Alkitab Tulis Kalau Yesus Saja Urusi Makanan Sisa, Ini Alasan Kenapa Itu Penting...

Alkitab Tulis Kalau Yesus Saja Urusi Makanan Sisa, Ini Alasan Kenapa Itu Penting...

Lori Official Writer
436

Budaya makan harus disisakan mungkin menjadi nasehat yang sering kita dengar diturunkan turun temurun entah siapa yang memulainya. Makan sampai piring bersih dianggap rakus dan bukan budaya yang baik. Saya sering sekali heran melihat orang yang mengambil makanan banyak di piringnya namun disisakan. Apakah kita tidak tau takaran makan kita? Apakah kita tidak tahu kita sedang lapar atau kenyang dan butuh berapa banyak makanan? Nambah berkali-kali bukan dosa, yang penting habis.

Yohanes 6:12 berkata, "Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang."

Ketiga penulis Injil lainnya pun mencatat mengenai pengumpulan potongan-potongan tersisa ini. (Matius 14:20, Markus 6:43 dan Lukas 9:17)

Mengapa Yesus menyuruh muridNya untuk mengumpulkan lagi potongan roti dan ikan yang tidak habis dimakan oleh orang banyak? Yesus mengajarkan kita untuk tidak membuang makanan sekecil apa pun sebagai wujud kita menghargai berkat Tuhan. Masih banyak di luar sana yang belum bisa menikmati makanan seperti yang kita nikmati sekarang. Coba bayangkan berapa banyak sisa dipiringmu ketika makan setiap hari? Mungkin kita berkata hanya sedikit lagi sisa di piring saya. Jika dikumpulkan selama 1 tahun apalagi sejumlah umur kita sekarang pasti sudah bisa memberi makan beberapa orang. 

Padahal, satu butir nasi itu bisa sampai di piring kita karena proses yang teramat panjang: tanahnya dibajak, memakai sapi/kerbau/traktor, petaninya berkeringat di tengah terik matahari sehari penuh, mengairi, dicangkul, ditanam, disiangi, dipanen, dijemur, digiling sampai jadi beras membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Sesudah jadi beras pun, harus didistribusikan ke pasar, sampai ke warung beras, dibeli ibu kita sampai ke dapur, dibersihkan, ditanak sampai matang, dan tersaji di hadapan kita.

Matius 6:11  berkata, “Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya”

 

Baca Juga: Tuhan, Berikan Kami Setiap Hari Makanan Kami Yang Secukupnya

 

Makanan yang secukupnya artinya tidak lebih dan tidak kurang. Mungkin kita berpikir bahwa itu kan makanan saya dan saya beli dengan uang saya. Tetapi pernahkah kita berpikir bahwa makanan itu berasal dari Tuhan dan bukan untuk disimpan sendiri, apalagi dibuang-buang? Ketika kita menghamburkan uang untuk menyediakan makanan lebih daripada kebutuhan lalu kemudian dibuang, apakah kita ingat ada banyak gelandangan dan anak-anak yang kelaparan, yang mungkin akan berpesta dengan segenggam saja sisa makanan yang terbuang itu? Ketika kita berpesta pora, pedulikah kita bahwa di sisi lain ada anak yang tengah menangis kelaparan? Tuhan tidak menyukai sikap seperti itu.

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami