Ribuan Orang Perancis Demo Beri Dukungan Pada Guru Yang Dibunuh Karena Karikatur

Ribuan Orang Perancis Demo Beri Dukungan Pada Guru Yang Dibunuh Karena Karikatur

Puji Astuti Official Writer
421

Ribuan orang turun ke jalan di Paris, Perancis pada hari Minggu (18/10/2020) lalu untuk menyatakan solidaritas atas tewasnya seorang guru yang dibunuh di dekat sekolahnya karena mengajarkan kebebasan berpendapat kepada murid-muridnya. 

Karikatur bagian dari materi pengajarannya

Guru sejarah bernama Samuel Paty, dibunuh pada Jumat (16/10/2020) di daerah suburban Perancis, karena mengajarkan kebebasan berpendapat dengan memperlihatkan karikatur Nabi Muhammad. Menurut para orangtua dan guru-guru di sekolah tempat ia mengajar, Paty memberikan pilihan bagi murid Islam untuk keluar kelas ketika dia menunjukkan karikatur tersebut karena tidak ingin melukai hati mereka. 

Menurut Virginie (15), gurunya Paty menunjukkan karikatur tersebut setiap tahun sebagai bagian dari diskusi tentang kebebasan berpendapat terkait penyerangan kantor berita Charlie Hebdo. 

Demonstrasi yang dihadiri oleh Perdana Menteri Perancis

Ribuan orang berkumpul di Republique square pada Minggu (18/10/2020) (Sumber :AP Photo/Michel Spingler)

Demonstrasi yang dilakukan pada hari minggu di Place de la Republique itu dihadiri oleh Perdana Menteri Jean Castex, bersama masyarakat, lembaga dan juga serikat. Mereka menyatakan dukungan terhadap kebebasan berpendapat yang diajarkan oleh guru berusia 47 tahun yang tewas di tangan ekstrimis Islam tersebut. 

Beberapa membawa spanduk bertuliskan “Saya Samuel” yang senada dengan seruan “Saya Charlie” pada demonstrasi pada tahun Januari 2015 lalu pasca serangan terhadap surat kabar satir Charlie Hebdo.

Presiden Perancis Emmanuel Macron menyatakan bahwa hal itu merupakan “pembunuhan” dan “serangan teroris Islam.” Kantor kepresidenan Perancis menyatakan bahwa pada hari Rabu nanti akan menjadi tribut nasional bagi Samuel Paty. 

“Salah satu rekan kita dibunuh hari ini karena dia mengajarkan ... kebebasan berekspresi, kebebasan untuk percaya atau tidak,” demikian pernyataan Macron yang dikutip AP. 

Namun ia meminta agar seluruh masyarakat Perancis tetap bersatu, karena jika mereka terpecah belah maka tujuan para teroris akan tercapai. 

“Kita harus tetap berdiri bersama sebagai masyarakat,” demikian tambahnya. 

Seorang demostran memberikan bunga sambil membawa poster bertuliskan "Saya guru". (Sumber : AP Photo/Michel Spingler)

Pelaku orang Chechnya kelahiran Moskow

Pelaku pembunuhan bernama Abdullakh A, seorang berdarah Chechnya yang lahir di Moskow dan masih berusia 18 tahun. Ia tewas ditembak oleh polisi saat akan ditangkap karena melakukan perlawanan. 

Setidaknya empat anggota keluarganya ditangkap. Keluarga yang melakukan penyerangan ini adalah pencari suaka yang baru mendapatkan izin tinggal di Perancis selama 10 tahun sebagai pengungsi pada Maret lalu. Jaksa penuntut anti-terorisme menyatakan bahwa saudari tiri tersangka bergabung dengan ISIS di Suriah pada 2014 lalu, dan kini tidak diketahui keberadaannya. 

Pesan belasungkawa dari Presiden Donald Trump

Dukungan disampaikan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump kepada rekannya Presiden Macron dan masyarakat Perancis atas peristiwa pembunuhan Samuel Paty tersebut. 

“Atas nama Amerika Serikat, saya ingin menyampaikan belasungkawa yang sangat tulus kepada teman saya, Presiden (Emmanuel) Macron dari Prancis, di mana mereka kemarin mengalami serangan teroris Islam yang keji, keji sekali - memenggal kepala guru yang tidak bersalah di dekat Paris," demikian ungkap Trump pada Sabtu malam, saat ia sedang kampanye di Janesville, Wisconsin.

Kejadian di Perancis ini sangat memprihatinkan, dan semoga tidak terulang lagi. Belajar untuk memiliki perbedaan pandangan dengan tetap saling menghormati itu sangat penting, sehingga tindakan ekstrim seperti ini tidak terjadi. Mari berdoa bagi masyarakat Perancis yang sedang berduka, dan juga untuk keluarga, sahabat, dan murid-murid dari Samuel Paty.


Baca juga : 

Dunia Kutuk Pembunuhan Redaksi Majalah Charlie Hebdo

Ini Wajah 2 Buronan Penyerangan Charlie Hebdo


 

Sumber : Berbagai Sumber

Ikuti Kami