5 Prinsip Ini Loh Kunci Yusuf Sukses Hadapi Krisis Ekonomi di Masa Alkitab

5 Prinsip Ini Loh Kunci Yusuf Sukses Hadapi Krisis Ekonomi di Masa Alkitab

Lori Official Writer
233

Yusuf adalah pemimpin cemerlang yang sukses membawa bangsa Mesir melewati krisis ekonomi global yang terjadi di masa itu.

Kisahnya yang ditulis di Alkitab, bisa jadi contoh terbaik yang bisa kita tiru di tengah masa-masa pandemi saat ini.

Di Kejadian 41, Alkitab memberi tahu kita bahwa Firaun, pemimpin Mesir, mendapat mimpi yang sangat aneh. Tak satupun penafsir mimpi di Mesir yang bisa menafsirkan mimpi itu. Sampai akhirnya Yusuf, seorang budak, berhasil menafsirkan mimpi sang raja.

Melalui Yusuf, Firaun diingatkan bahwa Mesir akan mengalami tujuh tahun kelimpahan besar diikuti tujuh tahun kelaparan besar. Masa kelaparan itu akan sangat parah dan membuat rakyat sama sekali lupa dengan masa kemakmuran yang mereka alami sebelumnya.

Untuk mengatasi hal itu, Firaun pun bertanya kepada Yusuf tentang apa yang harus dilakukan untuk mengatasi masa krisis itu.

"…baiklah tuanku Firaun mencari seorang yang berakal budi dan bijaksana, dan mengangkatnya menjadi kuasa atas tanah Mesir. Baiklah juga tuanku Firaun berbuat begini, yakni menempatkan penilik-penilik atas negeri ini dan dalam ketujuh tahun kelimpahan itu memungut seperlima dari hasil tanah Mesir. Mereka harus mengumpulkan segala bahan makanan dalam tahun-tahun baik yang akan datang ini dan, di bawah kuasa tuanku Firaun, menimbun gandum di kota-kota sebagai bahan makanan, serta menyimpannya. Demikianlah segala bahan makanan itu menjadi persediaan untuk negeri ini dalam ketujuh tahun kelaparan yang akan terjadi di tanah Mesir, supaya negeri ini jangan binasa karena kelaparan itu." –Kejadian 41: 33-36

Karena Firaun tidak menemukan seorang pun yang bisa menangani krisis itu jauh lebih baik dari Yusuf. Dia pun menunjuk Yusuf secara langsung untuk memimpin rencana itu.

Yusuf pun membuktikan keterampilan manajemennya. Tujuh tahun kemudian saat krisis ekonomi mulai terjadi, bangsa Mesir justru sangat siap. Mereka bukan saja berhasil melewatinya tapi juga menjadi bangsa yang diandalkan oleh bangsa-bangsa lain.

Selama mengerjakan tugasnya, Yusuf banyak menerapkan kebijaksanaan dan ketajamannya untuk mempelajari tentang Mesir, khususnya industri pertaniannya. Sebagai administrator senior, pekerjaannya meliputi semua sektor mulai dari sektor hukum, komunikasi, negosiasi, transportasi, metode penyimpanan makanan, infrastruktur, strategi dan kalkulasi ekonomi yang aman dan efesien, pencatatan, pengupahan, penanganan transaksi yang baik dan pengelolaan sumber daya manusia.

Sebagai tindakan pertama, Yusuf pun menjelajahi seluruh tanah Mesir (Kejadian 41: 46), mengenali para pengelola pertanian, lokasi dan kondisi ladang, tanaman, jalan dan alat transportasi. Dia benar-benar bekerja dengan sangat detail dan rajin.

Dari keberhasilannya melewati krisis di Mesir, terdapat 5 prinsip yang diterapkan oleh Yusuf untuk mencapai kesuksesannya melewati krisis ekonomi.

Prinsip 1: Melakukan Perencanaan yang Tepat

Masa kelaparan yang ditafsirkan oleh Yusuf memang hanya sebuah mimpi. Tapi Firaun benar-benar percaya jika hal itu akan terjadi.

Dia pun memberikan kuasa kepada Yusuf untuk melakukan persiapan. Walaupun mereka tidak tahu kapan krisis akan datang, tapi mereka sudah memutuskan untuk mempersiapkan diri jauh hari sebelumnya dengan mengatur semua hal. Mulai dari menimbun makanan, uang dan kebutuhan lainnya.

Prinsip 2: Menerapkan Kebiasaan Menabung

Yusuf meminta orang-orang Mesir untuk menghemat 20% dari gandum setiap tahun selama masa kelimpahan mereka. Dia membangun tempat penyimpanan yang besar dan mengumpulkan biji-bijian dalam jumlah besar.

Dengan tabungan ini, dia berhasil membawa rakyat Mesir melewati masa krisis.

Prinsip 3: Menerapkan Kebiasaan Disiplin

Tanpa kedisiplinan, kemungkinan Yusuf tidak akan bisa berhasil mengatasi masa kelaparan global yang terjadi saat itu. Tapi karena dia meyakini bahwa mimpi itu akan terjadi, maka dia dengan keras membangun kebiasaan disiplin di tengah rakyat Mesir.

Selama 14 tahun, dia mengelola semua hal dengan sangat baik. Pastinya ada saja orang yang berpikir kalau Yusuf adalah orang gila karena bagaimana mungkin di tengah masa berkelimpahan, dia justru menimbun makanan. Tapi apa yang terjadi? Kedisiplinan ini justru menyelamatkan hidup banyak orang.


Baca Juga: Lagi Hadapi Masalah Keuangan? Waktunya Alami Terobosan Lewat 6 Doa Ini…


Prinsip 4: Percaya Sepenuhnya Kepada Kuasa Tuhan

Tuhan berdaulat melakukan apapun dalam hidup kita. Bahkan orang yang begitu kaya hari ini bisa mendadak miskin keesokan harinya. Dan, inilah yang dipercayai oleh Yusuf. Mimpi Firaun dipercaya datangnya dari Tuhan karena itulah dia belajar untuk jujur dengan buruknya krisis yang akan terjadi di depan. Dengan itu dia memutuskan untuk selalu setia meminta arahan dan bimbingan dari Tuhan dan kerja sama dari orang-orang di sekitarnya.

Prinsip 5: Meringankan Beban Rakyat Miskin

Saat masa krisis global terjadi, banyak orang terdampak secara ekonomi. Tapi dalam situasi ini Yusuf dengan bijaksana mengizinkan orang-orang miskin untuk menukar ternak mereka dengan makanan. Hal itu berlangsung selama satu tahun (Kejadian 47: 15-17).

Yusuf juga harus menentukan nilai harga hewan yang dia tukarkan dan menetapkan sistem pertukaran yang adil. Dan setelah semua ternak habis, orang-orang mulai sukarela menjual diri mereka menjadi budak bagi Firaun. Tapi sebagai pemimpin, Yusuf memilih untuk tidak mengambil keuntungan dari orang-orang miskin. Dia mempekerjakan orang-orang ini di kebun dan memberlakukan hukum untuk mengembalikan 20 persen dari hasil panen kepada firaun.

Dari Yusuf kita belajar bahwa Tuhan sudah menaruh beban besar atas hidupnya sejak kecil karena Tuhan sudah memilih dia untuk menjadi administrator yang baik dan berhasil menyelamatkan satu bangsa dari krisis ekonomi selama bertahun-tahun.

Sumber : Jawaban.com

Ikuti Kami