Terungkap, Tewasnya Guru Perancis Yang Dipenggal Ternyata Karena Kebohongan Remaja Ini

Terungkap, Tewasnya Guru Perancis Yang Dipenggal Ternyata Karena Kebohongan Remaja Ini

Puji Astuti Official Writer
498

Masih ingat dengan guru di Perancis yang tewas dipenggal Oktober 2020 lalu karena mengajar tentang kebebasan berekspresi di sekolah dengan menunjukkan karikatur Nabi Muhammad? Dia adalah Samuel Patty, dia tewas mengenaskan dibunuh seorang pemuda 18 tahun. Namun fakta yang lebih mengejutkan adalah seorang siswi yang ayahnya melakukan kontak dengan pembunuh itu mengaku telah berbohong sebab dia tidak ada di kelas saat Samuel mengajar saat itu.

Menurut pengacaranya, pelajar perempuan berusia 13 tahun yang namanya tidak diungkap itu sebelumnya menyebar informasi bahwa gurunya, Samuel Paty meminta murid beragama Islam untuk keluar kelas. Ternyata siswi itu bahkan tidak ada dalam kelas itu.

“Dia berbohong karena merasa terjebak setelah teman-teman sekelasnya meminta dia menjadi juru bicara,” demikian pernyataan Mbeko Tabula, pengacara pelajar itu yang dikutip Detik.com dari AFP.

Cerita yang disampaikan remaja itu akhirnya tersebah, dan membuat ayah gadis itu mengajukan gugatan hokum dan menyulut aksi kebencian kepada Samuel Paty di social media.

Tidak lama setelah tewasnya Samuel Paty, Jaksa menyatakan telah menumukan hubungan sebab akibat langsung antara hasutan di social media dan pelaku pembunuhan. Saat ini siswi tersebut didakwa melakukan pencemaran nama baik, sedangkan ayahnya yang disebut bernama Brahim C (48) didakwa terlibat pembunuhan.

Jaksa bidang antiterorisme Prancis, Jean-Fronois Ricard, menyebut Brahim bertukar pesan teks dengan pembunuh Paty, Abdullakh Anzorov (18) untuk melakukan kejahatannya.  Abdullakh sendiir tewas ditembak polisi Prancis setelah kejadian pemenggalan Paty.

Kenyataan di atas merupakan sebuah pelajaran pahit bagaimana merusaknya berita bohong (hoaks) dan juga fanatisme agama. Terlebih hal ini dimulai dari kalangan anak-anak remaja dan direspon secara tidak bijaksana oleh ayahnya. Untuk itu penting dalam keluarga untuk mengajarkan dan mengembangkan sikap toleransi, menyikapi pemberitaan dengan bijak, dan tidak ikut dalam menyebarkan berita bohong. 


BACA JUGA : 

Ribuan Orang Perancis Demo Beri Dukungan Pada Guru Yang Dibunuh Karena Karikatur

Demi Keamanan Negara, Presiden Perancis Rela Diprotes Umat Muslim Dunia


 

Sumber : Berbagai Sumber
Halaman :
1

Ikuti Kami