Bagi Hosea, SAHABAT 24 Bagaikan Pintu Terbuka yang Gagalkan Niatnya Bunuh Diri

Bagi Hosea, SAHABAT 24 Bagaikan Pintu Terbuka yang Gagalkan Niatnya Bunuh Diri

Lori Official Writer
963

Hosea Dani Johan Ndoen adalah pria berusia 36 tahun yang kesehariannya bekerja sebagai manager di sebuah Night Club yang cukup ternama di Denpasar, Bali.

Setelah bekerja cukup lama di sana, Hosea sudah merasakan kenikmatan dunia dengan uang yang banyak dan gaya hidup serba mewah. 

Sayangnya, pandemi Corona pun melanda dan membuat bisnis Night Club-nya harus tutup. Karena tak beroperasi, pemilik terpaksa melakukan pengurangan karyawan. Hosea pun jadi salah satu karyawan yang harus di-PHK. 

Setelah tiga bulan di-PHK, dia masih belum mendapatkan pekerjaan baru. Dengan kondisi tanpa pemasukan dia harus menanggung beban kredit mobil dan utang kartu kredit yang cukup besar. Hal ini membuat dia semakin depresi dan tertekan. Dia harus mengalami perubahan drastis dari hidup mewah dan penuh fasilitas, kini malah harus terlilit utang lantaran gak punya pekerjaan.

Beban utang inipun membuat Hosea semakin terpuruk dalam depresi dan rasa putus asa. Terlebih tak ada orang terdekat yang dia bisa ajak untuk membagikan persoalan hidupnya. 

Di sisi lain, Hosea juga mengakui kalau sudah satu tahun belakangan dirinya tidak pernah pergi ke gereja. Hal inilah yang membuatnya merasa jauh dari Tuhan dan tak tahu harus melakukan apa di tengah situasi keuangannya yang pelik. Sampai saking putus asanya, dia memilih untuk bunuh diri. 

Bayang-bayang bunuh diri ini terus muncul dalam pikirannya selama tiga hari. Namun sebelum melakukan niatnya, Hosea memilih untuk mencari pertolongan dari psikiater dan konsultasi yang ada di internet. 

Tapi setiap kali dia mencoba menghubungi, nomor tidak tersambung. Dia pun semakin putus asa.

Tapi siapa kira tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menolong orang yang butuh pertolongan. Tuhan membuka jalan bagi Hosea untuk menemukan nomor konseling SAHABAT 24 dari website Jawaban.com. Nomor itupun segera dia hubungi dan terkoneksi, kejadian tersebut terjadi tepat pada  Selasa, 2 Juni 2020.

 

SAHABAT 24 IBARAT PINTU TERBUKA

Hosea menemukan nomor konseling SAHABAT 24 di hari terakhir sebelum dia memutuskan akan bunuh diri. 

Dalam pikirannya waktu itu kalau nomor ini tidak tersambung juga, tekadnya sudah bulat akan bunuh diri di hari itu juga. Luar biasanya, nomor tersambung.

Dia pun segera dilayani oleh konselor SAHABAT 24. Di masa konseling inilah Hosea dengan terbuka menceritakan semua keluh kesah dan beban yang dialaminya, terlebih niatnya untuk bunuh diri. 

Dengan penuh kesabaran, tim konselor mendengarkan dan memberi pemahaman bahwa semua yang terjadi dalam hidup tidak lepas dari rencana indah yang Tuhan sediakan. Hosea diingatkan bahwa dalam hidup, kita akan sering berhadapan dengan situasi yang tak terduga. Baik maupun buruk keadaannya, kita harus siap. 

Selain itu, Hosea juga diingatkan bahwa mengakhiri hidup dengan bunuh diri bukanlah cara yang Tuhan inginkan untuk kita lakukan. Karena kebenarannya hidup dan mati setiap orang adalah kuasa Tuhan. Dengan memberi pengertian bahwa bunuh diri bukan pilihan yang benar untuk menyelesaikan masalah, membuat Hosea mulai berlinang air mata. 

Hatinya hancur dan merasa sangat berdosa karena memiliki niat bunuh diri. 

Pada saat itu Hosea pun mengalami jamahan Tuhan. Dia seolah merasakan ada kelegaan dan kekuatan baru dalam dirinya. Dia juga terdorong untuk mau bertumbuh dalam Tuhan sehingga tim konselor terus membimbing pertumbuhannya dengan mencarikan dia pembimbing rohani di Denpasar. Di bawah pemuridan GBI Rock Denpasar, Hosea pun dibimbing oleh Ibu Pdt. Maria Evi dan suaminya. Dia bahkan diajak untuk bergabung dengan komunitas sel gereja setempat. 

 

Baca Juga: Curhat Bareng Sahabat 24, Bikin Vanda Temukan Pasangan Terbaik

 

BACA HALAMAN SELANJUTNYA --->

Sumber : SAHABAT 24
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami