9 Ayat Alkitab yang Perlu Kamu Baca Saat Hubungan Dengan Pasangan Diuji

9 Ayat Alkitab yang Perlu Kamu Baca Saat Hubungan Dengan Pasangan Diuji

Lori Official Writer
700

Ada yang bilang tahun pertama pernikahan adalah tahun yang paling sulit. Saat konflik semakin menguji hubungan, ada banyak pasangan yang memilih menyerah. Tapi ada juga yang berjuang bertahan dan mencoba memperbaiki kekacauan yang terjadi dengan kembali mengarahkan fokus kepada Tuhan.

Saat pernikahan tengah berada di masa-masa yang penuh ujian, justru saat itulah pasangan harusnya belajar untuk mencari wajah Tuhan dan menemukan penyelesaian bukan dengan pertengkaran, perseteruan ataupun ketegangan. Tapi mencari ketenangan dan solusi yang ditawarkan oleh kebenaran firman Tuhan.

Jika kamu saat ini berada di tengah hubungan yang penuh ujian, 9 ayat ini akan membantumu untuk memandang persoalan yang terjadi dengan pasangan dari sudut pandang yang berbeda. 

Mari cari tahu di sini. 

1. Efesus 4: 2

Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.

Ada kalanya persoalan datang menghampiri hubungan. Tapi di sinilah penting sekali bagi pasangan suami istri untuk lebih mengedepankan respon yang benar, terutama melakukan tiga hal ini yaitu rendah hati, lemah lembut dan sabar atas sikap dan tindakan pasangan.

2. 1 Petrus 4: 8

Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa.

Akan lebih mudah untuk kita mengampuni kesalahan pasangan ketika kita dipenuhi dengan kasih. Walaupun kasih tidak kompromi dengan perilaku buruk, tapi kasih membuat kita sedikit lebih mampu untuk menerima dan menghadapi kesalahan atau perilaku pasangan yang paling menyebalkan sekalipun.

 

Baca Juga: 4 Alasan Penting Suami-Istri Punya Waktu Berdoa Bersama, Orang Kristen Wajib Tahu!

 

3. Kolose 3: 14

Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.

Tanpa kasih, tak akan mungkin sebuah pernikahan bisa bertahan. Kasih adalah pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan, karena di dalamnya Tuhan juga turut bekerja.

4. Yesaya 43: 2

Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau.

Ayat ini mengingatkan kembali bahwa dalam keadaan dan kondisi apapun yang terjadi dalam hidupmu, Tuhan selalu beserta. Tak ada persoalan yang terlalu sulit jika kita melibatkan Tuhan menyelesaikannya bagi kita.

5. Pengkhotbah 7: 8-9

Akhir suatu hal lebih baik dari pada awalnya. Panjang sabar lebih baik dari pada tinggi hati. Janganlah lekas-lekas marah dalam hati, karena amarah menetap dalam dada orang bodoh.

Masalah bisa semakin menegangkan ketika kita lebih memilih untuk marah dengan tidak bijaksana. Sebagai orang dewasa yang saling mencintai, menghadapi konflik atau persoalan sudah seharusnya mengedepankan pikiran yang rasional dan kesabaran ekstra. Situasi apapun yang sedang kalian alami saat ini, belajarlah untuk menyingkirkan rasa marah yang hanya akan melahirkan kebencian.

 

Baca Juga: Biar Sabar Hadapi Kelakuan Pasangan, Kuatkan Dirimu Dengan 4 Ayat Ini…

 

6. Amsal 13: 10

Keangkuhan hanya menimbulkan pertengkaran, tetapi mereka yang mendengarkan nasihat mempunyai hikmat.

Satu-satunya alasan muncul konflik adalah saat kita mulai menunjukkan kesombongan dan keegoisan.

Berhati-hatilah karena sikap ini bisa menyelinap ke dalam pernikahan dan menyebabkan kerugian atas hubungan kalian.

7. Amsal 14: 29

Orang yang sabar besar pengertiannya, tetapi siapa cepat marah membesarkan kebodohan.

Perselisihan akan semakin meningkat ketika kita terpancing untuk marah. Ayat ini mengingatkan bahwa seseorang yang terpancing lekas marah sebenarnya menunjukkan kebodohannya. Jadi, kenapa tidak mencoba untuk bersabar satu sama lain? 

8. Efesus 4: 2-3

Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu. Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera...

Menikah berarti mau dan rela seumur hidup tinggal bersama seseorang yang kita pilih. Tentu saja ini gak mudah, karena akan ada masanya pasangan berubah dan kadar cintanya mulai berkurang. Karena itulah dibutuhkan komitmen antar dua belah pihak. Sehingga walau dalam kondisi apapun yang terjadi, keduanya bisa saling mendukung dalam kasih.

9. 1 Tesalonika 3: 12

Dan kiranya Tuhan menjadikan kamu bertambah-tambah dan berkelimpahan dalam kasih seorang terhadap yang lain dan terhadap semua orang, sama seperti kami juga mengasihi kamu.

Ayat ini bukan saja hanya berlaku dalam kehidupan orang percaya secara umum. Tetapi dalam pernikahan pun, baik suami maupun istri harus memahami bahwa keberhasilan sebuah pernikahan ditentukan dari bagaimana keduanya mau memupuk cinta dalam hubungan mereka setiap hari. Sehingga saat konflik atau masalah muncul, semuanya bisa diselesaikan dengan cara yang tepat.

Ujian pernikahan akan selalu ada karena dengan itulah hubungan suami istri akan semakin kuat. Gak ada persoalan yang terlalu besar jika kalian sama-sama merendahkan diri, mau bersabar satu dengan yang lain dan saling mengasihi.

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami