Disuntik Dua Kali, Ini Alasan Vaksinasi Covid-19 Harus Dilakukan Tepat Waktu

Disuntik Dua Kali, Ini Alasan Vaksinasi Covid-19 Harus Dilakukan Tepat Waktu

Lori Official Writer
301

Seperti diketahui, Indonesia sudah melakukan vaksinasi tahap 1 pada Rabu, 13 Januari 2021 lalu. Vaksin Sinovac yang dibeli pemerintah untuk pertama kali disuntikkan kepada Presiden Jokowi dan sejumlah perwakilan dari berbagai lapisan masyarakat.

Setelah jangka waktu 14 hari, penyuntikan vaksin kedua pun dilakukan pada Rabu, 27 Januari 2021. Presiden Jokowi dan mereka yang ikut menerima vaksinasi sebelumnya diwajibkan mendapatkan vaksinasi ini.

Ada banyak yang mungkin bertanya-tanya, ‘Kenapa vaksinasi harus dilakukan dua kali? Dan apakah semua jenis vaksin Covid-19 yang sudah tersedia harus dilakukan dua kali?’

Vaksin Sinovac yang digunakan oleh Indonesia, secara prosedur telah disepakati untuk melakukan penyuntikan kedua setelah tenggat watu 14 hari dari pemberian dosis pertama. Tapi untuk jenis vaksin yang lain seperti Pfizer memerlukan jarak waktu sebanyak 21 hari dari suntikan pertama. Dan jenis vaksin Moderna jauh lebih lama yaitu berjarak 28 hari.

Walaupun para peneliti masih terus menciptakan vaksin yang hanya memerlukan sekali suntikan saja, kita tetap perlu mengingat bahwa pada umumnya vaksin yang diberikan kepada anak-anak juga membutuhkan beberapa kali suntikan. Misalnya saja seperti suntikan vaksin Hepatitis B, difteri dan tetanus yang harus diberikan dalam kurun waktu tertentu.

Suntikan Vaksin Pertama

Lalu apa beda suntikan yang pertama dan kedua? Apa yang dilakukan vaksin dalam tubuh setelah mendapatkan suntikan pertama?

Maria Robinson, MD, seorang dokter kulit bersertifikat dan penulis bidang medis menjelaskan bahwa dosis vaksin yang pertama berfungsi untuk membantu tubuh mengenali virus dan memperkuat sistem kekebalan tubuh. Tapi pada dasarnya, suntikan pertama ini masih belum bekerja maksimal karena antibodi yang menetralkan virus masih rendah.

Itu sebabnya, vaksinasi tahap 2 harus dilakukan sesuai dengan waktu yang sudah ditetapkan. 

Suntikan Vaksin Kedua

Suntikan vaksin kedua yang dilakukan di Indonesia memerlukan jangka dua minggu setelah suntikan pertama.

Suntikan kedua ini sendiri bertujuan untuk memperkuat respon tubuh terhada kekebalan. Dalam artian, dosis vaksin akan membantu tubuh untuk lebh siap melawan infeksi virus. 

 

Baca Juga: Presiden Jokowi Sudah di Vaksin, Ini Responnya Sewaktu Disuntik

 

Apa yang akan terjadi jika tidak mendapatkan suntikan kedua?

Pemberian vaksin kedua Covid-19 harus tepat waktu.  Jika vaksinasi kedua tidak dilakukan tepat waktu, maka akan memicu infeksi tanpa gejala atau asimptomatik. Kemungkinan buruknya, virus akan bermutasi menjadi varian yang baru dan lebih resisten terhadap antibodi. Jika tidak ditangani dengan segera, maka varian virus baru ini akan kembali memicu masalah global.

“Terdapat kemungkinan perubahan skema pemberian dosis kedua vaksin virus corona semacam itu akan mempertinggi laju mutasi virus,” kata Florian Krammer, seorang peneliti vaksin dari Icahn School of Medicine dari New York.

Hasil penelitian vaksin dari New York menemukan fakta bahwa mutasi virus Covid-19 ini terbilang sangat cepat. Karena itu, sangat disarankan untuk melakukan vaksinasi pertama dan kedua dengan tenggat waktu yang tepat.

Vaksin pertama dan kedua ini sendiri diberikan dengan dosis yang berbeda. Dan dosis vaksin ini ditetapkan sesuai dengan studi uji klinis.

Efek Samping Vaksin Terhadap Tubuh

Efek samping vaksin terhadap tubuh memang masih perlu diteliti lebih jauh. Tapi bagi penerima vaksinasi pertama di Indonesia mengaku jika mereka merasakan efek samping vaksin tertentu, mulai dari pegal, pusing dan ngantuk. Jadi secara umum efek samping yang ditimbulkan terbilang ringan dan hilang setelah beberapa waktu.

Tanda-tanda ini juga diyakini baik, karena berarti vaksin sudah bereaksi dan bekerja di dalam tubuh dengan baik. Ketika sistem kekebalan tubuh mulai merespon vaksin, biasanya akan muncul reaksi seperti kemerahan atau nyeri di titik suntikan atau mengalami sakit kepala dan demam.

Berikut efek samping yang umumnya ditimbulkan setelah menerima suntikan vaksin:

- Nyeri , kemerahan dan bengkak di titik suntikan

- Merasa kelelahan

- Sakit kepala

- Panas dingin

- Nyeri sendi

- Demam 

- Muntah dan diare

Efek samping ini terbilang normal dialami selam vaksinasi. Berbeda halnya dengan kasus penerima yang memiliki riwayat penyakit alergi terhadap obat-obatan tertentu. Karena itu mereka yang memiliki riwayat alergi disarankan untuk tidak mendapatkan vaksin. 

Nah, dengan mengetahui informasi ini kita bisa memahami dan mengikuti prosedur vaksinasi Covid-19 yang akan dilakukan di Indonesia sepanjang tahun ini. 

 

 


Kami mengajak Anda untuk #BeraniBergerak menjadi bagian Tubuh Kristus untuk menyatakan kasih Tuhan bersama kami melayani para korban bencana ini. Kamu bisa mengulurkan tangan dan berdonasi melalui BCA 522.0309.446 a/n Yay. Cahaya Bagi Negeri Indonesia.

Pastikan memasukkan kode 108 di jumlah sumbangan Anda (Contoh Rp.100.108,-), sebagai komfirmasi untuk sumbangan kemanusiaan. Jika Anda memiliki pertanyaan, hubungi kami di nomor 081770096911.

Sumber : Jawaban.com

Ikuti Kami