Aku Kesal Karena Dikucilkan Sama Teman Tanpa Alasan - Giselle Claresta

Aku Kesal Karena Dikucilkan Sama Teman Tanpa Alasan - Giselle Claresta

Lori Official Writer
151

Giselle Claresta adalah anak yang ceria dan mudah bergaul. Apalagi di sekolah, dia termasuk murid yang pintar dan bisa diandalkan oleh para guru.

Suatu kali, dia malah merasa teman-temannya mengucilkan dia entah kenapa. Hal inipun membuat dia sedikit kesal.

“Mereka kayak mengucilkan saya, gak mau berteman. Jadi contohnya waktu itu aku pernah disuruh bagiin buku ke teman-teman. Nah merekanya kayak iri. Mereka gak suka saya disuruh sama bapak ibu guru di sekolah,” ungkap Giselle.

Sebagai teman yang baik, dia pun berusaha untuk terus dekat dan mencoba menjelaskan kesalahpahaman mereka. Sayangnya, teman-temannya sama sekali tidak mengubris. Giselle pun makin kesal hingga memilih tak peduli.

“Kesalnya sama mereka itu, kenapa mereka memusuhin aku tanpa ada alasan. Daripada disakiti mending aku main sama yang lain,” ungkapnya.

 

Baca Juga: Kisah Yohanes Pembaptis Mengubah Aku Mau Melayani, Abigail Nathania

 

Di luar dari sekolah, Giselle termasuk anak yang rajin ikut sekolah minggu. Lewat gerejanya GBI Mawar Sharon dia pun belajar untuk memaafkan dari kisah Daniel di Superbook. Masalah yang dihadapinya dengan teman-teman di sekolah membuatnya bercermin dari tindakan Daniel yaitu mengandalkan Tuhan ketika dia menghadapi masalah.

“Aku mau seperti Daniel. Karena Daniel tuh rajin berdoa, taat kepada Tuhan,” katanya.

Giselle pun mengambil keputusan untuk memaafkan teman-teman sekolahnya. Dia juga berdoa supaya mereka bisa berteman seperti sebelumnya.

“Daripada aku membalas kejahatan dengan kejahatan, lebih baik aku memaafkan mereka dan mengasihi mereka. Ya udah aku berdoa: Tuhan bantu saya supaya mereka bisa berteman lagi dengan saya,” terang Giselle. 

Dengan memaafkan teman-temannya, rasa kesal Giselle pun hilang. Kondisinya bahkan jauh lebih baik dari sebelumnya. “Sejak saya berdoa sama Tuhan udah ilang rasa kesalnya. Jadi udah baik-baik aja,” ungkapnya.

Giselle tak menyangka jika doa-doanya dijawab Tuhan.  Bukan saja membuat dia berubah, tapi Tuhan juga mengubah hati teman-temannya.

“Waktu itu di jam olahraga, mereka minta maaf. Giselle minta maaf ya. Terus yaudah aku bilang ‘Iya’. Aku senang banget doaku dijawab sama Tuhan,” ungkapnya.

Sejak saat itu, dia dan teman-temannya kembali akrab. Pengalaman ini pun membuat Giselle percaya dan memegang kuat firman Tuhan yang tertulis dalam Roma 12: 17 yang berkata, “Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!”

Apakah kamu saat ini sedang kesal dan marah karena sikap dan tindakan orang lain? Jangan mau dikuasai perasaan, sebaliknya pilihlah untuk memaafkan, tetap mengasihi dan mendoakan mereka.

 


Anda butuh didoakan langsung? Klik link dibawah ini untuk terhubung dengan Tim doa kami: http//bit.ly/InginDidoakan. Anda butuh konseling? Klik link dibawah ini untuk konseling: http//bit.ly/inginKonseling.

Sumber : Superbook Indonesia | Jawaban.com

Ikuti Kami