memanas, Gereja-gereja Dunia Doakan Terjadi Perdamaian

Lori Official Writer
414

Konflik Israel-Palestina yang dimulai sejak Jumat, 7 Mei 2021 lalu telah mengudang reaksi besar-besaran dari masyarakat global. Baik pendukung Israel maupun Palestina memilih untuk saling mengecam. 

Berbeda halnya dengan tindakan sebagian dari kalangan beragama di seluruh dunia. Seperti dikutip dari Christianpost.com, konflik antara Israel-Palestina yang semakin memanas mengundang keprihatinan dari gereja-gereja global terlebih konflik ini diklaim sebagai tindakan kekerasan terburuk sejak tahun 2014.

Para pemimpin evangelis di Amerika Serikat, misalnya, menetapkan hari Minggu, 16 Mei 2021 kemarin sebagai Hari Doa Sedunia dengan harapan Perdamaian dan Keamanan di Timur Tengah bisa terjadi.

“Kami menyerukan kepada kaum Evangelis dan yang ada di seluruh dunia untuk berdoa bagi Israel & Palestina yang menjadi korban militan Hamas,” tulis Pendeta Johnnie Moore, Presiden Kongres Pemimpin Kristen dan Pendeta Samuel Rodriguez dari Konferensi Kepemimpinan Kristen Hispanik Nasional pada Sabtu, 15 Mei 2021.

Sejak Senin, sedikitnya 181 orang meninggal di Gaza, termasuk 52 anak-anak dan 31 wanita dan sebanyak 1225 orang lainnya luka-luka. Sementara di pihak Israel, setidaknya 10 orang meninggal, termasuk dua anak.

 

Baca Juga: Bentrok Besar Israel-Palestina Bikin Pawai Bendera Hari Yerusalem Batal, Duh!

 

PBB dan Negara-negara Lain Serukan Gencatan Sejata

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) sendiri telah mengadakan pertemuan darurat pada Minggu, 16 Mei 2021 kemarin dengan agenda pembahasan untuk membahas diplomasi gencatan senjata antara Israel-Palestina.

Presiden AS Joe Biden juga sudah berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas dan mendesak kedua pemimpin negara ini melakukan de-eskalasi. Dia menegaskan kembali dukungannya terhadap hak Israel untuk membela diri sembari mengungkapkan keprihatinannya atas konflik yang melibatkan warga sipil, termasuk anak-anak.

Untuk pertama kalinya, seruan gencatan senjata ini disampaikan oleh Senator Demokrat AS Chris Murphy dan Senator Republik Todd Young. Keduanya menyampaikan pernyataan yang kuat dan rasional bagi Israel dan Palestina untuk mengakhiri perang.

“Israel memiliki hak untuk mempertahankan diri dari serangan roket Hamas, dengan cara yang sebanding dengan ancaman yang dihadapi warganya. Sebagai akibat dari serangan roket Hamas dan tanggapan Israel, kedua belah pihak harus menyadari bahwa terlalu banyak nyawa yang hilang dan tidak boleh meningkatkan konflik lebih jauh,” demikian disampaikan Murphy dan Young.

Lebih lanjut, mereka berharap kedua pihak yang berwenang sedang menjajaki gencatan senjata sebagai cara untuk mengakhiri konflik.

 

Baca Juga: Mengharukan! Pria Kristen Ini Berdoa di Antara Umat Muslim di Tengah Konflik Yerusalem...

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Sumber : Berbagai Sumber | Jawaban.com
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami