Responi Penembakan Pdt. Yeremias Zanambani di Papua, Ini Pernyataan Resmi PGI

Responi Penembakan Pdt. Yeremias Zanambani di Papua, Ini Pernyataan Resmi PGI

Puji Astuti Official Writer
509

Tewasnya seorang pendeta di wilayah Kabupaten Intan Jaya, Papua pada 19 September 2020 lalu, menimbulkan duka yang mendalam bagi umat Kristen, terlebih mereka yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut masih simpang siur. Meresponi kejadian ini, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) meminta agar kepolisian melakukan investigasi. 

Berikut adalah siaran pers yang dirilis oleh PGI di laman resminya : 

 

Siaran Pers terkait Penembakan Pdt. Yeremias Zanambani di Kabupaten Intan Jaya, Papua 

Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) mengecam penembakan yang terjadi pada Sabtu, 19 September 2020 di Klasis Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, yang mengakibatkan meninggalnya Pdt. Yeremias Zanambani. Dalam keprihatinan mendalam atas kasus penembakan tersebut, PGI berharap persitiwa itu tidak terulang.

Informasi mengenai penembakan ini masih simpang siur. Di satu sisi PGI mendapat laporan dari GKII dan pemberitaan media lokal yang menyebutkan, penembakan tersebut diduga dilakukan oleh aparat TNI yang sedang melakukan tugas operasi militer, sementara media nasional memberitakan bantahan pihak TNI, dan menyebut pelaku penembakan adalah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Tidak mudah bagi kami mengklarifikasi peristiwa ini. Untuk itu kami telah menyurati Presiden Republik Indonesia, Kapolri dan  Panglima TNI untuk mengusut tuntas kasus ini dengan membawanya ke ranah hukum. Untuk menghindari saling tuduh, sebagaimana sudah terjadi, kami mengusulkan dibentuknya Tim Investigasi yang independen.

Selengkapnya kami menyampaikan sikap Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia sebagai berikut;

  1. Menyatakan duka yang mendalam kepada semua keluarga korban yang terluka dan yang kehilangan anggota keluarganya dalam kasus ini. Kiranya Tuhan yang Rahmani memberikan penghiburan bagi seluruh keluarga.

  2. Mendesak dan mendukung upaya pihak kepolisian RI dalam hal ini Kepolisian Daerah Papua bekerja sama dengan Komnas HAM Perwakilan Papua untuk terus melakukan investigasi kasus ini.

  3. Meminta pemerintah, lembaga adat dan gereja-gereja di Papua untuk ikut aktif memfasiltasi penyelesaian kasus ini.

  4. Harus dihentikan segala bentuk kekerasan di Papua yang membawa korban, baik rakyat sipil maupun aparat keamanan.

  5. Kasus ini menjadi kasus penembakan terakhir dan mendorong pemerintah menyelesaikan tuntas kasus-kasus sejenis selama ini, termasuk kasus Paniai, Nduga, dll.

Demikian rilis ini kami sampaikan untuk dapat diberitakan. Terima kasih.

Jakarta, 21 September 2020

Philip Situmorang

Humas PGI

 

Mari seluruh umat Kristen mendukung penyelesaian kasus ini dan juga pemulihan kedamaian di Papua. Kiranya pemerintah dan seluruh aparat, serta seluruh masyarakat Papua dari berbagai elemen dapat bergandeng tangan memulihkan Papua dan membangun wilayah tersebut menjadi lebih baik lagi. 


Baca juga : 

Pernyataan PGI Terkait Ledakan Lebanon, Ajak Lembaga Internasional dan Gereja Untuk Bantu

Responi Pelecehan Seksual di Lingkungan Gereja, PGI Sudah Buat Panduan Gereja Ramah Anak


 

Sumber : PGI.or.id

Ikuti Kami