Sudahkah Dunia Mengenal Tuhan Karena Kasihmu?

Sudahkah Dunia Mengenal Tuhan Karena Kasihmu?

Lori Official Writer
      803

Yohanes 13: 35

Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.

 

 

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 135; Yohanes 12; Ratapan 3

Ada banyak ayat Alkitab yang bicara tentang kasih. Salah satunya tertulis di 1 Korintus 13: 4-7, yang tertulis bahwa, ‘Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.’

Kasih dianggap hal yang sangat penting oleh semua agama, Kristen, Hindu, Budha maupun Muslim. Bahkan orang-orang ateis dan agnostik sekalipun hidup dalam kasih. Semua orang, baik wanita, pria dan anak-anak, dianggap perlu menghidupinya setiap hari. Karena kasih adalah sumber dari hubungan yang baik.

Tapi sadar atau tidak, kita sering menilai jika mengasihi itu adalah hal yang sulit untuk dipraktikkan.

Sebagai orang Kristen, kita tidak punya alasan untuk tidak mengasihi. Di 1 Korintus 13 sangat ditegaskan tentang bagaimana kita mempraktikkan kasih itu. Lalu di Yohanes 13 menegaskan bahwa dunia sendiri perlu tahu identitas kita di dalam Kristus lewat teladan kasih kita. 

Pertanyaannya adalah seberapa sering kita benar-benar menganggap setiap ayat yang berbicara tentang kasih itu sebagai sebuah perintah yang harus dilakukan? Seberapa sering kita bertanya ‘bagaimana’ dan ‘apa’ yang sudah kita lakukan dalam hidup kita lewat kasih?

Dua ayat di atas menerangkan dengan sangat jelas bahwa dampak dari kasih itu sangat besar. Bahkan dunia mengetahui identitas kita lewat kasih kita. Karena itulah kita perlu bertanya pada diri sendiri, ‘Apakah orang lain sudah mengenal kita sebagai orang Kristen lewat kasih kita?’

Apakah mereka mengenal kita sebagai pribadi yang ‘sabar’? Apakah mereka mengenal kita sebagai orang Kristen karena kita penuh syukur, sederhana dan rendah hati? Apakah mereka mengenal kita karena kita tidak bersikap kasar? Apakah kita sudah menjadi orang yang murah hati, tidak mudah marah dan mudah mengampuni? Orang-orang bisa mengenal kita karena rasa benci kita atas kejahatan, betapa teguhnya kita menegakkan kebenaran. Orang-orang akan mengenal kita karena kita melindungi orang-orang yang lemah dan menolak untuk menebarkan rasa benci kepada orang lain.

Mereka akan mengenal kita dengan bagaimana kita selalu punya pengharapan dan bertekun dalam segala hal.

Itu adalah dampak kasih yang harusnya kita hasilkan. Karena hal itu menjadi tanda bahwa kita adalah murid Kristus.

Ironisnya, ada banyak orang yang justru tidak mengenal orang Kristen dengan kasih. Mereka berpikir jika orang Kristen itu adalah orang-orang yang pelit, licik dan sok kudus. Sudah jadi tugas kita untuk mengubah pola pikir tersebut. Kita harus bertanggung jawab untuk menyampaikan kasih secara radikal kepada mereka, seperti yang disampaikan Paulus kepada jemaat Korintus.

Dengan menghidupi kasih seperti dituliskan dalam 1 Korintus 13, dunia pasti akan mengenal pribadi Yesus lebih baik. Karena dengan itulah, kita juga bisa menjangkau dunia untuk kemuliaan Kristus.

 

Hak cipta Debbie Holloway, disadur dari Crosswalk.com

Ikuti Kami