6 Fakta Yang Perlu Diketahui Tentang Vaksin Sinovac

6 Fakta Yang Perlu Diketahui Tentang Vaksin Sinovac

Claudia Jessica Official Writer
628

Jcers tau gak vaksin tidak bisa diberikan ke semua orang? Apakah kalian tau vaksin itu berbeda dengan obat? Tahukah kalian kalau tingkat pengujian vaksin baru di 63%?

Di artikel sebelumnya, kita telah membahas tentang cara kerja vaksin. Nah sekarang, kita akan membahas mengenai 6 fakta tentang vaksin sinovac yang sudah mulai diberikan kepada Presiden Jokowi dan para penerima gelombang pertama!

Inilah fakta mengenai vaksin sinovac yang wajib kamu ketahui!

1. Vaksin bukan obat

Vaksin adalah bagian dari virus yang dilemahkan dan digunakan untuk menghasilkan kekebalan terhadap suatu penyakit. Pemberian vaksin bukan ditujukan untuk mengobati apalagi menjadikan tubuh kebal terhadap suatu penyakit. Namun, tujuan vaksin adalah untuk mencegah atau mengurangi pengaruh infeksi pada suatu penyakit.

Vaksin sinovac sendiri telah diberikan pertama kali pada presiden Jokowi pada hari rabu 13 Januari 2021.

2. Efektivitas vaksin sinovac telah di uji klinis di bandung sebesar 65,3%

Vaksin sinovac telah diuji secara klinis Universitas Padjadjaran (Unpad) sejak Agustus 2020 lalu dan telah mendapatkan izin dari BPOM pada 11 Januari 2021 dengan efikasi sebesar 65,3%

3. Efek samping yang dapat ditimbulkan

Kepala BPOM Penny K Lukito mengatakan vaksin corona buatan sinovac hanya menimbulkan efek samping ringan hingga sedang:

Reaksi lokal: nyeri, kemerahan, iritas, bengkak di tempat suntikan.

Reaksi sistemik: demam, nyeri otot, badan jadi lebih lemah, sakit kepala.

Penny menjelaskan bahwa efek samping tidak berbahaya dan dapat segera pulih kembali.

Namun, perlu dicatat bahwa jika setelah divaksinasi seseorang mengalami penurunan atau peningkatan nadi atau denyut jantung, nafas menjadi lebih cepat, kesadaran menurun, demam tak kunjung membaik dan berlangsung lebih dari 3 hari, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.


Baca juga: Disuntik Dua Kali, Ini Alasan Vaksinasi Covid-19 Harus Dilakukan Tepat Waktu


4. Vaksin akan ditunda jika penerima menderita

Demam, asma, penyakit paru obstruktif kronis (ppok), tuberculosis (tbc).

5. Vaksin tidak bisa diberikan apabila:

1. Memiliki riwayat penyakit seperti:

Batuk, pilek, demam dalam 7 hari terakhir

Pernah positif covid

Menjalani terapi

Gagal jantung atau jantung koroner

Autoimun seismik seperti SLE/Lupus, Sjogren, vaskulitis, dan autoimun lainnya

Penyakit ginjal kronis

Sedang menjalani hemodialysis, dialysis peritoneal, transplantasi ginjal, sindroma nefrotik dengan kortikosteroid

Menderita Rematik Autoimun atau Rheumatoid Arthritis

Penyakit saluran pencernaan kronis

Penyakit hipertiroid atau hipotiroid karena autoimun

Penyakit kanker

Kelainan darah

Imunokompromais atau defisiensi imun

Penerima produk darah atau transfusi

2. Sedang hamil atau menyusui

3. Ada kontak erat dengan orang yang positif covid-19

4. Penderita diabet, HIV, penyakit paru, penyakit lain non-skrining

6. Vakin akan ditunda apabila penerimanya mengalami:

1. Suhu tubuh di bawah 37,5 derajat celcius

2. Tekanan darah mencapai 140/90

Nah JCers meskipun kita telah mendapatkan vaksinasi, artinya tubuh kita tidak langsung kebal terhadap suatu virus. Untuk mencapai proses kekebalan membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Oleh karena itu, tetap terapkan 3M (memakai masker, menjaga jarak aman, dan mencuci tangan) karena vaksin tidak membuat kita kebal pada virus.

Tetap sehat dan sayangi tubuhmu karena tubuhmu adalah bait Kristus.

Mau nonton vidio pembahasan tentang 6 fakta vaksin ini? Saksikan DI SINI!

Sumber : jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami