Dari Keluarga Broken Home, Chesya Ketemu Tuhan di Panti Asuhan

Dari Keluarga Broken Home, Chesya Ketemu Tuhan di Panti Asuhan

Lori Official Writer
282

Berasal dari keluarga broken home, Chesya pun harus hidup berkekurangan bersama ibu dan seorang adiknya. 

Di tengah keterbatasan ekonomi, ibu Chesya terpaksa menitipkan putri sulungnya itu di Panti Asuhan Blimbing Bali, yang didirikan oleh GKPB Sion Melaya. Dengan harapan Chesya bisa mendapatkan pendidikan yang layak.

“Mamak kan gak bisa nyekolahin Chesya karena uangnya gak cukup. Mamak dikasih tahu katanya ada Panti Asuhan Blimbing Sari,” ungkap Chesya.

Sejak menjadi anak asuh di panti ini, Chesya rupanya mendapat banyak pembelajaran. Bukan hanya membuat karakternya diubahkan tapi juga secara pribadi Chesya bisa mengenal dan mengasihi Tuhan lebih dalam.

Dulu, Chesya adalah anak yang suka iri dengan adiknya. Bahkan tak jarang memancing pertengkaran dengan sang adik. 

“Dulu tuh adik paling disayang daripada Chesya. Chesya terus bertengkar sama adik, nangis kan ya, Chesya terus dimarahi sama mama. Chesya bilang Tuhan kenapa sih adik yang lebih disayang daripada Chesya? Kenapa Chesya gak disayang sama mama? Chesya terus nangis setiap hari,” terangnya.


Baca Juga: 

Kisah Daud Ubah Alfin Adhari Dari Pemalas Jadi Juara

 

Aku Kesal Karena Dikucilkan Sama Teman Tanpa Alasan - Giselle Claresta


Chesya pun memendam perasaan itu di dalam hatinya. Hingga suatu kali dia menonton tayangan Superbook yang diputarkan di gerejanya. Kebetulan tayangan saat ini mengangkat kisah dua saudara kembar yaitu Esau dan Yakub. Siapa sangka kisah ini menyentuh hati Chesya. 

“Langsung menghayati kalau kita tuh gak boleh benci, gak boleh dendam lama. Ingat kalau dulu Chesya pernah iri sama adik, ya langsung berdoa. Berdoa tuh bilang kek gini, ‘Tuhan makasih karena Engkau sudah membuka hatinya Chesya untuk tidak iri kepada adik atau sesama saudara. Walaupun orangtua tuh mengasihi adik daripada kakaknya,” ungkap anak perempuan berusia 12 tahun ini.

Setelah meminta ampun kepada Tuhan, Chesya juga mengambil langkah untuk meminta maaf secara langsung kepada mama dan adiknya.

“Chesya nelpon sama adik tuh, Chesya bilang begini: Adik maaf ya kakak udah buat salah ama adik, udah bertengkar. Udah buat adik sering nangis. Di situ adik bilang kayak gini: Ya gak apa-apa kakak. Adik juga yang salah. Langsung Chesya pulang paskah ini. Langsung Chesya ketemu adik dan mama langsung Chesya peluk mereka berdua, Chesya nangis. Maaf yang udah Chesya perbuat selama ini mah ama adik. Maafin ya,” demikian Chesya mengisahkan.

Kelembutan hati Chesya untuk mau diubah oleh Tuhanpun membuat banyak orang di sekitarnya bersyukur, khususnya sang mama. Chesya yang dulu suka iri, pemarah dan pendendam kini diubahkan menjadi pribadi yang lembut dan rendah hati.

Chesya sendiri bersyukur dengan apa yang sudah Tuhan lakukan dalam hidupnya. “Terima kasih Tuhan Yesus. Karena Tuhan Yesus telah mengubah hidupnya Chesya gak lagi seperti dulu yang suka iri kepada sesama. Chesya senang sekali bisa mengenal Tuhan Yesus dan bisa lebih baik daripada yang dulu,”pungkasnya.

 

Apakah kamu adalah orangtua yang diberkati melalui kesaksian ini? Yuk #BeraniBergerak bersama kami untuk mengjangkau lebih banyak generasi anak di Indonesia yang mengasihi Tuhan dan sesamanya dengan berdonasi melalui Jawaban dengan mendaftarkan diri sekarang di https://www.jawaban.com/donasi/.

Sumber : Superbook Indonesia | Jawaban.com

Ikuti Kami