Bukan Virus Baru, Begini Sejarah Munculnya Norovirus dan Cara Pencegahannya…

Bukan Virus Baru, Begini Sejarah Munculnya Norovirus dan Cara Pencegahannya…

Lori Official Writer
409

Kemunculan gejala penyakit baru di China, yang disebut dengan Norovirus, membuat masyarakat global mulai berpikir, ‘Virus apa lagi ini?’ Wajar saja kita panik mengingat saat ini kita masih terus berjuang menghadapi pandemi virus Covid-19. 

Meski begitu, tak perlu kuatir secara berlebihan. Karena norovirus sebenarnya bukanlah virus yang baru muncul saat ini. Dikutip dari Wikipedia, norovirus ditemukan terjadi pertama kali pada tahun 1968 di kota Norwalk, Ohio (yang merupakan latar belakang dinamainya Norovirus). 

Menurut sumber Health.nsw.gov.au, norovirus ini dikategorikan sebagai kondisi infeksi pada lambung atau gastroenteritis akut yang disebabkan oleh sejenis virus yang menyerang bagian usus. Infeksi ini sendiri ditandai dengan gejala muntah, diare dan sakit perut.

Infeksi virus ini memang bersifat menular dari satu orang ke orang lain. Namun dianggap sangat umum terjadi di seluruh dunia. Penyebaran virus ini menjadi sangat mudah apabila orang lain terkontaminasi dengan sisa muntahan atau tinja. Karena muntahan dan diare yang mengandung virus tersebut bisa mengontaminasi lingkungan atau seseorang tanpa sengaja. 

Lonjakan Wabah Norovirus

Pada tahun 2002, infeksi yang juga disebut dengan istilah keracunan makanan dan flu perut ini menyerang sebuah kapal pesiar, perawatan lansia dan fasilitas kesehatan di Amerika Serikat (AS). Di tahun yang sama Eropa juga mengalami wabah ini. Setelah itu muncul kembali pada tahun 2006-2007 di Australia dan diberi istilah GII.4. 

Penyebaran yang terjadi secara global ini pun menyebabkan sekitar 685 juta kasus dan 200.000 kematian setiap tahunnya. Infeksi ini menyebar tanpa pandang bulu, baik di negara maju maupun berkembang.

Tes Diagnosa Norovirus Belum Terjangkau

Meskipun telah lama muncul, namun tim medis masih belum bisa menemukan obat yang ampuh untuk menyembuhkan infeksi ini. Bahkan untuk tes infeksi ini dianggap masih sangat minim, paling yang baru tersedia adalah tes melalui EM, RT-PCR dan ELISA, yang penyediaannya sangat terbatas. 

RT-PCR dianggap sebagai metode diagnosa yang cukup mudah. Hasilnya bisa didapatkan hanya dalam waktu 24 jam saja. Meski begitu, diagnosa lewat cara ini membutuhkan teknisi ahli dan fasilitas khusus. 

Siapapun Bisa Terserang Norovirus

Faktanya, norovirus adalah penyakit yang paling umum menyebabkan gastroenteritis akut. 

Penyakit ini bisa menyebabkan gejala ringan dan juga parah. Kondisi kronis bisa terjadi pada orang tua dan mereka yang memiliki riwayat penyakit lain. Karena jenis infeksi norovirus ini cukup beragam, seseorang yang mengalami norovirus satu kali kemungkinan bisa mengalami infeksi di kemudian hari. Infeksi ini bisa dikatakan terjadi secara berulang sepanjang hidup.

Cara Pencegahan

Norovirus sangat mudah menular. Hanya butuh sejumlah kecil partikel norovirus untuk membuat seseorang terinfeksi. Sejak pertama terinfeksi, seseorang akan mulai merasakan sakit selama beberapa hari pertama. 

 

Baca Juga: 

Suka Sakit Perut dan Diare, Bisa Jadi Kamu Terjangkit Infeksi Bakteri Salmonella

 

3 Jenis Sakit Perut Yang Sering Dialami Orang Beserta Solusi Alami Untuk Menyembuhkan!

 

Dan untuk diketahui, penyebaran virus lambung dan usus ini bisa terjadi melalui sentuhan tangan dan juga makanan yang terkontaminasi. Fakta lainnya adalah bahwa norovirus ditemukan sulit untuk dibasmi dengan beberapa disinfektan. Karena itulah, satu-satunya cara untuk terhindar dari penularan adalah memastikan tangan, makanan dan minuman yang masuk ke dalam mulut bersih. 

Seperti dikutip dari jurnal medis Cdc.gov, terdapat 5 langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan norovirus diantaranya:

1. Pastikan kebersihan tangan. Selalu mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir, baik setelah memakai toilet dan mengganti popok serta sebelum makan. 

2. Sebelum dimasak, cuci buah, sayuran dan seafood sampai bersih.

Pastikan pula untuk memasak tiram dan kerang sampai matang sebelum dimakan. Hal ini penting diperhatikan karena norovirus bisa bertahan hidup di suhu 140 derajat farenheit. Juga penting untuk menghindarkan bayi dan anak-anak yang sedang sakit dari sekitar area makan.

3. Jika dalam keadaan sakit, hindari untuk menyiapkan makanan atau merawat orang lain.

Seseorang yang mengalami gejala diare, muntah dan sakit perut disarankan untuk tidak kontak langsung dengan orang lain atau makanan. Karena hal ini bisa meningkatkan penyebaran penyakit yang lebih luas. 

4. Bersihkan dan disinfeksi barang-barang atau permukaan yang terkontaminasi muntahan. 

Gunakan larutan pemutih klorin dengan konsentrasi 1000-5000 ppm (5-25 sendok makan) atau disinfektan lain yang efektif melawan norovirus.

5. Cuci pakaian sampai bersih.

Segera rendam pakaian yang terkena muntahan atau tinja dengan detergen. Pastikan pakaian tersebut benar-benar bersih.

Jadi, norovirus sama sekali sangat berbeda jauh dengan virus flu atau SARS lainnya ya. Karena itu tetaplah tenang. Yang terpenting pastikan untuk selalu menjaga kebersihan tangan dan makanan yang kita konsumsi.

Sumber : CDC | Health.gov.au

Ikuti Kami