Dijuluki ‘Empowering People’, Demikian Ucapan Duka Dari Rekan Terdekat ke Raditya Oloan

Dijuluki ‘Empowering People’, Demikian Ucapan Duka Dari Rekan Terdekat ke Raditya Oloan

Lori Official Writer
1101

Pada 13 April 2021, saat masih menjalani perawatan, Raditya Oloan Panggabean menulis pesan terakhirnya tentang kondisi yang dialaminya. Dia mengingatkan bahwa segala sesuatu sesuai dengan waktunya Tuhan.

“Semua ada waktunya. Tapi semua waktu adalah pemberian dari Tuhan. Perhatikan bagaimana kita hidup dan menggunakan waktu untuk kemuliaan Tuhan,” tulis Radit lewat akun Instagramnya.

Siapa sangka ini jadi pesan terakhir darinya sebelum meninggal. 

Pesan yang sama juga disampaikan oleh rekan-rekan terdekatnya, salah satunya adalah Echa Soemantri. Setelah mengucapkan belasungkawa atas kepulangan Radit kepangkuan Bapa Surgawi, drummer kenamaan ini pun menyampaikan ucapan dukanya sekaligus rasa kagum yang mendalam kepada suami artis Joanna Alexandra itu.

“Selamat jalan Kak @radityaoloan. Kiranya pelayanan, penggembalaan yang selama ini dilakukan dan buah-buah yang ditanamkan membawa semakin banyak jiwa untuk mengenal kebenaran di dalam Tuhan,” tulis Echa.

 

Baca Juga: #RIP Raditya Oloan, Pendeta yang Radikal Jangkau Anak Muda Untuk Menjadi Utuh dan Asli

 

Bagi rekan-rekan lainnya, sosok Radit rupanya terbilang istimewa. Sebagai sesama pelayan anak muda, pendeta muda berambut gondrong ini dikenal dengan sikapnya yang kerap membangun semangat dan apa adanya. Tak heran jika dia dijuluki dengan ‘empowering people’.

Peter Kriss, salah satu rekan sekerja Radit dengan kagum menyampaikan hal tersebut. Lewat IG Story yang dibagikan, dia membenarkan jika Raditya Oloan merupakan sosok yang empowering people lantaran dia sendiri mengalaminya saat keduanya pertama kali bertemu beberapa waktu silam.

“Mungkin jika bukan karena ps Radit, saya sudah tidak di Jakarta. Saat itu saya merasa kiprah saya di Jakarta sudah selesai…Betul kata orang2 Radit itu Empowering People. Di saat yang lain sangsi, ps Radit memberikan kepercayaan untuk mengajar,” tulisnya di akun @peterskriss.

Dia pun turut berduka karena Pahlawan Iman yang dia baru kenal itu sudah menyelesaikan tugasnya di dunia. “Kau akan dirindukan dan tak akan mudah dilupakan. Daun-daun boleh berguguran tapi tunas-tunas MUDA pasti bersemi. Sampai bertemu lagi di kekekalan dalam tubuh kebangkitan Radit! Love you brother!” lanjutnya.

Rekan sepelayanan anak muda, Pendeta Christopher Tapiheru bahkan menuturkan kehilangan yang mendalam. Meski begitu, dia mengaku begitu bangga karena pernah melayani generasi bersama-sama.

"Gak pernah gw berhenti bangga bisa melayani generasi barengan ama loe Dit. Selalu gw ungkapin rasa bangga gw akan loe & @mudauntukindonesia ke siapapun yang bertanya: "di Jakarta lagi ada apa?" BAKALAN KANGEN BANGET SAMA LOE! Rest in Love pahlawan kesayangan dan kebangaan generasi @radityaoloa," tulis Pendeta Christopher.

Brian Siawarta, sosok pendeta muda yang cukup dekat dengan Radit juga sempat mengaku kaget dengan kabar duka yang dia dengar. Momen persahabatan bersama Radit adalah hal yang begitu berkesan bagi Brian. Dia mengaku jika pria berkacamata itu adalah sosok teman yang sangat menginspirasi. 

“Jarang gue ketemu orang dan langsung berasa kayak kita udah kenal dari orok! Baru kenal serasa udah kenal selamanya. Dan pasti kita akan teruskan selamanya juga! Brother pastor gondrongers @radityaoloan, THANK YOU for everything you’ve inspired, taught, supported and invested in my life. Buah gue akan selalu jadi buah loe juga. Someone once bilang “the best is yet to come” – I guess you best is here with you now,” tulis Brian di akun Instagramnya.

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami