Selalu Ada Mujizat Dalam Bersyukur

Selalu Ada Mujizat Dalam Bersyukur

Lori Official Writer
      1606

Matius 15: 36-38

Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti dan ikan-ikan itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya memberikannya pula kepada orang banyak. Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, tujuh bakul penuh. Yang ikut makan ialah empat ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak.

 

 

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 31; Kisah Para Rasul 3; Keluaran 11-12

Apa yang Yesus lakukan setelah dia menerima lima roti dan dua ikan itu? 

Dia menaruh roti dan ikan di tangan-Nya dan menengadahkannya ke langit lalu mengucapkan syukur. 

Tahukah kamu apa yang terjadi setelah Yesus melakukan adegan ini? Yesus memecah-mecah lima roti dan mungkin memotong dua ikan itu menjadi beberapa bagian lalu memerintahkan murid-murid-Nya untuk membagikannya kepada lima ribu orang yang datang saat itu.

Dengan sedikit bingung, kamu mungkin bertanya, “Apa? Lima roti dan dua ikan itu tidak mungkin bisa mengenyangkan ribuan orang itu. Bagaimana mungkin?”

Tapi percayalah, Yesus mampu melakukannya. ‘Bagaimana caranya? Kenapa bisa begitu?’

Ingat bahwa setelah peristiwa pelipatgandaan roti dan ikan ini, Yesus sudah melakukan banyak mujizat. Dari mujizat yang pertama kali dimana air berubah menjadi anggur, kemudian Dia banyak menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati dan sekarang Dia memberi makan lima ribu orang hanya dengan 5 roti dan 2 ikan.

Menurut ayat ini, semua orang yang hadir makan dengan sangat kenyang. Luar biasanya, mereka masih punya sisa makanan tujuh bakul. Apakah kamu bisa memperhatikan apa yang terjadi?

Yesus baru saja membuat mujizat. Bagaimana mujizat itu terjadi? Mari kembali ke ayat 36, bahwa setelah Yesus mengambil roti dan ikan itu, Dia mengucap syukur. 

Artinya, Yesus memanjatkan rasa syukur-Nya kepada Allah atas makanan itu. Bagi kita tindakan itu mungkin aneh.

Yesus membuktikan kuasa dibalik mengucap syukur. Saat Dia menengadahkan roti dan ikan ke langit, dalam artian menyerahkannya kepada Allah, mujizat pun terjadi.

Mungkin kamu akan bergumam, ‘Ya jelas Dia bisa melakukannya. Yesus kan Tuhan.’

Selain mendeklarasikan keilahian-Nya. Lewat peristiwa mujizat pelipatgandaan roti dan ikan ini, Yesus memberitahukan kita bahwa kuasa mujizat bisa terjadi ketika kita percaya dan mengandalkan kuasa Tuhan. 

Kita mungkin tidak bisa melakukan mujizat sedahsyat yang dilakukan Yesus. Tapi Dia berjanji untuk mencurahkan kita penolong yaitu RohNya. Saat Roh Kudus tinggal di dalam kita, sebagaimana Yesus di dalam Bapa, kita diberikan kuasa untuk melakukan hal-hal yang benar di mata Tuhan.

Tanpa sikap hati yang benar, Roh Kudus tidak akan bekerja atas hidup kita. Karena itulah, salah satu cara untuk bisa mengalami kuasa Tuhan adalah melalui ucapan syukur. 

Mengucap syukur adalah sikap dimana kita mau merendahkan hati di hadapan Tuhan. Karena itulah, firman Tuhan mengingatkan kita untuk mengucap syukur dalam segala keadaan, tanpa terkecuali. Termasuk saat dalam keadaan kekurangan dan begitu sulit.

Kita mungkin tidak akan bisa membuat roti dan ikan berlipatganda. Tapi kita bisa mengalami mujizat dalam bentuk yang lain, seperti ketika kita orang lain memberikan makanan ketika kita tidak mampu membeli makanan atau ketika anak kita masih bisa lulus kuliah ketika keuangan pas-pasan. 

Saat kamu mengucap syukur di tengah keadaan apapun yang terjadi saat ini, Roh Kudus akan bekerja dan memberikanmu kekuatan untuk mempercayai janji Tuhan terjadi atas hidupmu. 

Jadi, serahkanlah harapan, pergumulan, permohonan dan masalahmu ke tangan Tuhan sepenuhnya. Karena itulah cara kita membiarkan kasih dan kuasa Tuhan bekerja untuk mengubahkan hidup kita sepenuhnya.    

Maukah kamu mengakui bahwa Yesus mampu menyelesaikan masalahmu saat ini? Percayalah dan andalkan kuasa Tuhan. Dia menunggu untuk melakukan sesuatu atas hidupmu  hari ini.

Ikuti Kami