Ini Kata Pendeta Gilbert Lumoindong Soal Ajaran Sesat di Tengah Gereja

Ini Kata Pendeta Gilbert Lumoindong Soal Ajaran Sesat di Tengah Gereja

Lori Official Writer
444

Melalui vlog Youtube pribadinya, Gembala GBI Glow Fellowship Centre Pendeta Gilbert Lumoindong mencoba menjawab pertanyaan yang diajukan orang-orang Kristen soal ajaran sesat di tengah gereja.

Pendeta Gilbert pun mengawali penjelasannya dengan mengutip ayat Matius 18: 7 bahwa di masa akhir zaman ini penyesatan pasti akan terjadi. Tapi di sisi lain, dia menyampaikan berdasarkan ayat itu kalau para penyesat akan mendapatkan akibatnya.

"Jelas Alkitab bilang penyesatan harus ada. Jadi kalau hari-hari ini ada banyak pengajar-pengajar sesat, nabi-nabi palsu, saudara yang dikasihi dalam Tuhan, itu tidak membingungkan kita. Jadi Alkitab ajarkan soal kesesatan itu bukan sekadar kita tuding orang ‘Kamu sesat!’ Kita nilai diri kita sendiri, jangan sampai kita sesat. Karena penyesat-penyesat ini akan menerima hukuman yang jelas. Para penyesat ujungnya neraka," demikian dijelaskannya lewat kutipan Matius 18: 8.

Di tengah umat Kristen sendiri, Pendeta Gilbert menyampaikan jika sesama gereja sendiri banyak yang saling menuding sebagai gereja sesat hanya karena perbedaan tradisi atau tata cara ibadah. Padahal jika ditelusuri dalam Alkitab, ajaran sesat yang dimaksudkan bukanlah soal tradisi berbeda yang dilakukan oleh setiap gereja melainkan soal ketidakpahaman tentang isi firman Tuhan dan kuasa-Nya (Matius 22: 29).

“Ada ajaran-ajaran yang memang secara gereja sudah bertahun-tahun diributkan satu sama lainnya dan ini hanya karena apa? Karena perbedaan. Misalnya, Katolik dan Protestan, Reformed dan Karismatik, Calvinis dan gereja lainnya. Ini adalah soal perbedaan pandangan, bukan kesesatan. Calvin bilang ‘oh ajaran ini sesat’. Lalu mereka berkata ‘oh Calvin sesat’” ungkapnya.

Perbedaan pandangan inilah yang menurutnya banyak membuat gereja tidak akur dan saling menjatuhkan. Padahal, pandangan berbeda ini sama sekali berbeda dengan ajaran sesat yang sebenarnya.

Menurutnya ajaran sesat bisa muncul dari perkataan kita sendiri. Seperti saat orang yang baru bertobat, yang masih belajar firman Tuhan dan yang belum punya pengalaman pribadi dengan Tuhan tapi sudah coba-coba untuk mengajar orang lain. “Makanya Alkitab berkata berkali-kali, orang yang baru bertobat jangan melayani,” tegasnya.

Dia menegaskan jika orang yang baru bertobat bukan berarti tidak bisa sama sekali melayani. Tapi di dalam proses pertumbuhan yang dialaminya, dia harus menjalani proses untuk dewasa secara rohani.

Faktor kedua yang menyebabkan munculnya ajaran sesat adalah tidak menyeimbangkan firman dengan kuasa Roh Kudus. Seseorang yang hanya menyampaikan pengajaran hanya berdasarkan pengalaman pribadi tanpa firman Tuhan atau pengetahuan firman saja tanpa pengalaman bersama Roh Kudus akan menyebabkan pengajaran tersebut timpang.

“Teologi tanpa tuntunan Roh Kudus ujung-ujungnya hanya Farisi model baru. Tapi tuntunan Roh Kudus tanpa teologi yang sehat, ujung-ujungnya juga kejahatan dan kesesatan. Karena harus seimbang, mengerti Kitab Suci dan Kuasa Allah” tegasnya.


Baca Juga: 

Lawan Aksi Terorisme, Ini yang Disampaikan Pdt. Gilbert Lumoindong di Akun Twitternya

33 Doa Yang Luar Biasa Dalam Alkitab Oleh Gilbert Lumoindong


Faktor ketiga adalah penyesat muncul karena seseorang ingin menjadi pengajar tetap tidak punya mentor atau pembimbing. Pengajar-pengajar yang tidak punya pembimbing rohani sangat berpotensi hidup dalam kesesatan.

“Karena seorang pengajar, dia harus punya pembimbing. Artinya apa? Karena kecenderungan seorang pengajar akhirnya menjadi liar. Karena kecenderungan seorang pengajar menjadi arogan karena dia merasa ‘oh pengajaran saya yang terbaik’”

Menurutnya, ada tiga jenis ajaran sesat. Pertama, ajaran yang memperberat firman, dimana seorang pengajar membuat batasan-batasan ketat soal cara hidup orang Kristen. Kedua, ajaran yang memperingan firman. Seperti saat seorang pengajar menganggap kebiasaan judi dan mabuk sebagai sesuatu hal yang diizinkan dengan memakai kasih Tuhan sebagai kompromi. Yang ketiga, ajaran yang aneh dan menyimpang yang banyak disampaikan hanya melalui pengalaman pribadi saja tanpa didukung oleh kebenaran firman Tuhan. Dan yang keempat adalah ajaran benar-benar sesat, seperti ajaran-ajaran yang menentang Yesus dan klaim-klaim bahwa Alkitab bukanlah firman Tuhan.

“Ajaran yang menentang Yesus, ajaran yang berkata bahwa Alkitab bukan firman Allah, mujizat tidak terjadi lagi. Jadi intinya ajaran-ajaran yang sudah menolak kuasa Tuhan. Ajaran-ajaran yang sudah menolak keilahian Kristus. Ajaran-ajaran yang mulai berkata Yesus adalah manusia biasa,” ungkapnya.

Dengan memahami apa itu ajaran sesat, sebagaimana yang disampaikannya, Pendeta Gilbert berharap umat Kristen tidak menyesat-sesatkan ajaran yang hanya berbeda dengan tradisi gereja sendiri. Justru perbedaan yang ada harusnya membuat orang Kristen tertarik untuk belajar lebih banyak dari saudara seiman yang berbeda gereja. “Jadi, mari kita awasi ajaran kita sendiri. Mari kita lebih dewasa menerima perbedaan-perbedaan yang ada,” pungkasnya.

Sumber : Jawaban.com

Ikuti Kami