Responi Pelecehan Seksual di Lingkungan Gereja, PGI Sudah Buat Panduan Gereja Ramah Anak

Responi Pelecehan Seksual di Lingkungan Gereja, PGI Sudah Buat Panduan Gereja Ramah Anak

Lori Official Writer
747

Kasus pelecehan seksual anak di lingkungan gereja kembali terulang. Seorang pengurus gereja Paroki Gereja Santo, Depok terbukti mencabuli puluhan anak di bawah umur sejak tahun 2006 silam.

Berkat pengakuan para korban, tindakan keji pelaku pun terbongkar. Akibatnya dia pun diamankan dan menunggu proses peradilan.

Kasus inipun mendorong Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) kembali menyuarakan langkah perlindungan anak di lingkungan gereja. Walaupun sudah sering disosialisasikan, PGI tetap berharap gereja-gereja bisa menerapkannya secara langsung. Sehingga kasus serupa tidak lagi terulang dan membuat gereja tetap menjadi tempat yang aman bagi anak-anak.

Seperti disampaikan oleh Humas PGI Irma Riana Simanjuntak bahwa PGI sudah kerap mensosialisasikan tentang Gereja Ramah Anak (GRA) yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang ramah anak. Gerakan ini sendiri diharapkan bisa menjadi fokus utama semua gereja di Indonesia.

"Kalau sosialisasi sudah sering. Tapi itu juga tergantung gerejanya mau gak menggunakannya di gereja," Kata Irma lewat pesan singkat kepada Jawaban.com, Selasa (23/6).

Untuk menciptakan lingkungan gereja yang ramah anak (GRA), PGI menghimbau semua gereja untuk memenuhi beberapa indikator berikut:

1. Memastikan gereja/sinode memiliki kebijakan perlindungan anak

2. Gereja/Sinode harus memiliki anggaran khusus untuk anak (minimal 20%)

3. Gereja/Sinode melibatkan anak dalam mengambilan keputusan di dalam kelompok/forum gereja

4. Gereja/Sinode diharapkan memiliki sistem perlindungan anak yang berbasis gereja serta

5. Gereja/Sinode memiliki ahli hukum sebagai perwakilan dalam melindungi anak sesuai hukum


Baca Juga: Pengurus Gereja Cabuli Anak, Gereja Depok Ini Bantu Atasi Trauma Korban


Selain itu, Irma juga menegaskan bahwa gereja bertanggung jawab melindungi anak dengan menerapkan proses perekrutan pelayan gereja yang memenuhi syarat. Salah satunya adalah pelayan gereja yang memiliki perspektif perlindungan anak.

“(Perlindungan anak di lingkungan gereja harus) Mulai dari proses rekruitmen pelayan yang seharusnya memiliki perspektif perlindungan anak sampai kepada kebijakan dalam gereja yang prioritas kepada kepentingan terbaik anak. Ini sudah sering disuarakan oleh PGI,” jelas Irma.

Untuk sebagian gereja, gereja ramah anak ini memang sudah diterapkan. Salah satu langkah konkrit yang dilakukan adalah dengan membenahi perekrutan pelayan baru di gereja. Dimana gereja secara tegas mengawasi para pelayannya melalui surat pernyataan pelayanan yang disepakati di lingkungan gereja.

Kasus pelecehan seksual terhadap anak di lingkungan gereja bahkan sudah jadi persoalan global. Karena itulah penting sekali bagi gereja untuk meresponi hal ini dengan serius.

Sumber : Jawaban.com

Ikuti Kami