Keluarga Diego Mamahit Kopilot Sriwijaya Air SJ182 Tuhan Pasti Berikan Mukjizat Keajaiban

Keluarga Diego Mamahit Kopilot Sriwijaya Air SJ182 Tuhan Pasti Berikan Mukjizat Keajaiban

Puji Astuti Official Writer
655

Proses pencarian korban dan  pengangkatan pesawat Sriwijaya Air SJ182 masih terus dilakukan. Duka mendalam menyelimuti keluarga korban, tak terkecuali keluarga para awak pesawat tersebut, salah satunya adalah keluarga Kopilot Diego Mamahit. Walau demikian, keluarga Diego masih tetap percaya bahwa ada mukjizat Tuhan dan dia bisa selamat. 

"Masih banget dong, masih banget, yakin banget. Apa pun yang terjadi Diego masih selamat. Saya masih percaya Tuhan pasti berikan mukjizat keajaiban," demikian pernyataan Chris Mamahit, kakak Diego yang dikutip Detik.com Minggu, 10 Januari 2020 lalu. 

Namun tak dipungkiri, keluarga tergoncang ketika mendengar pesawat yang diawaki oleh Diego  hilang kontak dan diberitakan jatuh di wilayah Kepulauan Seribu. 

"Jujur syok sih, syok banget dan... itulah. Tapi kami coba kuatkan hati apa pun yang terjadi," ucapnya. 

Diego dikenal cinta Tuhan dan cinta keluarga

Di tengah kesibukannya sebagai seorang kopilot dengan jadwal penerbangan yang padat , ia selalu menyempatkan diri untuk ke gereja. Ia pun dikenal sebagai seorang family man yang dekat dengan keluarganya.

Ini jugalah jadi salah satu alasan Diego mengambil jadwal untuk menjadi awak penerbangan Sriwijaya Air SJ182 Jakarta-Pontianak. Pamannya Pierre Patrick Pangemanan menjelaskan bahwa sebenarnya Diego mendapat jadwal penerbangan malam hari ke Belitung , namun agar pulang di pagi hari dan pergi ke gereja bersama keluarga ia memilih penerbangan SJ182 itu. 

"Niatnya dia mau cepat pulang supaya besok bisa masuk gereja pagi. Kalau dia ambil flight malam ke Belitung, otomatis dia sudah tidak bisa pulang karena sudah tidak ada flight," demikian kutipan pernyataan Pierre yang dirilis iNews.com. 

Diego merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara dari pasangan Evie Tuerah dan Boy Mamahit. Menjadi seorang pilot sepertinya sudah ada dalam darah Diego, sebab ayahnya adalah seorang pensiunan pilot dari Bouraq Indonesia Airlines yang beroperasi pada 1970-2005. 

Bencana pasti meninggalkan luka dan duka, mari berdoa bagi keluarga korban agar diberikan kekuatan serta penghiburan  dan juga semua petugas yang bekerja keras dalam melakukan misi pencarian korban.


Baca Juga :

Biar Jalan-jalan Tenang, Yuk Ketahui 5 Faktor Yang Bisa Menyebabkan Pesawat Jatuh Ini

Mayor Yohannes Saksikan Pesawat Jatuh Di Depan Matanya


 

Sumber : Berbagai Sumber
Halaman :
1

Ikuti Kami