Tuhan Sendiri yang Akan Menyelesaikannya, Kita Hanyalah AlatNya

Tuhan Sendiri yang Akan Menyelesaikannya, Kita Hanyalah AlatNya

Lori Official Writer
      1230

Keluaran 3: 10

Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir.

 

 

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 19; Matius 19; Kejadian 37-38

Saat Tuhan datang dengan panggilan sederhana, Musa tidak bisa menolaknya. Faktanya, dia tidak membiarkan dirinya percaya bahwa hidupnya masih berguna bagi Tuhan. 

Tuhan mengutus Musa kepada Firaun untuk membawa bangsa Israel keluar dari Mesir. Secara harafiah, perintah itu sangat mudah. Karena Tuhan berbicara dalam bahasa yang bisa dimengerti Musa. Dia memberikan perintah sederhana, dua kali lipat. Pertama, Tuhan berkata, “Aku mengutus engkau”. Dan kedua, “Untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir”. Ini adalah dua perintah Tuhan atas Musa.

Harap diperhatikan, bahwa ini bukan perintah pilihan berganda. Ini bahkan bukan undangan. Ini adalah panggilan. Tuhan tidak berbicara dan meminta nasihat kepada kita soal rencana-Nya. Tapi Tuhan membuat pernyataan. Dia tidak membuka adegan untuk sesi rap atau dialog. Dia tidak memanggil panel konsultan pita biru untuk menyarankan opsi yang memungkinkan. Tapi Tuhan berbicara langsung!

Di tengah masa-masa kehidupan kita yang unik ini, Tuhan mungkin berkata kepada kita, “Sekarang, anakku, Aku punya ini dalam pikiranKu untuk kamu. Aku tahu kamu mungkin berencana tentang hari depan. Tapi hingga hari ini, Akulah yang berencana atas hidupmu. Sekarang pergilah. Aku mengutusmu dan aku akan menyertaimu.”

Tuhan menyampaikan kepada Musa bahwa dia akan menjadi alat untuk dipakai membebaskan bangsa Israel. Tetapi Dia sendirilah yang akan mengerjakan pembebasan itu. 

Saat Tuhan memberikan panggilan, Dia punya rencana. Tapi Dia tidak pernah mengharapkan kita untuk melakukan rencana-Nya. Dia sendirilah yang akan menyelesaikannya. Dia hanya ingin kita menjadi alat untuk bertindak. 

Bagaimanapun, reputasi Tuhan sendirilah yang dipertaruhkan, bukan reputasi kita. Yang Dia minta hanyalah supaya kita memberi diri kepada Dia sebagai alat yang bisa Dia pakai. Itu saja.

Hari ini, maukah kamu menerima panggilan Tuhan atas hidupmu? Rendahkanlah hatimu supaya Tuhan mau memakai hidupmu untuk menyatakan kemuliaan-Nya di tengah dunia ini.

 

Hak cipta Charles R. Swindoll, disadur dari Crosswalk.com

Ikuti Kami