Paus Fransiskus: “Harapan Lebih Kuat dari kebencian, Perdamaian Lebih Kuat Daripada Perang

Paus Fransiskus: “Harapan Lebih Kuat dari kebencian, Perdamaian Lebih Kuat Daripada Perang

Claudia Jessica Official Writer
491

Paus pergi Mosul pada hari Minggu (07/03) untuk memulihkan luka dan berdoa bagi korban tewas bagi seluruh agama. Ia disambut oleh para imam dan kleurs Irak serta bendera Irak dan Vatikan yang berkibar di pusat Kota Mosul.

Pada perjalanan pertama kepausan ke Irak, Paus Fransiskus mendengarkan cerita penduduk Muslim dan Kristen di Mosul ketika mereka hidup di bawah kebrutalan pemerintahan kelompok ISIS.

Paus Fransiskus mengatakan, "Betapa kejamnya bahwa negara ini, tempat lahirnya peradaban, harus dilanda pukulan yang begitu biadab, dengan tempat-tempat ibadah kuno dihancurkan dan ribuan orang Muslim, Kristen, Yazidi, dan lainny secara paksa mengungsi atau dibunuh."

"Hari ini, bagaimanapun, kami menegaskan kembali keyakinan kami bahwa persaudaraan lebih langgeng daripada pembunuhan antar saudara, bahwa harapan lebih kuat daripada kebencian, bahwa perdamaian lebih kuat daripada perang," tambahnya.

Paus berjalan melewati reruntuhan rumah warga dan rumah ibah ke alun-alun yang dulunya adalah pusat kota tua yang berkembang pesat. Kota Tua Mosul telah dikuasai oleh ISIS dari 2014. Pada tahun 2017, Kota Tua Mosul hancur karena pertempuran antara pasukan Irak dan koalisi militer internasional untuk mengusir ISIS.


Baca juga:

Pasca Tumbangnya ISIS, Warga Muslim Niniwe Bangun Gereja Supaya Umat Kristen Kembali ke Irak

Paus Fransiskus Akan Berkunjung ke Mosul pada Maret 2021

Remaja Kristen Suriah ini Lawan ISIS dengan Karya Seni


Paus mengatakan bahwa harapan tidak akan pernah bisa "dibungkam oleh darah yang tumpah oleh mereka yang menyesatkan nama Tuhan untuk mengejar jalan kehancuran."

Kemudian Paus berdoa dan menyebutkan salah satu tema perjalanannya, bahwa membenci, membunuh, atau berperang atas nama tuhan merupakan kesalahan.

Paus Fransiskus yang dijaga ketat oleh petugas keamanan menekankan toleransi beragama. Paus mengutuk kekerasan atas nama Tuhan sebagai hujatan terbesar.

Sumber : antaranews
Halaman :
1

Ikuti Kami