Ini 4 Jenis Masker yang Paling Gak Efektif Tangkal Virus, Jangan Dipakai di KRL Ya!

Ini 4 Jenis Masker yang Paling Gak Efektif Tangkal Virus, Jangan Dipakai di KRL Ya!

Lori Official Writer
419

Di Indonesia, pencegahan penyebaran virus Covid-19 pun semakin diperketat. Bukan saja harus menjaga jarak dengan orang lain, tapi masyarakat juga dihimbau untuk memakai masker yang berfungsi efektif menangkal virus.

Dari berbagai jenis masker yang diproduksi dan diperjualbelikan di toko dan juga pasar online, rupanya ada empat jenis masker yang dinilai tidak masuk dalam kriteria efektif menangkal virus, diantaranya:

1. Masker Scuba

Masker scuba memang cukup populer dijual saat awal-awal pandemi corona. Bentuknya yang terbilang inovatif dan modis membuat kalangan anak muda lebih nyaman mengenakannya.

Walaupun sebelumnya penelitian dari Universitas Oxford menyampaikan jika tingkat ketahanan penangkal corona dengan scuba bisa mencapai 70%. Tapi baru-baru ini, pihak Kereta Commuter Indonesia (KCI) menyampaikan jika masker jenis scuba hanya 5% efektif mencegah risiko terpapar virus.

Karena itulah masyarakat yang menaiki KRL disarankan untuk tidak memakai scuba saat naik kereta.

2. Masker Buff

Dibandingkan masker scuba, buff adalah jenis masker yang dianggap paling tidak efektif menangkal virus.

Seperti hasil penelitian yang didapatkan oleh Universitas Duke, bahwa masker buff sendiri tidak bisa menahan laju droplet saat seseorang berbicara.

Hal ini terjadi karena lapisan masker buff yang sangat tipis. Sehingga memungkinkan partikel-partikel kecil masuk. Misalnya, saat seseorang bersin di dekatmu, dropletnya kemungkinan besar tetap bisa masuk ke dalam masker.

Masker jenis inipun disarankan untuk tidak digunakan baik saat berkendara maupun menaiki kereta.


Baca Juga: Memakai Masker Membuat Kacamata Jadi Berembun? Begini Triknya Supaya Ga Berembun Lagi


3. Masker Katup Exhaust

Masker jenis ini memang memudahkan kita untuk bernapas. Tapi saat pengguna memakainya, mereka juga akan menghembuskan virus ke udara sekitar mereka.

Karena itulah, tim medis sendiri sudah melarang penggunaan masker katup. Karena apabila penggunanya tertular virus, mereka tanpa sadar justru akan menyebarkan virus ke orang di sekitarnya melalui katup tersebut. Jadi, karena penggunaan utama masker adalah untuk melindungi diri dan orang lain dari penyebaran virus, masker sederhana dengan penyaring yang lebih efektif mungkin merupakan pilihan yang lebih baik.

4. Masker Rajutan

Karena bentuknya yang dibuat dari rajutan benang, maka masker ini akan memiliki sela-sela yang memudahkan virus untuk masuk dan keluar. Tapi berbeda kondisinya kalau masker rajutan diberikan lapisan dari kain penahan debu dan virus. Kemungkinan masker ini masih efektif untuk digunakan.


Baca Juga: Seberapa Efektifkah Penggunaan Masker Untuk Mencegah Virus?


Dengan mengetahui informasi ini, masyarakat diharapkan bisa lebih bijak dalam memilih masker yang paling tepat untuk digunakan selam aktivitas sehari-hari. Adapun beberapa pilihan masker yang paling efektif dan disarankan adalah:

  • Masker medis yang digunakan oleh dokter atau perawat yang bertugas di rumah sakit. Biasanya masker ini hanya digunakan untuk sekali pakai saja. Kemampuannya untuk memfilter virus pun sangat baik.
  • Masker wajah N95, N99 dan N100. Dikutip dari Jurnal National Center for Biotechnology Information, US National Library of Medicine, jenis masker ini termasuk salah satu yang paling efektif mencegah penularan virus. Sesuai dengan namanya masker ini didesain dengan kemampuan mencegah 95% partikel besar dan kecil.
  • Masker kain 2-3 lapis. Dibandingkan dengan masker scuba, buff dan rajutan, masker kain katun yang dibuat dengan tiga lapisan jauh lebih efektif mencegah penyebaran virus. Penggunaan masker ini juga dianggap menguntungkan karena bisa dicuci dan dipakai berkali-kali.

Nah, selama masa pandemi ini masih terus berlangsung yuk menjaga kesehatan diri dengan selalu memakai masker saat berada di luar rumah. Pastikan juga untuk tetap menjaga jarak fisik dari orang lain ya.

Sumber : Jawaban.com

Ikuti Kami