Apa yang Sudah Kamu Lakukan?

Apa yang Sudah Kamu Lakukan?

Claudia Jessica Official Writer
      933

Yakobus 4:10

"Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu."

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 128; Yohanes 5; Yeremia 32-33

“Jadi…. Apakah kita sudah membicarakan tentang saya?”

Beberapa tahun yang lalu, saya dan Jeremy, teman baik saya selalu bercanda dengan pertanyaan itu dalam percakapan kami. Perkataan itu dikatakan ketika salah satu dari kami menyadari bahwa kamu terlalu banyak berbicara tentang diri kami sendiri, tentang pencapaian kamu atau tentang hal lain yang kami ingin orang lain ketahui sehingga kami bisa mendapatkan pujian.

Perkataan itu dikatakan bercanda, tetapi sedikit kebenaran. Kami benar-benar fokus pada diri sendiri sehingga orang lain tidak memiliki kesempatan untuk berbicara. Mereka mungkin terlihat memperhatikan, menganggukkan kepala bahkan berdehem sesekali seakan mengerti perkataan kita.

Saya mendapati hal-hal itu dengan teman-teman saya selama bertahun-tahun. Tetapi dulu saya hanya berpikir bahwa saya sangat verbal dan suka mendeskripsikan sesuatu secara berlebihan dan menceritakan kisah yang sangat bagus. Jadi, itulah sebabnya orang tidak bisa tetap fokus terhadap yang kamu bicarakan.

Baru-baru ini, Rok Kudus telah memeriksa diri saya tentang interpretasi tersebut. Dalam satu contoh, saya sedang berbagi dengan kelompok kecil tentang “pelayanan” saya untuk menjangkau orang-orang Kristen yang terabaikan. Saya pikir saya baru saja mengatakan bahwa saya merasa Tuhan mengelilingi saya dengan orang-orang ini dan telah mengizinkan saya untuk berbicara ke dalam kehidupan mereka dan itu saja, maka itu akan baik-baik saja.

Tapi tidak. Saya terus menerus membuat contoh dengan hal-hal apa yang telah saya lakukan untuk membantu dan melayani dan memilih kata-kata yang tepat untuk membantu orang-orang tidak membuat keputusan yang buruk sehingga mereka bisa kembali ke jalur Tuhan.

Saya meperhatikan bahwa saya cenderung kurang rendah hati dalam berbagai hal tentang tindakan pelayanan saya. Saya tidak akan jatuh ke dalam perangkap saya sendiri dan mencantumkan semuanya di sini dan saat ini. Saya yakin saya akan senang. Mengapa? Karena saya ingin pujian. Saya ingin pengakuan. Saya ingin merasa seperti sesuatu yang istimewa.

Dan disitulah saya salah paham. Alkitab mengatakan bahwa Tuhan adalah pribadi yang seharusnya mengangkat kita. Bukan kita.

Yesaya 66: 2 b mengatakan, "Tetapi kepada orang inilah Aku memandang: kepada orang yang tertindas dan patah semangatnya dan yang gentar kepada firman-Ku."

Bahkan jika tidak ada yang pernah tahu apa itu ‘perbuatan baik’ saya atau bagaimana saya berdoa untuk orang lain atau bagaimana saya memberi secara finansial di berbagai tempat, saya tetap harus puas mengetahui bahwa Tuhan mengetahui apa yang saya lakukan.

Karena semua yang saya lakukan adalah untuk kemulian-Nya dan bukan untuk saya. Ini adalah pil yang sulit ditelan bagi seseorang yang menikmati menjalankan klub penggemarnya sendiri. Tetapi Yesus memberi tahu kita untuk hidup berlawanan dengan budaya dan keinginan daging kita.

Marilah kita mendorong diri kita sendiri dan satu sama lain untuk melihat kerendahan hati kita dan melihat apa yang Dia lakukan dalam hidup kita.

Pikirkan tentang perbuatan baik yang akan kamu rencanakan. Jangan beri tahu siapa pun apa yang akan kamu lakukan atau setelah itu apa yang telah kamu lakukan. Tuhan tahu, kamu akan memuliakan Dia, dan Dia akan senang. Itu yang terpenting.

Anda butuh didoakan langsung? Klik link dibawah ini untuk terbubung dengan Tim doa kami http://bit.ly/InginDidoakan

Anda butuh konseling? Klik link dibawah ini untuk konseling.

http://bit.ly/inginKonseling

Ikuti Kami