Musa dan Risiko Bertindak Tanpa Pimpinan Tuhan

Musa dan Risiko Bertindak Tanpa Pimpinan Tuhan

Lori Official Writer
      1166

Keluaran 2: 14

Musa menjadi takut, sebab pikirnya: "Tentulah perkara itu telah ketahuan."

 

 

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 20; Matius 20; Kejadian 39-40

Musa memandang ke sana sini. Dia tidak memandang ke atas. Dia memandang secara horizontal (dunia) dan mengabaikan ke arah vertikal (Tuhan). Apa hasil dari tindakan yang didorong oleh rasa amarah itu? Alkitab menulis bahwa Musa ‘menyembunyikan orang Mesir yang dibunuhnya di bawah pasir’.

Ya, saat kita bertindak mengikuti kedagingan kita, kita akan menutup-nutupi sesuatu. Kita mencoba untuk menyembunyikan motif terselubung kita. Kita menyembunyikannya untuk memanipulasi rencana. 

Saat kita mulai menyembunyikan kebohongan, maka kesombongan kita akan mulai runtuh. Kita berusaha menutupi bukti perbuatan kita. Tapi bagaimanapun itu, kebenaran akan terungkap seiring waktu. Pasir akan selalu mengungkapkan rahasianya.

Ini adalah waktu yang tepat untuk menekankan bahwa seseorang yang dipilih dan dipakai Tuhan juga memiliki kelemahan. Orang-orang yang dipilih Tuhan juga bisa menjadi sasaran si musuh, musuh yang mendesak kita bertindak dengan kedagingan kita sendiri. Kita berpikir melakukan kebenaran di waktu yang tidak tepat. Bagaimana kita terjebak dengan kedagingan ini? 

Biasanya kita akan mulai terdorong melakukan hal yang salah karena desakan perasaan. Kita mulai mengucapkan sumpah yang bodoh, seperti hakim Yefta dan kemudian menyesalinya seumur hidup. Atau seperti Abraham dan Sara yang mencoba untuk memperlancar keadaan.  Tapi justru Abraham mendapatkan teguran dari orang lain. 

Saat kita tidak meminta nasihat Tuhan atau tidak mengambil waktu untuk mendapatkan pimpin Tuhan, saat itu kita akan selalu melakukan tindakan-tindakan yang salah. Dan pada akhirnya, kita melakukan hal-hal yang keliru. Kita akan terjebak dengan bagaimana menyembunyikan perbuatan kita dari orang lain.

Tapi tahukah kamu apa yang sulit untuk dilakukan? Kebanyakan dari ita tidak pandai menutup-nutupinya. Bahkan Musa tidak bisa melakukannya. Bisa jadi saat menyembunyikan orang Mesir itu di dalam pasir dia tidak menutupi seluruh bagian tubuhnya. Mungkin saja kaki atau tangannya masih muncul di permukaan.

Tapi seandainya Tuhan sendiri yang memimpin Musa dan dia bertindak sesuai dengan waktu-Nya, apakah Tuhan mampu menyembunyikan mayat orang Mesir itu tanpa ketahuan? Tuhan menenggelamkan seluruh pasukan orang Mesir di bawah Laut Merah, kuda, senjata, kereta dan semuanya! Saat Tuhan memimpin, maka semua pekerjaan selesai. Karena saat Tuhan turun tangan, maka kita tidak akan pernah mengalami kegagalan.

 

Hak cipta Charles R. Swindoll, disadur dari Crosswalk.com

Ikuti Kami