Typoglikemia Alasan Mengapa Kita Bisa Membaca Tulisan Secara Acak

Typoglikemia Alasan Mengapa Kita Bisa Membaca Tulisan Secara Acak

Claudia Jessica Official Writer
818

Pernah mendengar tentang typoglikemia? Fenomena dimana kita bisa membaca tulisan secara acak. Kok bisa ya kita membaca tulisan acak dengan benar?

Faktanya, bagian otak kita yang memproses visual sudah tersbiasa mengenali pola yang dibuat oleh nenek moyang manusia bahkan sejak ratusan tahun lalu untuk berkomunikasi. Pola-pola tersebut mengaktifkan korteks visual di otak yang membantu manusia mengenali tata letak objek.

Pada umumnya, manusia membaca kata-kata secara keseluruhan, bukan huruf demi huruf. Itulah salah satu faktor yang menjelaskan mengapa kita bisa "secara ajaib" membaca tulisan acak.

Menurut penelitian dari MIT, otak manusia beradaptasi dengan kemampuan khusus untuk membaca. Jadi, pada dasarnya otak manusia sudah ‘terprogram’ untuk membaca.

Namun, menurut penelitian dari Cambridge Tidak semua huruf yang berantakan bisa kita baca. Ada beberapa faktor penentu yang memampukan kita untuk membaca tulisan acak, apa saja?

1. Kata-kata relatif pendek

2. Kata hubung (di, ke, dari, dan lain-lain)

3. Memindah (atau mengubah) huruf membuat perbedaan besar. Huruf di samping satu sama lain dalam satu kata dapat diganti tanpa banyak kesulitan bagi pembaca untuk memahaminya. Namun ketika huruf-huruf yang berjauhan ditukar, itu lebih sulit. Contoh “Tlusian” dan “Tsliuan” (untuk "tulisan"). Tentu lebih mudah untuk membaca yang pertama kan?


Baca juga:

Penyakit Paling Terkenal yang Hanya Ada Di Indonesia

Kata Mama Minum Es Terus Bikin Sakit, Emang Benar?


4. Hurus acak tidak memiliki kesamaan dengan kata yang memiliki arti sendiri. Misal “Asal” menjadi “Alas”

5. Huruf depan dan belakang kata tersebut harus sama. Coba baca 3 kalimat berikut:

Gambar: YouTube Kok Bisa?


Mana yang lebih mudah?

6. Otak kita sudah familiar dengan kata-kata tersebut.

Faktor lain juga berperan, seperti mempertahankan huruf ganda. Sebagai contoh “Pnggaang” untuk “panggang”. Huruf ganda adalah penanda kontekstual yang memberikan petunjuk bagus. Tapi kita juga bisa mengacaknya seperti ini: "Pagngnag". Memecah “gg” membuatnya lebih sulit, bukan?

Jadi jika kamu pernah salah mengetik huruf, bukanlah masalah besar apabila “kata” tersebut tidak memiliki makna yang berbeda. Semoga artikel ini memberkati.

Jika kamu merasa terberkati dengan artikel ini jangan biarkan berhenti di kamu! Kamu bisa menjadi berkati bagi orang lain dengan membagikan artikel ini.

Sumber : YouTube Kok Bisa | dictionary.com
Halaman :
1

Ikuti Kami