Setelah Dihancurkan ISIS, Warga Kristen dan Muslim Bangun Masjid dan Gereja Bersama

Setelah Dihancurkan ISIS, Warga Kristen dan Muslim Bangun Masjid dan Gereja Bersama

Claudia Jessica Official Writer
393

ISIS merebut kawasan kota lama di Mosul, Irak Utara pada pertengahan tahun 2014. Perang terjadi pada tahun 2016-2017 dan berakhir dengan pembebasan Mosul.

Akibat dari kejadian ini, rumah-rumah warga, hingga gereja dan masjid yang telah berdiri berdampingan selama berabad-abad rusak berat. Unesco mengadakan proyek restorasi rumah ibadah agar masjid dan gereja dapat berdiri kembali seperti sedia kala.

Yang membuat hal ini menarik adalah Unesco mendorong warga Muslim untuk membangun gereja dan warga Kristen membangun masjid. Hal ini dilakukan dengan harapan meneguhkan kembali rasa kebersamaan semua warga yang telah terpisahkan.

Hidup berdampingan secara harmonis adalah salah satu spirit kota Mosul. Kebersamaan dan persaudaraan dihormati oleh warga Muslim, Kristen, dan Yazidi yang tinggal di kota ini, kata Emad Sabri Abdulahad, penyelia keamanan Unesco.

Anas Ziad, pegawai Unesco yang terlibat proyek restorasi rumah ibadah di Mosul mengatakan warga Muslim dan Kristen telah dipisahkan selama tiga tahun oleh ISIS.

"Namun sekarang kami bisa bersama lagi, bersama-sama antara warga Muslim, Kristen, dan Yazidi membangun kembali Mosul," kata Ziad.


Baca juga:

Pasca Tumbangnya ISIS, Warga Muslim Niniwe Bangun Gereja Supaya Umat Kristen Kembali ke Irak

Mengerikan, ISIS Pakai Anak-anak Jadi Tameng Manusia dan Bantai 231 Orang di Mosul


Rasa kebersamaan inilah yang ingin dihadirkan kembali saat membangun kembali masjid dan gereja.

Asisten koordinator Unesco, Taqa, mengatakan, ISIS sengaja mencoba menghancurkan Mosul dan sejarah kota ini.

Rumah ibadah yang direstorasi adalah masjid al-Nuri, gereja al-Saa’a, dan gereja al-Tahera. Saar ini, kehidupan di Mosul berangsur kembali normal.

Paus Fransiskus mengumumkan akan berkunjung ke Mosul pada Maret 2021. Rencananya, Paus akan mengunjungi masjid al-Nuri dan beberapa gereja di kota Mosul.

"Kami sangat senang ketika mendengar Paus Fransiskus akan berkunjung ke Irak. Kami lebih berbahagia lagi karena Paus rencananya akan berkunjung ke Mosul. Ada banyak puing-puing di kota ini, namun di antara puing-puing ini ada juga harapan," kata Romo Emmanuel Raed Adel yang sempat menyelamatkan diri ketika ISIS menguasai kota Mosul pada tahun 2014.

Semoga proyek restorasi ini dapat membangun kembali kota Mosul seperti sedia kala beserta dengan spirit kebersamaan yang telah dijaga selama berabad-abad lamanya.

Sumber : BBC
Halaman :
1

Ikuti Kami