Saat Tuhan Memanggil

Saat Tuhan Memanggil

Lori Official Writer
      664

Hakim-hakim 6: 16

Berfirmanlah TUHAN kepadanya: "Tetapi Akulah yang menyertai engkau, sebab itu engkau akan memukul kalah orang Midian itu sampai habis."

 

 

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 137; Yohanes 14; 2 Tawarikh 36:22-23

Kisah pertemuan Tuhan dengan Gideon menyalakan api iman di dalam diriku untuk dipakai oleh Tuhan memberi dampak bagi dunia. 

Gideon memberikan teladan kebenaran bahwa Tuhan mengurapi semua orang yang Dia pilih. Dia akan memperlengkapi dan memberdayakan kita dengan sempurna untuk menyelesaikan tugas apapun yang Dia mau kita kerjakan. 

Dalam Hakim-hakim 6, seorang malaikat Tuhan mendekati Gideon, dimana saat itu dia sedang bekerja mengerjakan pekerjaannya di pemerasan anggur. Lalu malaikat Tuhan menampakkan diri dihadapannya. “Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya dan berfirman kepadanya, demikian: “TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani.”” (Hakim-hakim 6: 12)

Hari ini, jika seorang malaikat menampakkan dirinya kepadaku dan memberi tahu aku tentang sesuatu, aku pasti akan percaya apapun yang dia katakan. Anehnya, Gideon justru tidak dengan mudah percaya kepada malaikat itu. Dia justru meragukan firman Tuhan. Dia justru meresponi panggilan itu dengan memandang dirinya tidak layak.

“Ah Tuhanku, dengan apakah akan kuselamatkan orang Israel? Ketahuilah, kaumku adalah yang paling kecil di antara suku Manasye dan akupun seorang yang paling muda di antara kaum keluargaku. “Berfirmanlah TUHAN kepadanya: “Tetapi Akulah yang menyertai engkau, sebab itu engkau akan memukul kalah orang Midian itu sampai habis.”” (Hakim-hakim 6: 15-16)

Betapa besar keraguan Gideon sampai-sampai dia tidak bisa percaya kepada perkataan malaikat, yang tentu saja berasal dari Tuhan. Tapi dengan sabar, Tuhan masih menanggapi keraguan Gideon dengan lembut dan meyakinkan. Tuhan sendiri telah menyampaikan identitas pria itu sebelumnya dengan memanggil Gideon sebagai ‘pahlawan yang perkasa’.

Tuhan tahu persis ketidakamanan Gideon. Dia tahu bahwa dia bukanlah orang yang penuh rasa takut. Tapi Tuhan memanggil Dia untuk dipakai menjadi alat-Nya. Dia pun membentuk Gideon menjadi pribadi yang penuh iman dan berkuasa.

Tuhan menyertai Gideon dalam perang dan menang atas musuh-musuhnya. Tuhan menjadikan Gideon mampu melakukan apa yang Dia kehendaki dengan kuasa-Nya. Dan sebagai tanggapan atas kesetiaan Tuhan, Gideon menaati Tuhan dan dengan percaya diri ikut berperang bersama tiga ratus orang.

“Sedang ketiga ratus orang itu meniup sangkakala, maka di perkemahan itu TUHAN membuat pedang yang seorang diarahkan kepada yang lain, lalu larilah tentara itu sampai ke Bet-Sita ke arah Zerera sampai ke pinggir Abel-Mehola dekat Tabat. Kemudian dikerahkanlah orang-orang Israel dari suku Naftali dan dari suku Asyer dan dari segenap suku Manasye, lalu mereka mengejar orang Midian itu.” (Hakim-hakim 7: 22-23).

Gideon mengalami kemenangan dalam perang tersebut karena kuasa Tuhan bekerja melalui Dia.

Sama seperti Gideon, Tuhan juga mau memberimu kuasa dan memakaimu hari ini. Dia mau menaklukkan pekerjaan musuh yang merugikan orang-orang yang dikasihinya melalui hidupmu. Jadi, jumpailah Tuhan hari ini. Izinkan Dia untuk menunjukkan kebesaran-Nya atasmu. Izinkan Dia membimbingmu ke dalam pertempuran dimana hanya Dia sendiri yang bisa memberikan kemenangan. Dengan itu, kamu bisa menghadirkan kerajaan-Nya di bumi. 

Kiranya kasih, sukacita dan kuasa-Nya melimpah atas hidupmu hari ini, seiring dengan kerendahan hatimu untuk menghabiskan waktu bersama dengan Bapa Surgawi kita.

 

Hak cipta First15, disadur dari Crosswalk.com

Ikuti Kami