Ketika Hatimu Gundah, Carilah Kedamaian Seperti yang Dilakuakan Ishak

Ketika Hatimu Gundah, Carilah Kedamaian Seperti yang Dilakuakan Ishak

Claudia Jessica Official Writer
      839

Kejadian 26: 24

Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau.

 

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 11; Matius 11; Kejadian 21-22

Perselisihan memang bukan hal yang menyenangkan. Perselisihan dapat menyebabkan kemunduran dalam hidup kita. Inilah kisah Ishak, anak Abraham mengenai perselisihan yang dialaminya.

Seperti yang Tuhan lakukan kepada Abraham, Tuhan juga mencurahkan bantuan-Nya kepada Ishak. Alkitab menceritakan bahwa Ishak menanam tanamannya selama satu tahun, namun ia memanen biji-bijian serratus kali lebih banyak daripada yang ditanamanya.

Ishak memperoleh begitu banyak kawanan domba, kambing, ternak, dan hamba-hamba sehingga orang Filistin menjadi iri padanya (Kejadian 26: 12-14).

Padahal, semua sumur Ishak yang telah digali oleh hamba ayahnya, Abraham telah diisi dengan tanah oleh orang Filistin.

Perselisihan ini meningkat hingga pemimpin Filistin memerintahkan Ishak untuk meninggalkan negara itu. “Pergilah ke tempat lain,” katanya, “kamu telah terlalu kuat untuk kami.” (Kej. 26: 16)

Jadi Ishak pindah ke Lembah Gerar dan ia berharap bisa hidup dengan damai di sana. Ia kembali menggali sumur yang pernah diisi tanah oleh orang Filistin, dan para pelauannya juga menggali sumur baru dan menemukan air tawar.

Namun perselisihankembali berlanjut ketika para gembala dari Gerar mengklain mata air itu sebagai milik mereka. Kemudian pelayan Ishak menggali lagi di lokasi lain, tapi perselisihan terjadi lagi. Hal itu dinamai Ishak “Sitnah”, yang berarti “permusuhan.”

Ishak meninggalkan sumur ini dan melanjutkan untuk menggali sumur lain. “Kali ini tidak ada lagi perselihan tentang itu, jadi Ishak menamai tempat itu Rehobot (yang berarti ‘ruang terbuka’) karena dia berkata, “Sekarang TUHAN telah memberikan kelonggaran kepada kita, sehingga kita dapat beranak cucu di negeri ini.” (Kej. 26: 22)

Alkitab memberi tahu kita bahwa setelah Ishak datang ke Bersyeba, Tuhan menampakkan diri kepadanya. “Akulah Allah ayahmu Abraham,” Tuhan meyakinkan Ishak. “Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau; Aku akan memberkati engkau.” (Kej. 26: 24)

Akhirnya Ishak dan keluarganya sampai di tempat yang damai dan mereka pun beristirahat.

Penulis Ibrani mengatakan:

"Karena itu baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan seorang pun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga." (Ibrani 4: 11)

Itulah yang dilakukan Ishak. Ia dan para hambanya terus bejuang menggali sumur hingga mereka keluar dari zona konflik dan masuk ke peristirahatan Rehobot. Begitu ia memasuki tempat itu, Ishak bertemu dengan Tuhan Yang Mahakuasa, dan hidupnya tidak pernah sama.

Sulit untuk mendegar suara Tuhan atau menghabiskan waktu yang berkualitas di hadirat-Nya jika kita memiliki perselisihan dengan orang lain. Apakah kamu berada di tengah perselisihan? Carilah kedamaian dan lepaskanlah pengampunan.

“Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!” (Roma 12: 18)

Apakah kamu merasa kehilangan landasan dalam hidup? Mungkin ada perselisihan yang belum terselesaikan yang mengisi hatimu dan bahkan merampok kedamaianmu? Perhatikan nasihat Paulus ini:

“Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.” (Kolose 3: 13)

Cinta dari Rehobot, tempat itu tidak tidak aka pernah gagal untuk membawa istirahat dan menggali kembali sumur berkat Tuhan dalam hidup kita. Dan di tempat peristirahatan itulah kita akan mengenal Tuhan dengan cara yang baru dan sangat istimewa.

 

Hak Cipta © Craig von Buseck 2013, digunakan dengan izin

Ikuti Kami